Mengapa trader harus memahami Sentimen Pasar dan menggunakannya untuk menghasilkan keuntungan

Dalam dunia investasi pasar saham, kripto, dan aset lainnya, trader yang sukses biasanya memiliki satu keterampilan bersama yaitu membaca suasana pasar atau yang disebut Market Sentiment. Kemampuan ini tidak berkaitan dengan analisis teknikal, melainkan memahami psikologi kolektif para investor tentang apakah mereka sedang takut, percaya diri, atau berada dalam kondisi frenzy.

Apa itu Market Sentiment ketika dipahami dengan baik

Market Sentiment (emosi pasar) adalah ekspresi dari perasaan dan suasana hati secara keseluruhan dari investor dan trader dalam suatu periode tertentu, yang mempengaruhi pergerakan harga aset. Sederhananya, ketika mayoritas orang merasa terkejut dan takut, harga akan turun, dan ketika mereka penuh kepercayaan, harga akan melonjak karena mereka melakukan pembelian tambahan secara otomatis.

Hal yang terlihat jelas adalah pergerakan uang. Misalnya, ketika pasar saham mengalami “pasar beruang” (Baru Market), investor akan mengalihkan dana ke “tempat yang aman” seperti emas atau obligasi yang dapat mempertahankan nilainya. Sementara itu, saat kondisi “pasar bullish” (Bull Market) terjadi, uang akan kembali mengalir ke pasar saham dan aset berisiko tinggi lainnya seperti Cryptocurrency. Seberapa akurat perubahan aliran uang ini tergantung pada seberapa lama suasana pasar tersebut telah berlangsung.

Empat alat yang membantu Anda membaca Market Sentiment

Trader profesional tidak hanya mengandalkan tebakan atau intuisi semata. Mereka menggunakan alat khusus untuk mengukur suasana pasar.

1. Indeks VIX – Pengukur ketakutan pasar

VIX disebut juga “Volatility Index” atau “Fear Index” karena mengukur ekspektasi investor terhadap volatilitas pasar dalam 30 hari ke depan. Ketika indeks VIX meningkat, itu menandakan pasar sedang mengalami gejolak atau panic selling, yang sering menjadi sinyal titik terendah pasar. Sebaliknya, saat VIX berada di level rendah, trader merasa yakin, yang kadang menjadi tanda puncak pasar.

2. High-Low Index – Indikator luasnya pasar

Indikator ini membandingkan jumlah saham yang mencapai level tertinggi 52 minggu dengan yang mencapai level terendah dalam periode yang sama. Jika indeks di bawah 30, menunjukkan bahwa investor lebih fokus menjual saham, biasanya menandai pasar beruang. Jika indeks di atas 70, menandakan adanya pembelian besar-besaran, seringkali terkait dengan tren naik atau pasar bullish. Trader biasanya menggunakan indeks ini bersama indeks utama seperti S&P 500 atau Nasdaq 100.

3. Bullish Percent Index – Ukuran ekspektasi

Bullish Percent Index (BPI) menghitung jumlah saham yang berada dalam kondisi tren naik berdasarkan standar teknikal, lalu dihitung sebagai persentase. Jika BPI di atas 80%, menunjukkan mayoritas pasar sedang bergerak naik dan suasana hati bullish kuat. Jika BPI di bawah 20%, berarti kepercayaan sedang menurun, dan trader sedang menunggu situasi atau menjual secara besar-besaran.

4. Mengikuti berita dan informasi – Pemicu Market Sentiment

Kadang Market Sentiment dipicu oleh hal yang jelas, seperti berita ekonomi atau pengumuman kebijakan dari bank sentral. Tapi terkadang juga muncul dari tren dan diskusi di dunia maya. Contohnya, pada tahun 2021, gelombang Cryptocurrency menarik perhatian besar-besaran, menyebabkan beberapa mata uang digital melonjak karena FOMO (Fear of Missing Out). Setelah muncul berita negatif tentang Cryptocurrency, suasana berubah cepat dan pasar pun ambruk.

Mengapa Market Sentiment penting untuk trading Anda

Memahami Market Sentiment tidak membuat Anda memiliki prediksi yang pasti atau bisa memprediksi harga dengan 100% akurat, tetapi membantu Anda untuk:

  • Menilai risiko: Saat VIX tinggi dan BPI rendah, Anda tahu pasar sedang tidak stabil. Meski VIX tinggi bisa menjadi sinyal bahaya, risiko tetap tinggi.
  • Mencari peluang profit: Trader yang mahir akan membeli saat ketakutan mencapai puncaknya dan menjual saat kepercayaan mencapai puncaknya, yang biasanya berlawanan.
  • Menghindari jebakan: Saat Anda tahu pasar sedang mengalami FOMO atau panic, Anda bisa keluar lebih awal atau menghindari pengambilan keputusan terburu-buru.

Namun, membaca Market Sentiment harus dikombinasikan dengan analisis teknikal, data fundamental, dan manajemen risiko. Jangan bergantung hanya pada satu aspek saja.

Kesimpulan: Market Sentiment adalah keterampilan yang harus dipelajari

Market Sentiment merupakan hasil dari gabungan perasaan, data, dan respons dari para investor, yang dapat diukur melalui VIX, High-Low Index, Bullish Percent Index, dan pengamatan berita. Trader yang sukses tahu cara membaca sinyal-sinyal ini dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan, baik di pasar saham, kripto, maupun Forex. Pentingnya memahami suasana hati pasar karena Market Sentiment bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari hati dan pikiran seluruh pelaku pasar. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar yang cepat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)