## Mengapa Trader CFD Perlu Mengetahui Current Ratio?
**Current ratio** adalah indikator keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek. Bagi trader CFD saham, ini membantu menyaring opsi yang tidak aman. Rasio ini membandingkan aset yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun dengan utang yang harus dibayar dalam tahun tersebut. Semakin tinggi rasio, semakin besar perusahaan memiliki kas yang cukup untuk membayar utang dengan mudah.
## Bagaimana Cara Menghitung Current Ratio?
Rumus dasar: **Current Ratio = Aset Lancar ÷ Kewajiban Lancar**
Mari kita lihat contoh nyata di Amazon untuk tahun 2019: - Aset Lancar: 96,3 miliar dolar - Kewajiban Lancar: 87,8 miliar dolar - Current Ratio = 96,3 ÷ 87,8 = **1,1**
Nilai 1,1 berarti Amazon memiliki aset berupa kas sebesar 1,1 kali dari utang yang harus dibayar, cukup untuk membayar, tetapi tidak banyak ruang cadangan.
## Komponen dari Current Ratio
### Apa saja aset lancar?
Aset lancar adalah sumber daya yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun, meliputi:
- **Kas dan setara kas**: uang tunai, koin, dan saldo rekening - **Sekuritas yang diperdagangkan**: saham dan obligasi yang mudah dijual - **Piutang usaha**: uang yang pelanggan hutang ke perusahaan - **Persediaan**: barang siap jual dan bahan baku - **Aset lain-lain**: biaya sewa dibayar di muka, asuransi, dll.
### Apa saja kewajiban lancar?
Kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dibayar dalam satu tahun, seperti:
- **Hutang usaha**: uang yang hutang ke pemasok dan pelanggan - **Hutang jangka pendek**: pinjaman yang jatuh tempo dalam tahun ini - **Pendapatan diterima di muka**: uang dari pelanggan yang belum dikirimkan barang - **Kewajiban lain**: biaya, pajak, dll.
## Berapa Current Ratio yang Baik?
**Standar emas: 1,5 sampai 2,0**
- **Mulai dari 1,5 ke atas**: perusahaan memiliki aset 1,5-2 kali dari utang, menunjukkan kesehatan keuangan yang baik - **Tepat 1,0**: cukup berisiko, aset sama dengan utang, ada ruang risiko - **Lebih dari 2,0**: bisa berarti aset terlalu likuid, tidak diinvestasikan secara efisien - **Di bawah 1,0**: peringatan, perusahaan mungkin tidak mampu membayar utang tepat waktu
## Masalah Umum Saat Melihat Current Ratio
### 1. Persediaan menipu
Aset lancar bisa saja banyak persediaan yang lambat terjual atau tidak terjual sama sekali. Perusahaan mungkin mengklaim likuiditas tinggi, padahal uangnya terikat di persediaan lama.
### 2. Tidak memperhatikan arus kas
Current ratio tinggi tidak selalu berarti uang tunai masuk. Perusahaan bisa saja memiliki banyak piutang yang lambat dikumpulkan atau persediaan yang tidak laku.
### 3. Piutang tidak tertagih
Sebagian piutang bisa jadi sudah kadaluarsa atau tidak bisa dikumpulkan, sehingga current ratio tinggi padahal uangnya tidak bisa diambil.
### 4. Tidak memperhitungkan pendapatan
Perusahaan dengan current ratio kuat mungkin belum menghasilkan laba, indikator ini hanya menunjukkan kemampuan membayar utang, bukan profitabilitas.
### 5. Perbedaan industri
Retail dan hotel membutuhkan current ratio berbeda. Toko ritel bisa saja memiliki rasio lebih rendah dibanding hotel, tetapi kesehatan keuangannya berbeda.
### 6. Kewajiban off-balance sheet
Perusahaan mungkin memiliki kontrak sewa atau kewajiban lain yang tidak tercantum di neraca, tetapi tetap harus dibayar.
## Kesalahpahaman: Current Ratio Tinggi ≠ Kesehatan Baik
Banyak orang berpikir bahwa current ratio tinggi selalu baik, tetapi sebenarnya...
### Menipu tentang likuiditas
Aset tinggi tidak selalu berarti cepat diubah menjadi kas, jika uang terikat di persediaan atau piutang yang lambat.
### Tidak menunjukkan penggunaan uang yang efisien
Current ratio tinggi bisa saja berarti perusahaan memiliki kas berlebih, tetapi tidak diinvestasikan untuk pertumbuhan. Ini disebut "mengurangi pengembalian".
### Semakin tinggi tidak selalu lebih baik
Current ratio di atas 3 mungkin menunjukkan perusahaan tidak mampu menghasilkan uang, dana tersimpan di rekening bank.
