Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Yield adalah apa dan mengapa investor harus memberi perhatian pada hal ini
Dalam investasi, kata “Yield” sering dibahas secara rutin, tetapi banyak investor pemula masih belum benar-benar memahami apa itu dan mengapa hal tersebut penting dalam pengambilan keputusan investasi. Artikel ini akan mengulas Yield secara mendalam agar Anda memiliki pengetahuan dasar yang jelas dan dapat mengaplikasikannya secara nyata.
Yield adalah imbal hasil dari investasi, bukan keuntungan dari perdagangan
Sebagian besar pemula sering bingung antara Yield dan Return. Kedua kata ini memiliki arti yang berbeda.
Yield merujuk pada tingkat imbal hasil yang diharapkan dari kepemilikan aset secara rutin, tanpa memperhitungkan perubahan harga. Yield berasal dari sumber seperti dividen, bunga, atau sewa.
Sedangkan Return adalah total imbal hasil yang benar-benar Anda terima, termasuk Yield ditambah keuntungan atau kerugian dari perubahan harga aset.
Contoh agar lebih jelas
Cara menghitung Yield yang praktis
Rumus dasar:
Yield = (Pendapatan per tahun / Harga saat ini) × 100%
Perhitungan Yield berbeda tergantung jenis aset:
1. Dividend Yield dari saham
Dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga saham
Contoh: Perusahaan X membayar dividen 8 rupiah per saham, harga pasar saat ini 160 rupiah
Ini berarti jika Anda berinvestasi 160 rupiah, Anda akan mendapatkan pendapatan 5% per tahun dari dividen.
2. Bond Yield dari surat utang
Surat utang memiliki harga beli dan tingkat bunga
Contoh: Membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 4% per tahun
3. Earnings Yield dari laba perusahaan
Dihitung dari laba bersih per saham dibagi harga saham
Contoh: Perusahaan Y memiliki laba bersih 6 rupiah per saham, harga saham 120 rupiah
4. Mutual Funds Yield dari dana bersama
Menggabungkan dividen dari saham dan bunga dari surat utang dalam portofolio
Contoh: Dana memiliki pendapatan total 120 rupiah dengan nilai bersih 1.200 rupiah
Faktor-faktor yang mempengaruhi Yield investasi
Tingkat risiko
Investasi dengan risiko tinggi harus menawarkan Yield tinggi untuk mengkompensasi risiko tersebut, misalnya saham teknologi startup biasanya memberikan Yield lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.
Kondisi ekonomi dan pasar
Suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi, dan risiko politik mempengaruhi Yield yang didapat dari investasi.
Jangka waktu investasi
Secara umum, investasi jangka panjang (5-10 tahun) cenderung menghasilkan Yield yang terkumpul lebih tinggi.
Kebijakan perusahaan
Kebijakan pembayaran dividen, investasi dalam riset, atau ekspansi bisnis akan mempengaruhi Yield di masa depan.
Jenis aset
Surat utang biasanya memberikan Yield yang dapat diperkirakan, sedangkan komoditas (seperti emas) cenderung memberikan Yield lebih rendah tetapi risiko juga lebih rendah.
Perbandingan Yield dari berbagai jenis aset
Saham (Stock Yield)
Obligasi dan surat utang (Bond Yield)
Properti (Real Estate Yield)
Dana bersama (Mutual Funds Yield)
Kripto (Crypto Yield)
Siapa yang cocok dengan Yield tertinggi
Pemilihan Yield yang sesuai tergantung situasi pribadi Anda:
Jika Anda membutuhkan pendapatan tetap: Pilih aset dengan Dividend Yield atau Bond Yield yang stabil, seperti saham blue-chip atau obligasi pemerintah.
Jika Anda masih belajar dan memiliki toleransi risiko: Investasikan di saham pertumbuhan atau dana investasi, yang Yield-nya lebih rendah tetapi berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.
Jika Anda mempersiapkan pensiun: Kombinasikan surat utang (untuk kestabilan) dan saham dividen (untuk pendapatan dan pertumbuhan).
Jika Anda menyukai risiko: Aset dengan Yield tinggi seperti saham teknologi atau kripto, tetapi harus dikelola dengan hati-hati.
Poin penting yang harus diingat
Yield bukan seluruh imbal hasil: Yield adalah pendapatan rutin, tetapi jika digabungkan dengan keuntungan/kerugian dari perubahan harga, akan menjadi Return total.
Risiko tinggi, Yield tinggi: Tidak ada yang gratis. Jika Yield terlihat terlalu tinggi, periksa risiko tersembunyi.
Yield masa lalu tidak menjamin masa depan: Bisnis berubah, kebijakan perusahaan berubah, Yield bisa menurun.
Pelajari sebelum berinvestasi: Baca laporan tahunan, ikuti berita industri, pahami faktor yang mempengaruhi Yield.
Kesimpulan
Yield adalah konsep utama dalam investasi yang membantu Anda menilai bagaimana uang Anda akan menghasilkan pendapatan rutin. Apapun jenis aset yang Anda pilih—saham, obligasi, properti, atau dana bersama—memahami dan membandingkan Yield dari berbagai aset akan membantu Anda membangun portofolio yang seimbang antara pendapatan saat ini dan pertumbuhan di masa depan. Ingatlah bahwa Yield tinggi datang dengan risiko tinggi, jadi penting untuk belajar dan melakukan diversifikasi risiko.