Jika Anda ingin menghindari membeli di puncak dan menjual di dasar, maka Oversold Overbought ini tidak boleh dilewatkan. Ini adalah alat peringatan risiko paling praktis dalam analisis teknikal, yang dapat membantu trader menemukan peluang pembalikan dalam kondisi pasar ekstrem.
Logika Inti Oversold Overbought
Secara esensial, Oversold Overbought adalah penilaian kuantitatif terhadap emosi pasar yang ekstrem. Ketika aset dijual sangat murah (Oversold), atau diborong sangat tinggi (Overbought), biasanya itu menandakan bahwa tren telah mencapai posisi yang tidak berkelanjutan.
Apa itu Oversold (Super Jual)
Apa arti kondisi oversold? Kekuatan penjual sudah habis. Ketika harga aset turun ke level yang tidak masuk akal, bahkan bearish mulai kehabisan tenaga, biasanya akan terjadi rebound. Trader sebaiknya tidak terus menjual saat ini, melainkan mencari peluang masuk—karena melanjutkan penurunan justru berarti membeli di harga dasar.
Ciri oversold biasanya terlihat seperti ini: RSI di bawah 30, atau indikator Stochastic %K di bawah 20, yang menandakan pasar memasuki zona oversold.
Apa itu Overbought (Super Beli)
Overbought berarti pembeli sudah kehabisan kekuatan beli baru. Harga didorong terlalu tinggi, begitu tekanan jual datang, bisa terjadi koreksi cepat. Melanjutkan membeli di puncak seperti ini ibarat membeli di harga tertinggi—keuntungan terbatas, risiko besar.
Sinyal overbought muncul saat: RSI menembus di atas 70, atau %K dari Stochastic melewati 80. Setelah muncul sinyal ini, trader yang berhati-hati mulai mempertimbangkan pengurangan posisi atau mencari titik jual.
Dua indikator umum yang sering digunakan
RSI (Relative Strength Index)
RSI mengukur kekuatan pasar dengan membandingkan kenaikan dan penurunan dalam periode tertentu. Rumusnya: RSI = 100 - (100 / 1 + RS), di mana RS adalah rata-rata kenaikan dibagi rata-rata penurunan selama periode tersebut.
Rentang RSI adalah 0 sampai 100, dengan titik tengah di 50. Cara penggunaannya:
RSI > 70: pasar dalam kondisi overbought, kekuatan bullish berlebihan, risiko koreksi
RSI < 30: pasar dalam kondisi oversold, kekuatan bearish melemah, peluang rebound
Perlu diingat bahwa angka 70 dan 30 adalah standar umum. Dalam tren naik yang kuat, Anda bisa mengatur batas overbought ke 75 bahkan 80; dalam tren turun yang lemah, batas oversold bisa diatur ke 25 bahkan 20. Penyesuaian ini membuat sinyal lebih akurat.
Stochastic Oscillator
Stochastic memiliki pendekatan berbeda: ia melihat posisi harga penutupan saat ini dalam rentang tertinggi dan terendah selama periode tertentu (biasanya 14 candle).
Rumus: %K = [(Harga penutupan hari ini - Harga terendah 14 hari) / (Harga tertinggi 14 hari - Harga terendah 14 hari)] × 100
Kemudian, rata-rata pergerakan %K selama 3 hari digunakan untuk mendapatkan %D.
Stochastic juga berkisar dari 0 sampai 100:
%K > 80: aset berada di puncak siklus, menunjukkan kondisi overbought
%K < 20: aset berada di dasar siklus, menunjukkan kondisi oversold
Berbeda dengan RSI, Stochastic lebih cepat merespons dan lebih sensitif terhadap emosi ekstrem jangka pendek.
Cara mengaplikasikan Oversold Overbought dalam trading nyata
Setelah memahami prinsipnya, bagaimana menggunakannya untuk menghasilkan uang? Ada dua pendekatan klasik.
Strategi 1: Trading Mean Reversion (Kembali ke Rata-rata)
Pendekatan ini berasumsi bahwa harga ekstrem bersifat sementara, pasar akan kembali ke rata-rata.
Langkah-langkahnya:
Gunakan MA200 untuk menentukan arah utama. Harga di atas MA200 menunjukkan tren naik, di bawahnya tren turun, dan di sekitar MA200 adalah sideways.
