Masalah uang adalah sesuatu yang mengikuti kita sepanjang hidup, mulai dari bangun tidur hingga tertidur kembali. Karena setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pengeluaran, tabungan, atau investasi. Lalu, seberapa banyak orang Thailand yang memahami hal ini? Masalahnya adalah sekolah tidak mengajarkan, keluarga tidak mengajarkan, sehingga setiap orang harus belajar dari pengalaman sendiri, coba-coba.
Financial literacy yang berarti “keterampilan pengetahuan keuangan” adalah kemampuan untuk mengatur uang sendiri secara teratur, membuat keputusan keuangan dengan sadar, dan tidak menjadi korban masalah utang.
Mengapa Financial Literacy Penting?
Bayangkan sejenak jika Anda membeli sesuatu yang tidak diperlukan. Menurut Warren Buffett: “Jika Anda membeli barang yang tidak perlu, dalam waktu singkat Anda harus menjual barang yang diperlukan.”
Inilah masalahnya. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan, disimpan sebagai cadangan krisis, atau diinvestasikan agar uang bertambah, malah digunakan untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Lama kelamaan, stres keuangan pun mulai muncul.
Orang yang memiliki financial literacy yang baik akan memiliki banyak keuntungan:
Tidak menjadi korban masalah utang karena tahu cara bernegosiasi syarat pinjaman
Siap menghadapi krisis karena memiliki dana cadangan
Mencapai tujuan hidup seperti membeli rumah, berlibur ke luar negeri, atau pensiun dengan nyaman
Merasa percaya diri dengan kehidupan dan tidak stres soal uang
5 Komponen Utama dari Financial Literacy
1. Penyusunan Anggaran (Budgeting)
Ini adalah dasar. Anda harus tahu berapa uang masuk dan ke mana saja uang tersebut pergi, dengan membagi uang menjadi:
Pengeluaran penting (tempat tinggal, perjalanan udara, bahan makanan)
Pengeluaran tidak penting (hiburan, hadiah)
Tabungan (untuk masa depan)
Dana darurat
2. Menabung (Saving)
Jika Anda tidak memiliki kebiasaan menabung, sulit untuk membangun dana darurat. Pertimbangkan, jika gaji 18.000 Baht, berapa yang harus disisihkan? Menganggap 10-20% dari pendapatan sudah cukup untuk memiliki dana cadangan yang memadai.
3. Investasi (Investment)
Uang yang disimpan jika tidak diinvestasikan akan terkikis terus-menerus karena inflasi. Cara berpikir orang yang memahami financial literacy adalah uang tabungan harus digunakan untuk mencari penghasilan tambahan, baik melalui saham, obligasi, reksa dana, maupun investasi lainnya.
4. Pengelolaan Utang (Debt Management)
Semua orang mungkin memiliki utang, seperti utang pendidikan, kartu kredit, atau pinjaman rumah. Yang penting adalah Anda harus tahu, jika terlambat membayar, berapa bunga yang dikenakan, dan utang tersebut bisa menjadi besar. Oleh karena itu, harus memahami syarat pinjaman dengan jelas dan membayar tepat waktu.
5. Pemahaman tentang Pajak dan Pemilihan Produk Keuangan (Financial Products)
Baik itu rekening tabungan, kartu kredit, maupun aset digital, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda harus memahami produk mana yang sesuai dengan diri sendiri. Dalam memilih produk, pertimbangkan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang siap diterima.
Manfaat nyata dari memiliki Financial Literacy
Mencegah kesalahan besar: Jika Anda tidak memahami syarat pinjaman dengan bunga mengambang, saat bunga naik, Anda bisa terjebak. Masalah seperti ini biasanya menyebabkan masalah ekonomi jangka panjang.
Mempersiapkan hal tak terduga: Kehilangan pekerjaan, sakit, biaya pengobatan yang mahal—hal-hal ini bisa datang kapan saja? Tidak ada yang tahu. Tapi jika Anda memiliki dana cadangan 3-6 bulan biaya hidup, masalah tidak akan menjadi besar.
