Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ingin berinvestasi saham Taiwan tetapi bingung membedakan antara pasar utama dan pasar papan pengawasan? Bawa kamu memahami tiga pasar utama dan perbedaannya sekaligus!
Pahami Konsep Dasar: Listing, Over-the-Counter (OTC), Emerging Market apa saja
Ingin menghasilkan uang di pasar saham, pertama-tama harus memahami tiga panggung utama perdagangan saham. Baik di pasar saham Taiwan maupun AS, perbedaan pasar berjenjang ini secara langsung mempengaruhi risiko dan imbal hasil investasi Anda.
Listing: Tempat Berkumpulnya Perusahaan Besar
Listing menunjukkan perusahaan yang terdaftar resmi di bursa efek. Di Taiwan, tempat ini adalah Taiwan Stock Exchange (TWSE); di Amerika Serikat, adalah New York Stock Exchange (NYSE) atau NASDAQ.
Perusahaan apa saja yang bisa diperdagangkan di sini? Biasanya perusahaan besar dan matang, seperti TSMC, Delta Electronics, MediaTek yang merupakan pemimpin industri. Untuk melindungi investor, bursa menetapkan mekanisme pemeriksaan yang ketat—hanya perusahaan yang memenuhi berbagai persyaratan keuangan, profitabilitas, jumlah pemegang saham, dan lain-lain yang dapat menekan tombol listing, dan setelah terdaftar harus secara rutin mengungkapkan laporan keuangan.
Karakteristik inti saham yang terlisting:
Over-the-Counter (OTC): Tempat Berkembangnya Saham Pertumbuhan
Over-the-Counter dilakukan melalui TPEx (Taiwan Exchange). Berbeda dengan saham yang terdaftar di pasar terpusat, saham OTC diperdagangkan oleh broker dealer yang memegang stok, sehingga mekanismenya lebih fleksibel.
Pasar OTC memiliki ambang batas yang jauh lebih longgar dibandingkan listing, sehingga menarik banyak perusahaan pertumbuhan dan menengah. Fluktuasi saham di sini lebih besar, tetapi peluang juga lebih banyak, cocok untuk investor yang mampu menanggung risiko sedang dan mencari saham pertumbuhan.
Di pasar saham AS, saham OTC biasanya diperdagangkan di pasar luar bursa (OTC), termasuk OTCQX (pasar terbaik), OTCQB (pasar risiko), dan Pink Market (PINK), dengan tingkat pengawasan yang berjenjang menurun.
Karakteristik inti saham OTC:
Emerging Market: Pasar Awal untuk Saham Startup dan Tema
Emerging Stock Board adalah tahap transisi perusahaan yang belum memenuhi standar OTC, tetapi ingin mendapatkan pendanaan awal dan membangun pengenalan pasar. Perusahaan yang umum di sini termasuk startup, perusahaan biotech dan medical device, perusahaan R&D, serta tim yang baru didirikan tetapi menarik perhatian karena tema mereka.
Ciri utama pasar emerging adalah—tidak ada batasan fluktuasi harga sama sekali, sehingga volatilitas bisa sangat ekstrem. Karena volume transaksi rendah, transparansi informasi yang kurang dibandingkan listing dan OTC, risiko tertinggi, dan sangat tidak disarankan untuk pemula.
Karakteristik inti saham emerging:
Perbandingan Sekilas: Listing vs OTC vs Emerging Market
Dimana Melakukan Perdagangan Saham Listing dan OTC
Platform Perdagangan Saham Listing
Saham listing di Taiwan diperdagangkan di Bursa Efek Taiwan, yang memiliki likuiditas pasar tinggi. Di AS, saham listing utama di NYSE dan NASDAQ, yang merupakan pasar saham terbesar dan paling berpengaruh di AS.
Pasar Perdagangan Saham OTC
Saham OTC di Taiwan dilakukan di TPEx. Di AS, pasar OTC terbagi menjadi tiga kategori:
OTCQX (Pasar Terbaik)—pasar OTC yang paling ketat, saham harga rendah dan perusahaan kosong tidak memenuhi syarat masuk. Perusahaan yang terlibat harus melaporkan kondisi keuangan ke SEC. Di sini berkumpul banyak perusahaan asing yang listing di luar negeri dan perusahaan yang berencana listing di NYSE atau NASDAQ.