### Tidak mengurangi risiko
Aset banyak tidak menjamin perusahaan tidak rentan jika pelanggan besar melarikan diri.
### Tidak sama dengan stabilitas
Perusahaan dengan current ratio 2,0 masih bisa memiliki utang besar, pendapatan tidak pasti, atau biaya tinggi. Rasio tunggal tidak cukup untuk menilai semuanya.
## Bagaimana Trader CFD Menggunakan Current Ratio?
### Periksa kesehatan sebelum membuka posisi beli
Periksa current ratio perusahaan. Jika 1,5-2,0, itu sinyal baik. Jika di bawah 1,0, hindari atau berhati-hati.
### Ukur suasana pasar
Dalam krisis ekonomi, perusahaan dengan current ratio kuat lebih bertahan, memberi peluang lebih baik.
### Konfirmasi dengan analisis teknikal
Jika current ratio baik DAN indikator sinyal naik menunjukkan peluang lebih baik untuk posisi beli.
### Pantau laporan keuangan
Lihat perubahan current ratio dari kuartal ke kuartal. Jika menurun terus, bisa menandakan kekurangan likuiditas dan potensi tren negatif.
## Gunakan uang dengan bijak
Perusahaan yang baik tahu harus menyeimbangkan:
- **Mengumpulkan cukup uang untuk berjalan**: memiliki current ratio cukup untuk membayar utang dengan nyaman - **Berinvestasi untuk pertumbuhan**: tidak menyimpan uang berlebih, harus mengalokasikan untuk ekspansi, R&D, pasar baru
Di antara keduanya, perusahaan yang punya masa depan vs yang bangkrut.
## Kesimpulan
**Current ratio** adalah indikator yang baik, tetapi... tidak seluruh cerita. Harus selalu melihat komponen aset, kualitas piutang, efisiensi penggunaan uang, dan faktor lain.
Bagi trader CFD yang mencari perusahaan untuk trading, gunakan current ratio bersama quick ratio, rasio utang terhadap ekuitas, arus kas, dan laba. Jika semuanya baik, posisi tersebut layak dipertimbangkan. Untuk info lebih lengkap >> [Quick Ratio apa itu dan mengapa penting? Cara mudah menghitung Quick Ratio]( [Bagaimana cara membeli saham Amazon? Langkah-langkah lengkap membeli saham Amazon](
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Mengapa Trader CFD Perlu Mengetahui Current Ratio?
**Current ratio** adalah indikator keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek. Bagi trader CFD saham, ini membantu menyaring opsi yang tidak aman. Rasio ini membandingkan aset yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun dengan utang yang harus dibayar dalam tahun tersebut. Semakin tinggi rasio, semakin besar perusahaan memiliki kas yang cukup untuk membayar utang dengan mudah.
## Bagaimana Cara Menghitung Current Ratio?
Rumus dasar:
**Current Ratio = Aset Lancar ÷ Kewajiban Lancar**
Mari kita lihat contoh nyata di Amazon untuk tahun 2019:
- Aset Lancar: 96,3 miliar dolar
- Kewajiban Lancar: 87,8 miliar dolar
- Current Ratio = 96,3 ÷ 87,8 = **1,1**
Nilai 1,1 berarti Amazon memiliki aset berupa kas sebesar 1,1 kali dari utang yang harus dibayar, cukup untuk membayar, tetapi tidak banyak ruang cadangan.
## Komponen dari Current Ratio
### Apa saja aset lancar?
Aset lancar adalah sumber daya yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun, meliputi:
- **Kas dan setara kas**: uang tunai, koin, dan saldo rekening
- **Sekuritas yang diperdagangkan**: saham dan obligasi yang mudah dijual
- **Piutang usaha**: uang yang pelanggan hutang ke perusahaan
- **Persediaan**: barang siap jual dan bahan baku
- **Aset lain-lain**: biaya sewa dibayar di muka, asuransi, dll.
### Apa saja kewajiban lancar?
Kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dibayar dalam satu tahun, seperti:
- **Hutang usaha**: uang yang hutang ke pemasok dan pelanggan
- **Hutang jangka pendek**: pinjaman yang jatuh tempo dalam tahun ini
- **Pendapatan diterima di muka**: uang dari pelanggan yang belum dikirimkan barang
- **Kewajiban lain**: biaya, pajak, dll.
