Circle sedang melakukan langkah berani ke dalam infrastruktur dengan Arc, sebuah blockchain Layer-1 yang baru diluncurkan dan dirancang khusus untuk perusahaan yang mencari biaya yang dapat diprediksi dan fitur tingkat institusi. Perusahaan ini, didukung oleh stablecoin USDC-nya—yang saat ini merupakan stablecoin terbesar kedua secara global dengan kapitalisasi pasar sebesar $75,30M dan volume perdagangan harian sebesar $24,91M—menempatkan Arc sebagai potensi pengubah permainan di ruang blockchain.
Apa yang Membuat Arc Berbeda
Berbeda dengan blockchain konvensional yang dilanda biaya gas yang fluktuatif dan penyelesaian yang lambat, Arc mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Platform ini memanfaatkan USDC sebagai token penyelesaian asli, menghilangkan ketidakpastian yang telah menghantui perusahaan yang menjajaki adopsi blockchain. Pilihan desain ini secara langsung mengatasi tiga poin penting: kepastian biaya transaksi, finalitas yang cepat, dan opsi privasi yang ditingkatkan untuk pengguna institusi.
Blockchain ini sepenuhnya kompatibel dengan EVM, artinya pengembang dapat menerapkan kontrak pintar yang ada tanpa hambatan. Lebih penting lagi, Arc terintegrasi secara mulus dengan rangkaian alat pembayaran dan pengelolaan kas Circle, menciptakan ekosistem lengkap untuk operasi keuangan institusi.
Dibangun untuk Realitas Perusahaan
Arsitektur Arc memprioritaskan apa yang benar-benar dibutuhkan perusahaan: konfirmasi transaksi yang tidak dapat dibatalkan yang dipasangkan dengan kontrol privasi yang granular. Fitur privasi selektif ini sangat penting—ini memungkinkan institusi menjaga kerahasiaan kompetitif sambil memanfaatkan transparansi blockchain publik.
Kombinasi fitur ini membuat Arc secara fundamental berbeda dari rantai Layer-1 yang dibangun untuk DeFi yang berfokus pada ritel. Sebaliknya, ini menargetkan migrasi TradFi ke crypto yang sedang mendapatkan momentum.
Jalan ke Depan
Circle telah menyampaikan niat untuk memperkenalkan ARC token di fase mendatang, meskipun rincian spesifik masih dirahasiakan. Jika Arc mendapatkan adopsi di kalangan pemain institusi—yang didukung oleh basis pengguna USDC Circle sebesar $75,30B—blockchain ini dapat menegaskan dirinya sebagai infrastruktur pilihan untuk operasi crypto perusahaan menuju tahun 2026.
Kesempatan ini bukan hanya tentang Layer-1 lainnya; ini tentang menangkap transisi segmen institusi ke penyelesaian dan pembayaran berbasis blockchain.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Blockchain Arc Circle Bisa Mengubah Crypto Perusahaan pada 2026
Circle sedang melakukan langkah berani ke dalam infrastruktur dengan Arc, sebuah blockchain Layer-1 yang baru diluncurkan dan dirancang khusus untuk perusahaan yang mencari biaya yang dapat diprediksi dan fitur tingkat institusi. Perusahaan ini, didukung oleh stablecoin USDC-nya—yang saat ini merupakan stablecoin terbesar kedua secara global dengan kapitalisasi pasar sebesar $75,30M dan volume perdagangan harian sebesar $24,91M—menempatkan Arc sebagai potensi pengubah permainan di ruang blockchain.
Apa yang Membuat Arc Berbeda
Berbeda dengan blockchain konvensional yang dilanda biaya gas yang fluktuatif dan penyelesaian yang lambat, Arc mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Platform ini memanfaatkan USDC sebagai token penyelesaian asli, menghilangkan ketidakpastian yang telah menghantui perusahaan yang menjajaki adopsi blockchain. Pilihan desain ini secara langsung mengatasi tiga poin penting: kepastian biaya transaksi, finalitas yang cepat, dan opsi privasi yang ditingkatkan untuk pengguna institusi.
Blockchain ini sepenuhnya kompatibel dengan EVM, artinya pengembang dapat menerapkan kontrak pintar yang ada tanpa hambatan. Lebih penting lagi, Arc terintegrasi secara mulus dengan rangkaian alat pembayaran dan pengelolaan kas Circle, menciptakan ekosistem lengkap untuk operasi keuangan institusi.
Dibangun untuk Realitas Perusahaan
Arsitektur Arc memprioritaskan apa yang benar-benar dibutuhkan perusahaan: konfirmasi transaksi yang tidak dapat dibatalkan yang dipasangkan dengan kontrol privasi yang granular. Fitur privasi selektif ini sangat penting—ini memungkinkan institusi menjaga kerahasiaan kompetitif sambil memanfaatkan transparansi blockchain publik.
Kombinasi fitur ini membuat Arc secara fundamental berbeda dari rantai Layer-1 yang dibangun untuk DeFi yang berfokus pada ritel. Sebaliknya, ini menargetkan migrasi TradFi ke crypto yang sedang mendapatkan momentum.
Jalan ke Depan
Circle telah menyampaikan niat untuk memperkenalkan ARC token di fase mendatang, meskipun rincian spesifik masih dirahasiakan. Jika Arc mendapatkan adopsi di kalangan pemain institusi—yang didukung oleh basis pengguna USDC Circle sebesar $75,30B—blockchain ini dapat menegaskan dirinya sebagai infrastruktur pilihan untuk operasi crypto perusahaan menuju tahun 2026.
Kesempatan ini bukan hanya tentang Layer-1 lainnya; ini tentang menangkap transisi segmen institusi ke penyelesaian dan pembayaran berbasis blockchain.