OTCQB (Pasar Risiko)—antara pasar terbaik dan Pink Market, mengumpulkan perusahaan tahap awal dan berkembang. Tidak ada standar keuangan minimum, tetapi perusahaan yang bangkrut tidak diizinkan. Perusahaan harus menyediakan laporan keuangan tahunan sesuai standar akuntansi.
Pink Market—ambang masuk paling rendah, cukup mengirimkan formulir elektronik ke regulator keuangan. Tidak perlu mengungkapkan laporan keuangan atau mendaftar ke SEC. Karena itu, risiko tertinggi. Film terkenal “The Wolf of Wall Street” menampilkan karakter utama yang memperdagangkan saham Pink Market.
Seberapa Ketat Syarat Pengajuan Listing dan OTC?
Syarat Pengajuan Listing
Persyaratan listing di Taiwan:
Persyaratan listing di AS: Standar NYSE biasanya lebih ketat daripada NASDAQ. NASDAQ memiliki tiga tingkat pasar: Main Market (standar tertinggi), NASDAQ Capital Market, dan NASDAQ SmallCap (standar terendah, dirancang untuk startup kecil).
Fleksibilitas pasar AS adalah—meskipun belum menghasilkan laba, selama perusahaan memiliki minimal 2 tahun operasional dan ekuitas minimal US$5 juta, bisa listing di NASDAQ. Dibandingkan wilayah lain, standar AS lebih fleksibel.
Persyaratan Pengajuan OTC
Persyaratan OTC di Taiwan: Perusahaan harus terdaftar minimal 2 tahun penuh sesuai UU Perusahaan, modal disetor minimal NT$5 juta, dan memenuhi salah satu dari standar laba berikut tanpa kerugian kumulatif:
Persyaratan OTC di AS: Persyaratan jauh lebih longgar. Tidak ada standar keuangan minimum, cukup kirim dokumen dan pastikan harga saham minimal $0.01 dalam 30 hari terakhir. Untuk Pink Market, cukup kirim satu formulir.
Bagaimana Cara Membeli Saham Listing dan OTC?
Membeli Saham Listing
Di Taiwan: Buka rekening efek di broker lokal, lalu lakukan transaksi.
Di AS: Buka rekening di broker luar negeri atau melalui broker Taiwan yang menyediakan layanan sub-broker. Perhatikan waktu perdagangan di zona waktu ET (Eastern Time), Senin-Jumat 09:30–16:00. Karena perbedaan waktu, investor Taiwan harus bertransaksi malam hari:
Hari libur nasional AS pasar tutup, harus diperhatikan.
Kelompok yang cocok: Pemula, investor konservatif, penggemar saham berkinerja baik, investor jangka panjang. Pasar listing menyediakan lingkungan investasi yang paling ramah untuk pemula.
Membeli Saham OTC
Di Taiwan: Perlu mengajukan order melalui broker dan menyelesaikan proses pembukaan rekening.
Di AS: Sebagian besar broker luar negeri mendukung perdagangan saham listing dan OTC, cukup buka rekening dan langsung bisa bertransaksi.
Kelompok yang cocok: Mereka yang sudah memahami dasar pasar saham, mampu menanggung risiko sedang, dan tertarik saham pertumbuhan dan tema. Pasar OTC adalah jembatan antara konservatif dan pertumbuhan, cocok untuk investor tingkat menengah ke atas.
Membeli Saham Emerging
Sebelum membeli saham emerging, investor harus memastikan broker memiliki “kualifikasi perdagangan emerging” dan mengaktifkan fitur tersebut secara online atau di kantor. Karena pasar ini berisiko tinggi, harus menandatangani pernyataan risiko. Setelah aktif, hanya bisa membeli saham secara tunai, tidak bisa margin, short selling, atau day trading, dan harus dalam satu lot (1000 saham).
Pasar emerging menggunakan mekanisme “negosiasi harga”, setelah order harus menunggu kedua pihak menyepakati harga, sehingga transaksi lebih lambat, spread lebih besar, dan tidak ada batasan fluktuasi. Likuiditas secara keseluruhan paling rendah.
Kelompok yang cocok: Mereka yang mampu menanggung risiko tinggi, menguasai analisis saham, mampu membedakan keaslian laporan keuangan dan tema, modal kecil dan mampu menanggung volatilitas ekstrem, trader aktif dan short-term trader. Tidak cocok untuk pemula atau yang menginvestasikan sebagian besar dana.
