Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dolar Menguat Seiring Harapan Pemangkasan Suku Bunga Fed Menghilang, Yen Sentuh Kelemahan Terlemah dalam Sembilan Bulan
Ekspektasi pasar terhadap pelonggaran moneter Federal Reserve telah mengalami perubahan dramatis, dengan implikasi yang merembet ke pasar valuta asing. Yen telah melemah secara signifikan, diperdagangkan di angka 155.29 per dolar—terendah dalam lebih dari sembilan bulan—seiring para trader menilai kembali kemungkinan pemotongan suku bunga dari bank sentral.
Ekspektasi Fed yang Berubah Membentuk Ulang Dinamika Mata Uang
Kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember telah menyusut secara tajam. Futures dana Fed kini memperhitungkan hanya peluang 43% untuk pengurangan tersebut, sebuah penurunan yang signifikan dari probabilitas 62% yang tercatat hanya tujuh hari sebelumnya. Recalibrasi ini mencerminkan perubahan sentimen pasar terkait trajektori kebijakan Federal Reserve menjelang pertemuan 10 Desember.
Dolar telah mendapatkan manfaat yang cukup besar dari perubahan ekspektasi ini, menguat seiring investor semakin memposisikan diri untuk skenario di mana pemotongan suku bunga mungkin tertunda atau lebih bertahap dari yang sebelumnya diperkirakan. Sebaliknya, yen telah menanggung beban dari reposisi ini, diperdagangkan pada level yang tidak terlihat sejak Maret.
Kelemahan Pasar Tenaga Kerja Memperumit Langkah Selanjutnya Fed
Dasar dari penilaian ulang ini adalah data ekonomi yang memburuk dari sektor ketenagakerjaan. Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson menggambarkan pasar tenaga kerja sebagai “lambat,” mencatat bahwa perusahaan semakin berhati-hati dalam merekrut. Tanda-tanda PHK potensial dan aktivitas perekrutan yang rendah telah muncul, dipengaruhi oleh perubahan kebijakan dan adopsi kecerdasan buatan yang semakin cepat di berbagai industri.
Rilis data penggajian AS untuk bulan September pada hari Kamis diharapkan memberikan panduan penting tentang langkah selanjutnya Fed. Data ketenagakerjaan ini kemungkinan besar akan menjadi faktor utama dalam menentukan apakah bank sentral akan melanjutkan pemotongan suku bunga atau mempertahankan sikap saat ini.
Analis di ING menyatakan bahwa “jika Fed menahan di bulan Desember, itu kemungkinan akan menjadi jeda sementara,” menunjukkan bahwa keputusan di masa depan akan sangat bergantung pada perkembangan pasar tenaga kerja dan indikator ekonomi yang lebih luas.
Pejabat Jepang Menunjukkan Kekhawatiran Terhadap Depresiasi Mata Uang
Penurunan yen telah memicu respons cepat dari pembuat kebijakan di Tokyo. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyampaikan kekhawatiran tentang “gerakan satu sisi yang cepat” di pasar valuta asing dan potensi konsekuensi ekonomi dari hal tersebut selama konferensi pers. Pertemuan antara Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda dijadwalkan untuk membahas tekanan mata uang ini.
Implikasi Pasar yang Lebih Luas dan Penyesuaian Imbal Hasil
Ketidakpastian seputar kebijakan Fed dan kondisi pasar tenaga kerja telah membebani kepercayaan investor. Ketiga indeks saham utama AS mengalami penurunan, mencerminkan sentimen risiko-asing yang lebih luas yang meresap ke pasar.
Imbal hasil obligasi menunjukkan pergerakan campuran: hasil obligasi dua tahun turun 0,2 basis poin menjadi 3,6039%, sementara hasil obligasi 10 tahun naik 0,6 basis poin menjadi 4,1366%. Pergerakan ini mencerminkan posisi pasar menjelang data ketenagakerjaan yang penting.
Di pasar valuta asing, euro tetap tidak berubah di $1.1594. Poundsterling Inggris turun 0,1% menjadi $1.3149, memperpanjang kerugian selama hari ketiga berturut-turut. Dolar Australia turun ke $0.6493, sementara dolar Selandia Baru tetap stabil di $0.56535.