Jika Anda seorang investor dan pernah mendengar kata “trust” atau “kumpulan trust” sebelumnya tetapi masih bingung apa itu, bagaimana bedanya dengan REIT, dan semakin memahami REIT atau reksa dana yang Anda kenal… jawaban ada di sini. Artikel ini akan membantu Anda memahami kumpulan trust dan cara berinvestasi dalam aset-aset ini.
Apa itu trust? Mari lihat dari sudut pandang lain
Alih-alih mendefinisikan secara abstrak, mari pahami bahwa trust adalah mekanisme hukum dalam pengalihan dan pengelolaan aset kepada orang lain. Sistem ini melibatkan beberapa pihak:
Pihak yang mengalihkan aset (Settlor) adalah pemilik aset yang ingin menunjuk orang lain untuk mengelola, seperti Khao San Phisawat
Pengelola (Trustee) adalah pihak yang benar-benar mengelola aset, tanpa memiliki hak seperti pemilik asli
Penerima manfaat (Beneficiary) adalah pihak yang menerima manfaat akhir dari trust tersebut
Mengapa membentuk sebuah Kumpulan Trust?
Sistem ini sudah ada sejak zaman Romawi kuno, tetapi berkembang pesat di era pertengahan Inggris. Saat itu, bangsawan yang harus pergi berperang menyerahkan tanah kepada orang terpercaya untuk dikelola, agar manfaatnya tetap mengalir ke keluarga mereka. Pemikiran ini kemudian menjadi dasar sistem resmi yang disebut:
Manfaat utama dari pembentukan Kumpulan Trust
1. Memberikan hasil tanpa harus mengalihkan banyak aset - Trust memungkinkan manfaat dari aset dikirimkan ke pihak ketiga tanpa harus membagikan seluruh pendapatan secara langsung. Inilah sebabnya sering digunakan untuk pewarisan warisan.
2. Pengelolaan sesuai niat pemilik - Pemilik aset dapat menentukan bagaimana aset tersebut dikelola setelahnya, dan trustee harus melaksanakan sesuai kontrak. Ini dikenal sebagai “kepastian niat”.
3. Membantu masalah pajak - Tergantung hukum di masing-masing negara, tetapi kadang-kadang pembentukan trust dapat memberikan manfaat dari segi perpajakan.
4. Lebih fleksibel dibanding alat pengelolaan lain - Tidak seperti reksa dana yang harus terdaftar dan mendapatkan persetujuan, trust hanyalah kontrak antar pihak, sehingga lebih mudah diubah.
5. Memiliki pengelola jika pemilik tidak mampu - Jika pemilik sakit atau tidak mampu mengelola, trust tetap bisa berjalan. Setelah pulih, bisa membatalkan trust dan mengembalikan aset.
Jenis-jenis trust
Setelah memahami dasar-dasarnya, mari lihat berbagai tipe:
Berdasarkan kemampuan untuk dibatalkan:
Trust yang dapat dibatalkan (Revocable Trust) - Pemilik bisa membatalkan atau mengubahnya
Trust yang tidak dapat dibatalkan (Irrevocable Trust) - Setelah ditandatangani, tidak bisa diubah kembali
Berdasarkan tujuan:
Trust untuk perlindungan aset (Asset Protection)
Trust untuk amal (Charitable Trust)
Trust untuk pengelolaan properti (Land or Real Estate Trust)
Trust untuk pengelolaan warisan (Generation-Skipping Trust)
Trust untuk manfaat pajak (Grantor Retained Annuity Trust)
Trust untuk kebutuhan khusus (Special Needs Trust)
Syarat yang harus dimiliki sebuah Kumpulan Trust
Jika ingin mendirikan trust secara legal, harus memenuhi tiga unsur berikut:
1. Niat yang jelas - Kontrak harus tertulis dengan jelas bahwa pemilik dan trustee memiliki niat tertentu
2. Aset yang nyata dan dapat diverifikasi - Harus diketahui apa saja asetnya dan mampu menghasilkan manfaat
3. Penerima manfaat yang nyata - Harus ada orang atau badan yang benar-benar dapat menerima manfaat tersebut, bukan orang yang hilang atau meninggal
Trust vs REIT vs reksa dana - Apa bedanya?