Keuntungan dan Risiko Investasi Saham Listing dan OTC
Keuntungan Investasi Saham Listing
Potensi pengembalian besar: Dibandingkan deposito bank atau obligasi, investasi saham menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Menurut Motley Fool, rata-rata pengembalian indeks S&P 500 selama hampir 30 tahun terakhir sekitar 10%, sedangkan obligasi sekitar 5%.
Pendapatan dividen pasif: Banyak perusahaan terlisting rutin membagikan dividen, biasanya kuartalan. Ini adalah cara perusahaan membagikan laba kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen, beberapa perusahaan pertumbuhan memilih menginvestasikan kembali laba.
Melindungi dari inflasi: Imbal hasil pasar saham biasanya mengalahkan tingkat inflasi. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, selama 30 tahun terakhir, indeks S&P 500 memberikan pengembalian sekitar 10%, Dow Jones sekitar 8.7%, mampu mengimbangi inflasi.
Risiko Investasi Saham Listing
Risiko volatilitas pasar: Risiko terbesar adalah fluktuasi pasar. Dalam waktu singkat, bisa mengalami kerugian 10% atau lebih, dan fluktuasi besar ini tidak jarang terjadi.
Perlu riset mendalam: Untuk memilih saham yang tepat, investor harus melakukan riset fundamental dan teknikal sendiri. Karena kondisi pasar dan perusahaan terus berubah, ini membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Bagi banyak orang, biaya belajar dan riset ini tidak bisa diabaikan.
Keuntungan Investasi Saham OTC
Lebih banyak pilihan investasi: Banyak perusahaan asing yang tidak ingin melakukan dual listing dan memilih OTC, memberi investor lebih banyak opsi. Contohnya, Volkswagen yang terkenal tidak terdaftar resmi di AS, tetapi bisa diperdagangkan di Pink Market.
Harga saham lebih terjangkau: Harga saham OTC biasanya lebih rendah, sehingga modal kecil pun bisa mulai. Misalnya, saham US$1 yang naik ke US$1,50, return-nya 50%.
Risiko Investasi Saham OTC
Pengawasan yang kurang ketat: Perbedaan utama antara listing dan OTC adalah tingkat pengawasan. Perusahaan OTC dan Pink Market jarang mengungkap data dan informasi, bahkan Pink Market tidak mewajibkan pengungkapan, meningkatkan spekulasi dan risiko.
Volume transaksi rendah: Volume transaksi OTC umumnya rendah, sehingga investor bisa menghadapi situasi “ingin jual tapi tidak ada pembeli”, menyebabkan keterlambatan transaksi atau spread besar.
Fluktuasi ekstrem: Saham OTC sangat sensitif terhadap data ekonomi dan pasar secara umum, terutama saat pengumuman data penting, fluktuasi meningkat dan menyulitkan pengelolaan investasi.
Bagaimana Pemula Harus Memulai?
Setelah memahami perbedaan listing dan OTC, langkah berikutnya adalah menyusun rencana investasi yang sesuai. Karena risiko dan kompleksitas OTC lebih tinggi, pemula sebaiknya mulai dari saham listing terlebih dahulu.
Langkah Pertama: Evaluasi Kondisi Keuangan Sendiri
Sebelum berinvestasi, tentukan berapa dana yang bisa digunakan. Hitung pendapatan, pengeluaran, utang, dan tabungan secara akurat. Investasi saham bisa membantu menambah nilai kekayaan, tetapi bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Jangan pertaruhkan seluruh aset Anda.
Langkah Kedua: Pelajari Dasar-Dasar Investasi
Menguasai pengetahuan dasar tentang investasi saham akan membantu membuat keputusan lebih tepat. Membaca laporan keuangan dan conference call secara rutin adalah keharusan. Pemula juga bisa merujuk laporan industri dan informasi dari lembaga riset, yang sudah dianalisis oleh analis dan lebih mudah dipahami.
Langkah Ketiga: Tetapkan Tujuan Investasi yang Jelas
Memiliki tujuan akan membantu konsisten menjalankan rencana. Pemula bisa menetapkan target keuangan bulanan dan tahunan, serta menjalankan strategi investasi secara berkelanjutan. Tanpa tujuan, mudah terganggu oleh berita harian dan fluktuasi jangka pendek. Tujuan yang jelas membantu mengabaikan noise pasar dan fokus jangka panjang.