Mencapai tujuan hidup: Ingin membeli rumah? Ingin pensiun cepat? Ingin anak bersekolah dengan baik? Semua ini harus direncanakan, bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Keahlian ini akan membantu Anda tahu berapa banyak uang yang harus disimpan dan kapan harus mulai.
Kepercayaan diri dalam hidup: Ketika Anda tahu ke mana uang Anda pergi, mengapa ke sana, dan bagaimana hal itu membantu kebahagiaan hidup—kepercayaan diri pun akan meningkat.
Contoh nyata: Mani dan penggunaan Financial Literacy
Mani baru saja lulus universitas dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji 18.000 Baht. Hari ini, dia memutuskan menerapkan financial literacy dalam hidupnya sebagai berikut:
Langkah pertama: Membuat anggaran dengan membagi pendapatan menjadi sewa 5.000 Baht, utilitas 1.500 Baht, bahan makanan 3.000 Baht, transportasi 1.000 Baht, hiburan 1.500 Baht, dan menyisihkan 6.000 Baht (sebagai tabungan dan dana darurat)
Langkah kedua: Membuka rekening tabungan berbunga tinggi untuk menyimpan dana darurat. Setelah cukup, dia mulai belajar tentang investasi di saham atau reksa dana.
Langkah ketiga: Dia menyadari bahwa ini adalah proses belajar berkelanjutan. Dia membaca buku keuangan, mendengarkan podcast, mengikuti workshop agar lebih memahami pasar dan tren.
Setelah 2-3 tahun, Mani memiliki dana cadangan yang cukup, dan meskipun pekerjaannya berisiko, dia tidak stres karena tahu ada dana cadangan.
Financial Literacy dan investasi di pasar (seperti saham, pasar crypto)
Jika Anda ingin berinvestasi agar mendapatkan keuntungan, Anda harus memahami dasar-dasar pasar, seperti:
Pelajari cara membeli dan menjual terlebih dahulu: Pasar saham atau crypto bisa sangat fluktuatif. Anda harus tahu, jika saham naik 10% lalu turun 10%, posisi Anda di mana? (Jawaban: Tidak kembali ke posisi awal)
Tentukan tujuan dan rencanakan pengurangan risiko: Jangan menaruh semua uang di satu tempat. Sebarkan investasi.
Ikuti berita dan informasi: Ekonomi, kebijakan utama, berita harian—semuanya mempengaruhi harga.
Kenali pengelolaan risiko: Rencanakan titik kerugian (stop loss) dengan jelas, jangan biarkan emosi mengendalikan.
Cara mengembangkan Financial Literacy sendiri
1. Membaca buku dan mencari info online
Ada banyak situs web, YouTube, podcast yang mengajarkan keuangan dari dasar hingga tingkat tinggi. Yang penting adalah mencari sumber yang terpercaya dan terbaru.
2. Minta saran dari ahli
Kadang-kadang, penggunaan uang yang benar tidak selalu jelas, atau industri keuangan berubah dengan cepat. Konsultasikan dengan profesional jika perlu.
3. Bersiap menghadapi hal tak terduga
Semua orang harus memiliki dana cadangan 3-6 bulan biaya hidup di rekening yang mudah diakses.
4. Rencanakan pensiun
Tidak pernah terlambat untuk mulai menabung. Mulailah secara bertahap, beli produk pensiun yang sesuai, dan hitung berapa pengeluaran bulanan saat pensiun.
5. Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Jika ingin menabung lebih banyak, terkadang harus memilih membeli barang penting terlebih dahulu, sisihkan, dan belanja lagi bulan depan.
Kesimpulan: Mengapa harus memiliki Financial Literacy?
Financial literacy adalah keterampilan yang tidak bisa diabaikan saat ini. Apapun pekerjaan Anda—karyawan, pekerja lepas, pengusaha—semuanya membutuhkan uang, membuat keputusan keuangan, dan menentukan ke mana uang akan dialokasikan.
Dengan memiliki financial literacy yang baik:
Stres keuangan akan berkurang setengahnya
Kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan akan meningkat
Tujuan hidup menjadi lebih realistis dan tercapai
Jika Anda pemula dalam investasi, mulai dari pasar saham atau instrumen yang familiar. Ada banyak alat yang membantu pemula memahami dengan mudah, seperti akun demo (demo account) untuk belajar sebelum benar-benar berinvestasi.
