Pasar energi melonjak Rabu pagi karena beberapa titik konflik geopolitik mempengaruhi sentimen investor. Kontrak berjangka minyak mentah naik ke level tertinggi dalam dua minggu, menandakan kekhawatiran yang meningkat tentang potensi gangguan pasokan di wilayah produksi utama.
Kinerja Pasar & Penilaian Saat Ini
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik $0,20 menjadi $58,58 per barel, mewakili kenaikan sebesar 0,35%. Minyak Brent naik $0,18, atau 0,29%, menjadi $62,57 per barel. Momentum kenaikan ini terjadi meskipun data API menunjukkan peningkatan cadangan minyak mentah AS sebesar 2,4 juta barel minggu lalu, dengan inventaris bensin dan distilat juga bertambah. Administrasi Informasi Energi dijadwalkan merilis laporan inventaris mingguan pada pukul 10:30 ET.
Apa yang Mendorong Momentum Ini?
Rally ini tampaknya didukung oleh dua faktor risiko utama yang mengubah lanskap energi.
Kekhawatiran Pasokan Venezuela: Penetapan rezim Nicolas Maduro sebagai “organisasi teroris asing” oleh pemerintahan Trump telah meningkatkan ketegangan secara signifikan. Setelah tuduhan perdagangan narkoba ilegal dan kontribusi terhadap krisis opioid di AS, Angkatan Laut AS memberlakukan blokade yang menargetkan pelabuhan Venezuela, membatasi akses untuk “kapal yang dikenai sanksi.” Operasi militer telah menyebabkan penyitaan dua kapal di lepas pantai Venezuela, dengan kapal lain dalam pengawasan Coast Guard AS. Pemerintah menyatakan niat untuk menyimpan minyak yang disita sebagai cadangan strategis atau menjualnya di pasar terbuka.
Ketegangan Eropa Timur: Konflik Ukraina-Rusia terus mengancam infrastruktur energi di seluruh wilayah Laut Hitam. Setelah pasukan Ukraina menargetkan terminal minyak Tamanneftegaz di wilayah Krasnodar, Rusia membalas dengan menyerang fasilitas pelabuhan Odesa di Ukraina pada hari Senin, merusak infrastruktur pelabuhan dan mengganggu kapal kargo. Serangan ini merusak sistem energi penting, mempengaruhi pasokan listrik ke sekitar 120.000 penduduk di daerah sekitar.
Pertanyaan Selanjutnya: Apakah Harga Minyak Akan Naik?
Risiko gangguan pasokan dan ketidakpastian geopolitik keduanya menunjukkan bahwa tekanan ke atas tetap melekat di pasar. Kapasitas produksi Venezuela menghadapi kendala yang meningkat, sementara konflik regional mengancam jalur energi yang sudah mapan. Namun, surplus inventaris AS memberikan kekuatan penyeimbang terhadap percepatan harga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketegangan Geopolitik Mendorong Rally: Akankah Harga Minyak Naik Lebih Lanjut?
Pasar energi melonjak Rabu pagi karena beberapa titik konflik geopolitik mempengaruhi sentimen investor. Kontrak berjangka minyak mentah naik ke level tertinggi dalam dua minggu, menandakan kekhawatiran yang meningkat tentang potensi gangguan pasokan di wilayah produksi utama.
Kinerja Pasar & Penilaian Saat Ini
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik $0,20 menjadi $58,58 per barel, mewakili kenaikan sebesar 0,35%. Minyak Brent naik $0,18, atau 0,29%, menjadi $62,57 per barel. Momentum kenaikan ini terjadi meskipun data API menunjukkan peningkatan cadangan minyak mentah AS sebesar 2,4 juta barel minggu lalu, dengan inventaris bensin dan distilat juga bertambah. Administrasi Informasi Energi dijadwalkan merilis laporan inventaris mingguan pada pukul 10:30 ET.
Apa yang Mendorong Momentum Ini?
Rally ini tampaknya didukung oleh dua faktor risiko utama yang mengubah lanskap energi.
Kekhawatiran Pasokan Venezuela: Penetapan rezim Nicolas Maduro sebagai “organisasi teroris asing” oleh pemerintahan Trump telah meningkatkan ketegangan secara signifikan. Setelah tuduhan perdagangan narkoba ilegal dan kontribusi terhadap krisis opioid di AS, Angkatan Laut AS memberlakukan blokade yang menargetkan pelabuhan Venezuela, membatasi akses untuk “kapal yang dikenai sanksi.” Operasi militer telah menyebabkan penyitaan dua kapal di lepas pantai Venezuela, dengan kapal lain dalam pengawasan Coast Guard AS. Pemerintah menyatakan niat untuk menyimpan minyak yang disita sebagai cadangan strategis atau menjualnya di pasar terbuka.
Ketegangan Eropa Timur: Konflik Ukraina-Rusia terus mengancam infrastruktur energi di seluruh wilayah Laut Hitam. Setelah pasukan Ukraina menargetkan terminal minyak Tamanneftegaz di wilayah Krasnodar, Rusia membalas dengan menyerang fasilitas pelabuhan Odesa di Ukraina pada hari Senin, merusak infrastruktur pelabuhan dan mengganggu kapal kargo. Serangan ini merusak sistem energi penting, mempengaruhi pasokan listrik ke sekitar 120.000 penduduk di daerah sekitar.
Pertanyaan Selanjutnya: Apakah Harga Minyak Akan Naik?
Risiko gangguan pasokan dan ketidakpastian geopolitik keduanya menunjukkan bahwa tekanan ke atas tetap melekat di pasar. Kapasitas produksi Venezuela menghadapi kendala yang meningkat, sementara konflik regional mengancam jalur energi yang sudah mapan. Namun, surplus inventaris AS memberikan kekuatan penyeimbang terhadap percepatan harga.