Dalam tren yang jelas, gunakan RSI atau Stochastic untuk menemukan sinyal ekstrem (misalnya, saat oversold di dasar atau overbought di puncak).
Saat harga menyentuh titik ekstrem ini, lakukan posisi beli/jual.
Tutup posisi saat harga kembali ke MA25 atau MA50 (moving average jangka pendek).
Contoh: USDJPY 2 jam
Pengamatan: harga bergerak di atas MA200, menunjukkan tren naik yang stabil. Namun, harga sering melakukan koreksi ke MA200 sebagai konfirmasi, menandakan support yang valid. Setting RSI oversold di 35 dan overbought di 75 (disesuaikan dari standar 30/70 karena tren naik).
Logika trading: Beli saat RSI menyentuh 35 (oversold), hindari jual saat overbought
Stop loss di bawah low terdekat
Target profit di sekitar moving average jangka pendek
Strategi ini cocok untuk pasar sideways atau koreksi, tapi kurang efektif dalam tren yang sangat kuat.
Strategi 2: Divergence (Perbedaan)
Divergence terjadi saat harga membuat high atau low baru, tetapi indikator tidak mengikuti—ini biasanya sinyal pembalikan.
Langkah-langkah:
Temukan tren yang jelas
Perhatikan apakah harga membuat high/low baru, sementara RSI atau indikator lain tidak mengikuti (misalnya RSI tidak membuat high/low baru)
Jika indikator melemah atau tidak mengikuti, itu adalah sinyal divergence
Tunggu harga menembus MA utama (misalnya MA25) untuk konfirmasi pembalikan, lalu masuk posisi
Jika divergence berbalik arah, itu saatnya ambil profit atau cut loss
Contoh: WTI 2 jam
Perkembangan: harga minyak turun berturut-turut, membentuk lower low. Tapi, RSI menunjukkan low yang lebih tinggi, ini adalah bullish divergence.
Konfirmasi sinyal: saat harga menembus MA25 ke atas, lakukan posisi beli
Stop loss di bawah low sebelumnya
Target di resistance berikutnya atau saat RSI menunjukkan bearish divergence
Peringatan Penting
Indikator tunggal punya kelemahan. Oversold Overbought memang berguna, tapi bisa gagal dalam tren yang sangat kuat—misalnya, dalam tren bullish yang sangat kuat, harga bisa bertahan di atas RSI 70 dalam waktu lama, tanpa langsung jatuh.
Oleh karena itu, praktik terbaik adalah:
Gunakan Oversold Overbought sebagai filter awal
Konfirmasi dengan alat lain (moving average, support/resistance, pola chart)
Terapkan stop loss secara ketat, karena sinyal indikator bisa menipu
Sesuaikan parameter indikator sesuai kondisi pasar
Dengan menguasai alat ini, tingkat keberhasilan dan rasio risiko-imbalan trading Anda akan meningkat secara signifikan. Tapi ingat: indikator hanyalah alat bantu, manajemen risiko tetap kunci utama untuk menjaga modal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Oversold Overbought:Sinyal Overbought dan Oversold yang Wajib Dipahami Trader
Jika Anda ingin menghindari membeli di puncak dan menjual di dasar, maka Oversold Overbought ini tidak boleh dilewatkan. Ini adalah alat peringatan risiko paling praktis dalam analisis teknikal, yang dapat membantu trader menemukan peluang pembalikan dalam kondisi pasar ekstrem.
Logika Inti Oversold Overbought
Secara esensial, Oversold Overbought adalah penilaian kuantitatif terhadap emosi pasar yang ekstrem. Ketika aset dijual sangat murah (Oversold), atau diborong sangat tinggi (Overbought), biasanya itu menandakan bahwa tren telah mencapai posisi yang tidak berkelanjutan.
Apa itu Oversold (Super Jual)
Apa arti kondisi oversold? Kekuatan penjual sudah habis. Ketika harga aset turun ke level yang tidak masuk akal, bahkan bearish mulai kehabisan tenaga, biasanya akan terjadi rebound. Trader sebaiknya tidak terus menjual saat ini, melainkan mencari peluang masuk—karena melanjutkan penurunan justru berarti membeli di harga dasar.