1. Trust vs REIT
REIT (Real Estate Investment Trust) sebenarnya adalah salah satu bentuk trust, tetapi dibentuk khusus untuk mengelola properti saja. Jadi, ini seperti saudara dari trust yang berfokus pada properti.
Baik REIT maupun trust memiliki kesamaan:
Tidak memiliki status badan hukum
Didirikan dari kontrak pendirian trust yang sama
Perbedaannya adalah:
Trust lebih fleksibel, dapat mengelola berbagai jenis aset (saham, obligasi, bisnis, dll)
REIT terbatas pada properti saja, sehingga strukturnya lebih ketat dan ketentuan lebih rumit
2. Trust vs Gaji Dana (Mutual Fund)
Di sini, perbedaannya menjadi lebih jelas:
Reksa dana:
Memiliki status badan hukum (badan hukum yang nyata)
Secara umum mengumpulkan dana dari banyak investor lalu diinvestasikan sesuai tujuan dana tersebut
Dikelola melalui unit penyertaan dan membagikan dividen ke pemilik unit
Trust:
Tidak memiliki status badan hukum, beroperasi melalui kontrak
Lebih fleksibel dalam pengelolaan
Kepemilikan dan pengalihan aset diatur melalui kontrak, bukan unit
Kumpulan trust di Thailand - Apa saja yang tersedia?
Di Thailand, otoritas pengawas sekuritas yang mengizinkan pendirian trust, tetapi terbatas untuk pengumpulan dana di pasar saham saja.
Ada 2 tipe:
Tipe 1: Trust aktif yang dikelola secara bergantian (Active Trust)
Didirikan untuk meningkatkan manfaat
Contohnya trust untuk investor institusi dan orang kaya (II/HNW Trust Fund)
Atau REIT yang fokus pada properti
Tipe 2: Trust pasif yang digunakan untuk penyimpanan (Passive Trust)
Didirikan untuk mengelola aset yang sudah ada
Contohnya ESOP (untuk karyawan) atau EJIP (proyek investasi bersama pengusaha dan karyawan)
Atau trust untuk dana cadangan pelunasan obligasi (Sinking Fund)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa REIT adalah bagian dari trust, tetapi tidak sama dengan trust secara keseluruhan karena trust lebih besar dan meliputi properti.
Selain itu, sebagian besar trust yang diizinkan di Thailand adalah REIT, sehingga investor umum masih terbatas pada jenis investasi ini. Tetapi keuntungannya, aset properti dapat diaudit dengan mudah, sehingga bahkan investor pemula bisa membeli dan menjual.
Pemahaman tentang Kumpulan Trust harus dimulai dari awal
Kesimpulannya, trust tidaklah terlalu rumit. Hanya sebagai alat pengelolaan aset yang berlandaskan sistem hukum.
Sejak bulan lalu, trust mulai digunakan untuk pengelolaan warisan, tetapi saat ini juga dapat digunakan untuk mengelola berbagai aset umum.
Ketika trust tersebut berfokus pada properti, kita menyebutnya REIT, yang berfungsi mengelola manfaat dan hasilnya. Setelah trustee mendapatkan hasil, akan dibagikan sebagai dividen kepada pemilik unit trust tersebut.
Ini adalah pilihan yang baik bagi mereka yang ingin berinvestasi di aset besar tetapi tidak memiliki modal cukup untuk membeli sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu (Trust)? Mengapa hanya sedikit investor yang memahaminya
Jika Anda seorang investor dan pernah mendengar kata “trust” atau “kumpulan trust” sebelumnya tetapi masih bingung apa itu, bagaimana bedanya dengan REIT, dan semakin memahami REIT atau reksa dana yang Anda kenal… jawaban ada di sini. Artikel ini akan membantu Anda memahami kumpulan trust dan cara berinvestasi dalam aset-aset ini.
Apa itu trust? Mari lihat dari sudut pandang lain
Alih-alih mendefinisikan secara abstrak, mari pahami bahwa trust adalah mekanisme hukum dalam pengalihan dan pengelolaan aset kepada orang lain. Sistem ini melibatkan beberapa pihak:
Mengapa membentuk sebuah Kumpulan Trust?
