Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
3 Indikator yang membantu Anda menangkap titik balik dan mencari peluang mendapatkan keuntungan tambahan
Menemukan titik balik di pasar kripto dianggap sebagai mimpi bagi para trader sejati karena zona ini memberikan harga terbaik dalam pergerakan. Baik itu titik balik dalam tren naik, trader memiliki peluang menjual pada harga tertinggi, atau jika titik balik dalam tren turun, mereka dapat membeli pada harga terendah.
Namun demikian, memperkirakan titik balik hanya dengan analisis data, mengikuti berita, atau melihat angka secara kasat mata mungkin terlalu berisiko. Oleh karena itu, trader profesional cenderung mengandalkan indicator untuk menunjukkan titik balik guna membantu memperkirakan kerangka tren secara kasar agar sistem trading dapat berjalan lebih akurat dan dapat dipercaya.
Prinsip Memilih Indicator yang Membantu Menunjukkan Titik Balik
Indicator yang menunjukkan titik balik sebagian besar adalah indikator Momentum yang membantu mengidentifikasi zona Overbought (jenuh beli) dan Oversold (jenuh jual), yang memungkinkan kita melihat kekuatan pergerakan harga secara jelas.
Namun demikian, penggunaan indikator jenis ini secara langsung sering mengalami masalah ketidakakuratan, terutama saat pasar berada dalam tren yang sangat kuat sehingga terjadi Overbought atau Oversold berulang kali. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara menggunakan indikator dengan benar. Trader yang ahli biasanya menggunakan teknik Divergence (ketidaksesuaian) untuk menemukan titik balik yang lebih aman.
3 Indicator Terpopuler untuk Menemukan Titik Balik
1. RSI Divergence - Indikator tingkat kekuatan
RSI (Relative Strength Index) adalah indikator Momentum yang nilainya berkisar antara 0-100. Trader sudah familiar dengan cara membaca dasar sebagai berikut:
Namun demikian, metode ini akurat hanya dalam pasar Sideways. Ketika pasar sedang tren kuat, RSI akan terus menunjukkan Overbought/Oversold, sehingga menjual di zona Overbought atau membeli di zona Oversold tidak selalu menunjukkan titik balik yang sebenarnya.
Cara yang lebih aman: Gunakan RSI Divergence
★ Bearish Divergence (Sinyal turun dalam tren naik) ★
★ Bullish Divergence (Sinyal naik dalam tren turun) ★
2. MACD Divergence - Indikator tren dan momentum
MACD (Moving Average Convergence Divergence) populer karena dapat digunakan untuk melihat tren dan momentum sekaligus.
Menunjukkan tren:
Menunjukkan momentum: Lihat nilai Histogram (selisih antara MACD dan garis Signal):
Namun demikian, hanya melihat melemahnya momentum tidak cukup untuk mengidentifikasi titik balik. Kita perlu menggunakan teknik MACD Divergence
★ Bearish Divergence (Sinyal turun dalam tren naik) ★
★ Bullish Divergence (Sinyal naik dalam tren turun) ★
( 3. OBV Divergence - Indikator volume
Selain indikator Momentum, volume juga berguna untuk mengonfirmasi titik balik. OBV )On-Balance Volume### dihitung dari volume dan arah candle (warna hijau atau merah) untuk mengukur rasio pembelian/penjualan.
Kita juga dapat menggunakan OBV Divergence untuk mengidentifikasi titik balik.
(# ★ Bearish Divergence )Sinyal turun dalam tren naik### ★
Perhatikan harga yang terus naik membuat tertinggi baru, tetapi OBV menunjukkan konflik: cenderung menurun, yang berarti bahwa meskipun harga naik, volume penjualan bertambah. Ini adalah Bearish Divergence dan tidak stabil, berpotensi berbalik menjadi tren turun.
(# ★ Bullish Divergence )Sinyal naik dalam tren turun### ★
Perhatikan harga yang terus menurun membuat terendah baru, tetapi OBV menunjukkan konflik: cenderung meningkat, yang berarti bahwa meskipun harga turun, volume pembelian bertambah. Ini adalah Bullish Divergence dan tidak stabil, berpotensi berbalik menjadi tren naik.
Kesimpulan: Teknik Divergence Membantu Lebih Akurat
Sekarang kita telah mengenal 3 indicator untuk menunjukkan titik balik yang membantu trader menangkap titik balik lebih akurat, baik itu RSI, MACD, maupun OBV, dengan memperhatikan Divergence daripada nilai langsung.
Teknik kecil ini mungkin terlihat rumit, tetapi sangat efektif dan dapat diterapkan pada indikator lain dalam bidang momentum atau volume yang kita kuasai. Caranya adalah dengan mengamati sinyal konflik antara harga dan momentum/volume, lalu mencari titik masuk yang sesuai.
Dengan menerapkan teknik ini dalam trading nyata, Anda akan menemukan bahwa mencari titik balik bukan lagi hal yang spesifik, melainkan alat yang sangat berguna untuk meningkatkan peluang profit Anda.