Ciri oversold biasanya terlihat seperti ini: RSI di bawah 30, atau indikator Stochastic %K di bawah 20, yang menandakan pasar memasuki zona oversold.
Apa itu Overbought (Super Beli)
Overbought berarti pembeli sudah kehabisan kekuatan beli baru. Harga didorong terlalu tinggi, begitu tekanan jual datang, bisa terjadi koreksi cepat. Melanjutkan membeli di puncak seperti ini ibarat membeli di harga tertinggi—keuntungan terbatas, risiko besar.
Sinyal overbought muncul saat: RSI menembus di atas 70, atau %K dari Stochastic melewati 80. Setelah muncul sinyal ini, trader yang berhati-hati mulai mempertimbangkan pengurangan posisi atau mencari titik jual.
Dua indikator umum yang sering digunakan
RSI (Relative Strength Index)
RSI mengukur kekuatan pasar dengan membandingkan kenaikan dan penurunan dalam periode tertentu. Rumusnya: RSI = 100 - (100 / 1 + RS), di mana RS adalah rata-rata kenaikan dibagi rata-rata penurunan selama periode tersebut.
Rentang RSI adalah 0 sampai 100, dengan titik tengah di 50. Cara penggunaannya:
Perlu diingat bahwa angka 70 dan 30 adalah standar umum. Dalam tren naik yang kuat, Anda bisa mengatur batas overbought ke 75 bahkan 80; dalam tren turun yang lemah, batas oversold bisa diatur ke 25 bahkan 20. Penyesuaian ini membuat sinyal lebih akurat.
Stochastic Oscillator
Stochastic memiliki pendekatan berbeda: ia melihat posisi harga penutupan saat ini dalam rentang tertinggi dan terendah selama periode tertentu (biasanya 14 candle).
Rumus: %K = [(Harga penutupan hari ini - Harga terendah 14 hari) / (Harga tertinggi 14 hari - Harga terendah 14 hari)] × 100
Kemudian, rata-rata pergerakan %K selama 3 hari digunakan untuk mendapatkan %D.
Stochastic juga berkisar dari 0 sampai 100:
Berbeda dengan RSI, Stochastic lebih cepat merespons dan lebih sensitif terhadap emosi ekstrem jangka pendek.
Cara mengaplikasikan Oversold Overbought dalam trading nyata
Setelah memahami prinsipnya, bagaimana menggunakannya untuk menghasilkan uang? Ada dua pendekatan klasik.
Strategi 1: Trading Mean Reversion (Kembali ke Rata-rata)
Pendekatan ini berasumsi bahwa harga ekstrem bersifat sementara, pasar akan kembali ke rata-rata.
Langkah-langkahnya:
Contoh: USDJPY 2 jam
Pengamatan: harga bergerak di atas MA200, menunjukkan tren naik yang stabil. Namun, harga sering melakukan koreksi ke MA200 sebagai konfirmasi, menandakan support yang valid. Setting RSI oversold di 35 dan overbought di 75 (disesuaikan dari standar 30/70 karena tren naik).
Strategi ini cocok untuk pasar sideways atau koreksi, tapi kurang efektif dalam tren yang sangat kuat.
Strategi 2: Divergence (Perbedaan)
Divergence terjadi saat harga membuat high atau low baru, tetapi indikator tidak mengikuti—ini biasanya sinyal pembalikan.
Langkah-langkah:
Contoh: WTI 2 jam
Perkembangan: harga minyak turun berturut-turut, membentuk lower low. Tapi, RSI menunjukkan low yang lebih tinggi, ini adalah bullish divergence.
Peringatan Penting
Indikator tunggal punya kelemahan. Oversold Overbought memang berguna, tapi bisa gagal dalam tren yang sangat kuat—misalnya, dalam tren bullish yang sangat kuat, harga bisa bertahan di atas RSI 70 dalam waktu lama, tanpa langsung jatuh.
Oleh karena itu, praktik terbaik adalah:
Dengan menguasai alat ini, tingkat keberhasilan dan rasio risiko-imbalan trading Anda akan meningkat secara signifikan. Tapi ingat: indikator hanyalah alat bantu, manajemen risiko tetap kunci utama untuk menjaga modal.