Sistem ini sudah ada sejak zaman Romawi kuno, tetapi berkembang pesat di era pertengahan Inggris. Saat itu, bangsawan yang harus pergi berperang menyerahkan tanah kepada orang terpercaya untuk dikelola, agar manfaatnya tetap mengalir ke keluarga mereka. Pemikiran ini kemudian menjadi dasar sistem resmi yang disebut:
Manfaat utama dari pembentukan Kumpulan Trust
1. Memberikan hasil tanpa harus mengalihkan banyak aset - Trust memungkinkan manfaat dari aset dikirimkan ke pihak ketiga tanpa harus membagikan seluruh pendapatan secara langsung. Inilah sebabnya sering digunakan untuk pewarisan warisan.
2. Pengelolaan sesuai niat pemilik - Pemilik aset dapat menentukan bagaimana aset tersebut dikelola setelahnya, dan trustee harus melaksanakan sesuai kontrak. Ini dikenal sebagai “kepastian niat”.
3. Membantu masalah pajak - Tergantung hukum di masing-masing negara, tetapi kadang-kadang pembentukan trust dapat memberikan manfaat dari segi perpajakan.
4. Lebih fleksibel dibanding alat pengelolaan lain - Tidak seperti reksa dana yang harus terdaftar dan mendapatkan persetujuan, trust hanyalah kontrak antar pihak, sehingga lebih mudah diubah.
5. Memiliki pengelola jika pemilik tidak mampu - Jika pemilik sakit atau tidak mampu mengelola, trust tetap bisa berjalan. Setelah pulih, bisa membatalkan trust dan mengembalikan aset.
Jenis-jenis trust
Setelah memahami dasar-dasarnya, mari lihat berbagai tipe:
Berdasarkan kemampuan untuk dibatalkan:
Berdasarkan tujuan:
Syarat yang harus dimiliki sebuah Kumpulan Trust
Jika ingin mendirikan trust secara legal, harus memenuhi tiga unsur berikut:
1. Niat yang jelas - Kontrak harus tertulis dengan jelas bahwa pemilik dan trustee memiliki niat tertentu
2. Aset yang nyata dan dapat diverifikasi - Harus diketahui apa saja asetnya dan mampu menghasilkan manfaat
3. Penerima manfaat yang nyata - Harus ada orang atau badan yang benar-benar dapat menerima manfaat tersebut, bukan orang yang hilang atau meninggal
Trust vs REIT vs reksa dana - Apa bedanya?
1. Trust vs REIT
REIT (Real Estate Investment Trust) sebenarnya adalah salah satu bentuk trust, tetapi dibentuk khusus untuk mengelola properti saja. Jadi, ini seperti saudara dari trust yang berfokus pada properti.
Baik REIT maupun trust memiliki kesamaan:
Perbedaannya adalah:
2. Trust vs Gaji Dana (Mutual Fund)
Di sini, perbedaannya menjadi lebih jelas:
Reksa dana:
Trust:
Kumpulan trust di Thailand - Apa saja yang tersedia?
Di Thailand, otoritas pengawas sekuritas yang mengizinkan pendirian trust, tetapi terbatas untuk pengumpulan dana di pasar saham saja.
Ada 2 tipe:
Tipe 1: Trust aktif yang dikelola secara bergantian (Active Trust)
Tipe 2: Trust pasif yang digunakan untuk penyimpanan (Passive Trust)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa REIT adalah bagian dari trust, tetapi tidak sama dengan trust secara keseluruhan karena trust lebih besar dan meliputi properti.
Selain itu, sebagian besar trust yang diizinkan di Thailand adalah REIT, sehingga investor umum masih terbatas pada jenis investasi ini. Tetapi keuntungannya, aset properti dapat diaudit dengan mudah, sehingga bahkan investor pemula bisa membeli dan menjual.
Pemahaman tentang Kumpulan Trust harus dimulai dari awal
Kesimpulannya, trust tidaklah terlalu rumit. Hanya sebagai alat pengelolaan aset yang berlandaskan sistem hukum.
Sejak bulan lalu, trust mulai digunakan untuk pengelolaan warisan, tetapi saat ini juga dapat digunakan untuk mengelola berbagai aset umum.
Ketika trust tersebut berfokus pada properti, kita menyebutnya REIT, yang berfungsi mengelola manfaat dan hasilnya. Setelah trustee mendapatkan hasil, akan dibagikan sebagai dividen kepada pemilik unit trust tersebut.
Ini adalah pilihan yang baik bagi mereka yang ingin berinvestasi di aset besar tetapi tidak memiliki modal cukup untuk membeli sendiri.