Singkatnya: Mulailah belajar hari ini, agar masa depan lebih aman 🎯
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Keterampilan literasi keuangan (Financial Literacy): Mengapa perlu dan bagaimana memulainya?
Masalah uang adalah sesuatu yang mengikuti kita sepanjang hidup, mulai dari bangun tidur hingga tertidur kembali. Karena setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pengeluaran, tabungan, atau investasi. Lalu, seberapa banyak orang Thailand yang memahami hal ini? Masalahnya adalah sekolah tidak mengajarkan, keluarga tidak mengajarkan, sehingga setiap orang harus belajar dari pengalaman sendiri, coba-coba.
Financial literacy yang berarti “keterampilan pengetahuan keuangan” adalah kemampuan untuk mengatur uang sendiri secara teratur, membuat keputusan keuangan dengan sadar, dan tidak menjadi korban masalah utang.
Mengapa Financial Literacy Penting?
Bayangkan sejenak jika Anda membeli sesuatu yang tidak diperlukan. Menurut Warren Buffett: “Jika Anda membeli barang yang tidak perlu, dalam waktu singkat Anda harus menjual barang yang diperlukan.”
Inilah masalahnya. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan, disimpan sebagai cadangan krisis, atau diinvestasikan agar uang bertambah, malah digunakan untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Lama kelamaan, stres keuangan pun mulai muncul.
Orang yang memiliki financial literacy yang baik akan memiliki banyak keuntungan:
5 Komponen Utama dari Financial Literacy
1. Penyusunan Anggaran (Budgeting)
Ini adalah dasar. Anda harus tahu berapa uang masuk dan ke mana saja uang tersebut pergi, dengan membagi uang menjadi:
2. Menabung (Saving)
Jika Anda tidak memiliki kebiasaan menabung, sulit untuk membangun dana darurat. Pertimbangkan, jika gaji 18.000 Baht, berapa yang harus disisihkan? Menganggap 10-20% dari pendapatan sudah cukup untuk memiliki dana cadangan yang memadai.
3. Investasi (Investment)
Uang yang disimpan jika tidak diinvestasikan akan terkikis terus-menerus karena inflasi. Cara berpikir orang yang memahami financial literacy adalah uang tabungan harus digunakan untuk mencari penghasilan tambahan, baik melalui saham, obligasi, reksa dana, maupun investasi lainnya.
4. Pengelolaan Utang (Debt Management)
Semua orang mungkin memiliki utang, seperti utang pendidikan, kartu kredit, atau pinjaman rumah. Yang penting adalah Anda harus tahu, jika terlambat membayar, berapa bunga yang dikenakan, dan utang tersebut bisa menjadi besar. Oleh karena itu, harus memahami syarat pinjaman dengan jelas dan membayar tepat waktu.
5. Pemahaman tentang Pajak dan Pemilihan Produk Keuangan (Financial Products)
Baik itu rekening tabungan, kartu kredit, maupun aset digital, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda harus memahami produk mana yang sesuai dengan diri sendiri. Dalam memilih produk, pertimbangkan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang siap diterima.
Manfaat nyata dari memiliki Financial Literacy
Mencegah kesalahan besar: Jika Anda tidak memahami syarat pinjaman dengan bunga mengambang, saat bunga naik, Anda bisa terjebak. Masalah seperti ini biasanya menyebabkan masalah ekonomi jangka panjang.
Mempersiapkan hal tak terduga: Kehilangan pekerjaan, sakit, biaya pengobatan yang mahal—hal-hal ini bisa datang kapan saja? Tidak ada yang tahu. Tapi jika Anda memiliki dana cadangan 3-6 bulan biaya hidup, masalah tidak akan menjadi besar.
Mencapai tujuan hidup: Ingin membeli rumah? Ingin pensiun cepat? Ingin anak bersekolah dengan baik? Semua ini harus direncanakan, bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Keahlian ini akan membantu Anda tahu berapa banyak uang yang harus disimpan dan kapan harus mulai.
