Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar saham tahun 2025 sangat cerah, terutama saham konsep AI yang terus-menerus mencatat rekor tertinggi. Tapi jika kamu bertanya kepada bos hedge fund Ray Dalio tentang apa yang paling dia percaya, jawabannya mungkin akan membuatmu terkejut—pandangan utamanya sama sekali tidak pada saham.
Dalio baru-baru ini menyoroti sebuah fakta yang mudah diabaikan: yang benar-benar menentukan keberhasilan atau kegagalan investasi bukanlah seberapa banyak sebuah saham naik, melainkan nilai uang yang kamu pegang sendiri yang sedang mengalami depresiasi.
Ambil contoh pasar saham AS. Secara kasat mata, pasar saham AS tahun 2025 naik 18%, terdengar bagus. Tapi jika dilihat dari sudut pandang lain—menggunakan emas sebagai ukuran—pasar saham AS sebenarnya turun 28%. Lebih menyakitkan lagi, depresiasi dolar terhadap emas mencapai 39%.
Logika di balik ini sangat sederhana: semua mata uang utama di dunia sedang mengalami depresiasi, hanya saja kecepatan masing-masing berbeda. Performa dolar AS tahun 2025 adalah:
Depresiasi terhadap Yen Jepang kurang dari 1%, terhadap Renminbi 4%, terhadap Euro 12%, dan terhadap Franc Swiss 13%. Angka-angka ini terlihat lembut, tapi jika dijumlahkan, menjadi masalah besar.
Lalu emas? Aset lindung nilai tertua di dunia ini, dan juga aset cadangan terbesar kedua, yang dihitung dalam dolar, naik 65%. Ini bukan cerita spekulasi, melainkan representasi paling langsung dari depresiasi mata uang.
Inti pesan yang ingin disampaikan Dalio adalah: ketika satuan pengukuran nilai sendiri sedang mengalami depresiasi, bahkan keuntungan persentase setinggi apapun bisa jadi ilusi. Cerita investasi terbesar tahun 2025 sebenarnya adalah bagaimana seluruh mesin besar "mata uang—utang—pasar—ekonomi" ini berputar kembali. Para investor yang hanya melihat angka saham mungkin melewatkan sinyal yang lebih penting.