Pasar cryptocurrency sedang ramai setelah analis menandai sebuah pengaturan teknikal yang menarik pada grafik harian Bitcoin. Michaël van de Poppe baru-baru ini melihat apa yang disebut trader sebagai divergensi bullish yang terbentuk antara Bitcoin dan emas—sebuah pola yang secara historis telah mendahului periode di mana Bitcoin secara signifikan mengungguli rekan safe-haven tradisionalnya.
Konfigurasi teknikal khusus ini bukanlah hal baru di pasar. Pengaturan serupa muncul selama Q4 2022 dan Q3 2024, keduanya mendahului kekuatan Bitcoin yang signifikan dibandingkan emas. Pola saat ini mencerminkan titik-titik kritis tersebut, memicu spekulasi baru tentang apa yang akan datang selanjutnya.
Yang membuat pengamatan ini semakin menarik adalah implikasi yang lebih luas. Pola bullish ini menunjukkan lebih dari sekadar momentum teknikal—ia mengarah pada kemungkinan reallocation modal secara besar-besaran. Saat investor beralih dari safe-haven tradisional seperti emas dan menuju aset berisiko tinggi, Bitcoin berada dalam posisi untuk menangkap bagian besar dari aliran tersebut.
Waktu terasa penting. Kondisi pasar tampaknya siap untuk pergerakan rotasi, di mana posisi konservatif bergeser menuju selera terhadap peluang berisiko lebih tinggi dan imbal hasil lebih besar. Jika sejarah terulang, Bitcoin bisa menyiapkan diri untuk periode outperformance yang meninggalkan emas jauh di belakang.
Bagi trader yang memantau pengaturan ini, gambaran teknikal pada kerangka waktu harian tetap menjadi level utama yang harus diperhatikan. Breakout yang dikonfirmasi di atas resistansi kritis akan memperkuat narasi bullish dan memvalidasi tesis rotasi modal yang saat ini sedang dilacak oleh para analis.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Polanya Bullish Bitcoin terhadap Emas Menunjukkan Potensi Perpindahan Aliran Modal
Pasar cryptocurrency sedang ramai setelah analis menandai sebuah pengaturan teknikal yang menarik pada grafik harian Bitcoin. Michaël van de Poppe baru-baru ini melihat apa yang disebut trader sebagai divergensi bullish yang terbentuk antara Bitcoin dan emas—sebuah pola yang secara historis telah mendahului periode di mana Bitcoin secara signifikan mengungguli rekan safe-haven tradisionalnya.
Konfigurasi teknikal khusus ini bukanlah hal baru di pasar. Pengaturan serupa muncul selama Q4 2022 dan Q3 2024, keduanya mendahului kekuatan Bitcoin yang signifikan dibandingkan emas. Pola saat ini mencerminkan titik-titik kritis tersebut, memicu spekulasi baru tentang apa yang akan datang selanjutnya.
Yang membuat pengamatan ini semakin menarik adalah implikasi yang lebih luas. Pola bullish ini menunjukkan lebih dari sekadar momentum teknikal—ia mengarah pada kemungkinan reallocation modal secara besar-besaran. Saat investor beralih dari safe-haven tradisional seperti emas dan menuju aset berisiko tinggi, Bitcoin berada dalam posisi untuk menangkap bagian besar dari aliran tersebut.
Waktu terasa penting. Kondisi pasar tampaknya siap untuk pergerakan rotasi, di mana posisi konservatif bergeser menuju selera terhadap peluang berisiko lebih tinggi dan imbal hasil lebih besar. Jika sejarah terulang, Bitcoin bisa menyiapkan diri untuk periode outperformance yang meninggalkan emas jauh di belakang.
Bagi trader yang memantau pengaturan ini, gambaran teknikal pada kerangka waktu harian tetap menjadi level utama yang harus diperhatikan. Breakout yang dikonfirmasi di atas resistansi kritis akan memperkuat narasi bullish dan memvalidasi tesis rotasi modal yang saat ini sedang dilacak oleh para analis.