Kepercayaan diri dalam hidup: Ketika Anda tahu ke mana uang Anda pergi, mengapa ke sana, dan bagaimana hal itu membantu kebahagiaan hidup—kepercayaan diri pun akan meningkat.
Contoh nyata: Mani dan penggunaan Financial Literacy
Mani baru saja lulus universitas dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji 18.000 Baht. Hari ini, dia memutuskan menerapkan financial literacy dalam hidupnya sebagai berikut:
Langkah pertama: Membuat anggaran dengan membagi pendapatan menjadi sewa 5.000 Baht, utilitas 1.500 Baht, bahan makanan 3.000 Baht, transportasi 1.000 Baht, hiburan 1.500 Baht, dan menyisihkan 6.000 Baht (sebagai tabungan dan dana darurat)
Langkah kedua: Membuka rekening tabungan berbunga tinggi untuk menyimpan dana darurat. Setelah cukup, dia mulai belajar tentang investasi di saham atau reksa dana.
Langkah ketiga: Dia menyadari bahwa ini adalah proses belajar berkelanjutan. Dia membaca buku keuangan, mendengarkan podcast, mengikuti workshop agar lebih memahami pasar dan tren.
Setelah 2-3 tahun, Mani memiliki dana cadangan yang cukup, dan meskipun pekerjaannya berisiko, dia tidak stres karena tahu ada dana cadangan.
Financial Literacy dan investasi di pasar (seperti saham, pasar crypto)
Jika Anda ingin berinvestasi agar mendapatkan keuntungan, Anda harus memahami dasar-dasar pasar, seperti:
Pelajari cara membeli dan menjual terlebih dahulu: Pasar saham atau crypto bisa sangat fluktuatif. Anda harus tahu, jika saham naik 10% lalu turun 10%, posisi Anda di mana? (Jawaban: Tidak kembali ke posisi awal)
Tentukan tujuan dan rencanakan pengurangan risiko: Jangan menaruh semua uang di satu tempat. Sebarkan investasi.
Ikuti berita dan informasi: Ekonomi, kebijakan utama, berita harian—semuanya mempengaruhi harga.
Kenali pengelolaan risiko: Rencanakan titik kerugian (stop loss) dengan jelas, jangan biarkan emosi mengendalikan.
Cara mengembangkan Financial Literacy sendiri
1. Membaca buku dan mencari info online
Ada banyak situs web, YouTube, podcast yang mengajarkan keuangan dari dasar hingga tingkat tinggi. Yang penting adalah mencari sumber yang terpercaya dan terbaru.
2. Minta saran dari ahli
Kadang-kadang, penggunaan uang yang benar tidak selalu jelas, atau industri keuangan berubah dengan cepat. Konsultasikan dengan profesional jika perlu.
3. Bersiap menghadapi hal tak terduga
Semua orang harus memiliki dana cadangan 3-6 bulan biaya hidup di rekening yang mudah diakses.
4. Rencanakan pensiun
Tidak pernah terlambat untuk mulai menabung. Mulailah secara bertahap, beli produk pensiun yang sesuai, dan hitung berapa pengeluaran bulanan saat pensiun.
5. Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Jika ingin menabung lebih banyak, terkadang harus memilih membeli barang penting terlebih dahulu, sisihkan, dan belanja lagi bulan depan.
Kesimpulan: Mengapa harus memiliki Financial Literacy?
Financial literacy adalah keterampilan yang tidak bisa diabaikan saat ini. Apapun pekerjaan Anda—karyawan, pekerja lepas, pengusaha—semuanya membutuhkan uang, membuat keputusan keuangan, dan menentukan ke mana uang akan dialokasikan.
Dengan memiliki financial literacy yang baik:
Jika Anda pemula dalam investasi, mulai dari pasar saham atau instrumen yang familiar. Ada banyak alat yang membantu pemula memahami dengan mudah, seperti akun demo (demo account) untuk belajar sebelum benar-benar berinvestasi.
Singkatnya: Mulailah belajar hari ini, agar masa depan lebih aman 🎯