Pemotongan Suku Bunga BoE di Meja karena Kejutan Inflasi Inggris Mengirim Pound Sterling Lebih Rendah

Inflasi yang lebih lembut dari perkiraan bisa menjadi sinyal hijau yang dibutuhkan Bank of England.

Data inflasi November di Inggris baru saja dirilis di bawah perkiraan, dan Pound Sterling merasakan tekanan. Office for National Statistics mengungkapkan bahwa CPI utama mencapai 3,2% secara tahunan—lebih dingin dari perkiraan 3,5% dan jauh dari 3,6% di Oktober. Ini menandai bulan kedua berturut-turut dari penurunan tekanan harga, menunjukkan bahwa inflasi mungkin akhirnya kembali ke zona nyaman Bank sentral sebesar 2%.

Inflasi inti—menghilangkan faktor volatil seperti makanan dan energi—juga mengecewakan di angka 3,2% dibandingkan ekspektasi 3,3% dan sebelumnya 3,4%. Secara bulanan, CPI utama sebenarnya mengalami deflasi sebesar 0,2%, penurunan yang lebih tajam dari perkiraan datar. Inflasi jasa, yang dipantau oleh BoE seperti elang, melemah menjadi 4,4% dari 4,5%.

Gambaran ketenagakerjaan semakin tidak jelas.

Data pasar tenaga kerja terbaru untuk tiga bulan hingga Oktober menunjukkan Tingkat Pengangguran ILO naik menjadi 5,1%—tertinggi sejak 2019. Kombinasi inflasi yang melambat dan meningkatnya pengangguran adalah hal yang tepat untuk membenarkan pemotongan suku bunga pada pertemuan BoE hari Kamis. Investor sudah memperhitungkan pergeseran ini, bertaruh bahwa bank sentral tidak akan diam saja dengan tekanan harga yang menurun dan kekhawatiran tentang pekerjaan yang meningkat.

Cable mengalami penurunan akibat data ini.

Pound Sterling merosot lebih dari 0,5% terhadap Dolar AS pada hari Rabu, turun ke sekitar 1.3340 dan membalikkan kenaikan dari hari sebelumnya yang melewati 1.3450. Kejutan CPI yang lebih lembut mengurangi kekuatan bullsterling, meskipun konteks yang lebih luas tetap penting: Indeks Dolar AS (DXY) sebenarnya naik 0,4% ke 98,60, rebound dari level terendah 10 minggu di dekat 98,00.

Rebound Dolar terjadi meskipun data tenaga kerja AS yang lemah. Laporan nonfarm payroll November menunjukkan ekonomi menambah hanya 64.000 pekerjaan setelah kehilangan 105.000 di Oktober, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,6%—tertinggi sejak September 2021. Sebagian besar analis menganggap angka yang lembut ini sebagai distorsi dari penutupan pemerintah daripada penurunan pasar tenaga kerja yang nyata. Alat CME FedWatch saat ini menunjukkan bahwa trader memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% hingga Januari, dengan pejabat tetap berhati-hati agar inflasi tidak melambung jika pemotongan terlalu jauh.

Secara teknikal, sterling masih di atas garis—untuk saat ini.

GBP/USD mempertahankan bias naik meskipun terjadi penjualan harian, karena harga tetap di atas EMA 20 di 1.3305. Namun, RSI 14-hari telah menurun ke 56, menunjukkan momentum bullish mungkin mulai memudar. Retracement Fibonacci 50% di 1.3399 menjadi resistance langsung, sementara penutupan di bawah 1.3307 bisa memicu penurunan lebih jauh ke 1.3200. Breakout ke atas di atas tertinggi Selasa di 1.3456 akan menargetkan level psikologis 1.3500.

Apa selanjutnya? Semua mata tertuju pada data Indeks Harga Konsumen AS yang akan dirilis hari Kamis—bagaimana The Fed menavigasi ekspektasi inflasi bisa menjadi penentu apakah Pound Sterling akan menemukan pijakan atau semakin tenggelam terhadap Dolar dalam waktu dekat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)