## Berapa Current Ratio yang Baik?
**Standar emas: 1,5 sampai 2,0**
- **Mulai dari 1,5 ke atas**: perusahaan memiliki aset 1,5-2 kali dari utang, menunjukkan kesehatan keuangan yang baik
- **Tepat 1,0**: cukup berisiko, aset sama dengan utang, ada ruang risiko
- **Lebih dari 2,0**: bisa berarti aset terlalu likuid, tidak diinvestasikan secara efisien
- **Di bawah 1,0**: peringatan, perusahaan mungkin tidak mampu membayar utang tepat waktu
## Masalah Umum Saat Melihat Current Ratio
### 1. Persediaan menipu
Aset lancar bisa saja banyak persediaan yang lambat terjual atau tidak terjual sama sekali. Perusahaan mungkin mengklaim likuiditas tinggi, padahal uangnya terikat di persediaan lama.
### 2. Tidak memperhatikan arus kas
Current ratio tinggi tidak selalu berarti uang tunai masuk. Perusahaan bisa saja memiliki banyak piutang yang lambat dikumpulkan atau persediaan yang tidak laku.
### 3. Piutang tidak tertagih
Sebagian piutang bisa jadi sudah kadaluarsa atau tidak bisa dikumpulkan, sehingga current ratio tinggi padahal uangnya tidak bisa diambil.
### 4. Tidak memperhitungkan pendapatan
Perusahaan dengan current ratio kuat mungkin belum menghasilkan laba, indikator ini hanya menunjukkan kemampuan membayar utang, bukan profitabilitas.
### 5. Perbedaan industri
Retail dan hotel membutuhkan current ratio berbeda. Toko ritel bisa saja memiliki rasio lebih rendah dibanding hotel, tetapi kesehatan keuangannya berbeda.
### 6. Kewajiban off-balance sheet
Perusahaan mungkin memiliki kontrak sewa atau kewajiban lain yang tidak tercantum di neraca, tetapi tetap harus dibayar.
## Kesalahpahaman: Current Ratio Tinggi ≠ Kesehatan Baik
Banyak orang berpikir bahwa current ratio tinggi selalu baik, tetapi sebenarnya...
### Menipu tentang likuiditas
Aset tinggi tidak selalu berarti cepat diubah menjadi kas, jika uang terikat di persediaan atau piutang yang lambat.
### Tidak menunjukkan penggunaan uang yang efisien
Current ratio tinggi bisa saja berarti perusahaan memiliki kas berlebih, tetapi tidak diinvestasikan untuk pertumbuhan. Ini disebut "mengurangi pengembalian".
### Semakin tinggi tidak selalu lebih baik
Current ratio di atas 3 mungkin menunjukkan perusahaan tidak mampu menghasilkan uang, dana tersimpan di rekening bank.
### Tidak mengurangi risiko
Aset banyak tidak menjamin perusahaan tidak rentan jika pelanggan besar melarikan diri.
### Tidak sama dengan stabilitas
Perusahaan dengan current ratio 2,0 masih bisa memiliki utang besar, pendapatan tidak pasti, atau biaya tinggi. Rasio tunggal tidak cukup untuk menilai semuanya.
## Bagaimana Trader CFD Menggunakan Current Ratio?
### Periksa kesehatan sebelum membuka posisi beli
Periksa current ratio perusahaan. Jika 1,5-2,0, itu sinyal baik. Jika di bawah 1,0, hindari atau berhati-hati.
### Ukur suasana pasar
Dalam krisis ekonomi, perusahaan dengan current ratio kuat lebih bertahan, memberi peluang lebih baik.
### Konfirmasi dengan analisis teknikal
Jika current ratio baik DAN indikator sinyal naik menunjukkan peluang lebih baik untuk posisi beli.
### Pantau laporan keuangan
Lihat perubahan current ratio dari kuartal ke kuartal. Jika menurun terus, bisa menandakan kekurangan likuiditas dan potensi tren negatif.
## Gunakan uang dengan bijak
Perusahaan yang baik tahu harus menyeimbangkan:
- **Mengumpulkan cukup uang untuk berjalan**: memiliki current ratio cukup untuk membayar utang dengan nyaman
- **Berinvestasi untuk pertumbuhan**: tidak menyimpan uang berlebih, harus mengalokasikan untuk ekspansi, R&D, pasar baru
Di antara keduanya, perusahaan yang punya masa depan vs yang bangkrut.
## Kesimpulan
**Current ratio** adalah indikator yang baik, tetapi... tidak seluruh cerita. Harus selalu melihat komponen aset, kualitas piutang, efisiensi penggunaan uang, dan faktor lain.
Bagi trader CFD yang mencari perusahaan untuk trading, gunakan current ratio bersama quick ratio, rasio utang terhadap ekuitas, arus kas, dan laba. Jika semuanya baik, posisi tersebut layak dipertimbangkan. Untuk info lebih lengkap >> [Quick Ratio apa itu dan mengapa penting? Cara mudah menghitung Quick Ratio]( [Bagaimana cara membeli saham Amazon? Langkah-langkah lengkap membeli saham Amazon](