Banyak orang panik saat melihat harga barang naik, dan senang saat harga turun. Cara penilaian seperti ini sebenarnya menyembunyikan jebakan terbesar.
Pertama, mari kita buat konsepnya sederhana:
Inflasi adalah nilai uangmu yang menurun. Harga barang terus naik, tabunganmu secara diam-diam menyusut. Semua orang melihat uang mereka tidak berharga lagi, malah akan berusaha keras untuk konsumsi, investasi, dan membeli barang—karena jika tidak dibelanjakan hari ini, nilainya akan semakin menurun di hari esok. Pada saat seperti ini, hidup memang terasa sempit, bukan karena tidak punya uang, tetapi karena uang tidak mampu mengikuti kecepatan kenaikan harga barang.
Deflasi justru sebaliknya. Harga barang turun, dari angka terlihat uangmu menjadi lebih berharga. Tapi inilah yang sebenarnya menjadi ancaman terbesar. Apa arti penurunan harga barang? Perusahaan tidak mampu menjual barangnya. Jika tidak mampu menjual, mereka harus mengurangi biaya, mulai mem-PHK karyawan, dan mengurangi gaji. Konsumen melihat harga akan turun, malah menunda pembelian, menunggu harga yang lebih murah. Akibatnya, seluruh ekonomi masuk ke dalam lingkaran setan. Kecemasan yang kamu rasakan bukan berasal dari harga barang, tetapi dari peluang yang perlahan menghilang.
Jadi, masalahnya bukanlah naik atau turunnya harga, tetapi poin utamanya di sini:
**Inflasi paling menyiksa orang yang menabung.** Uang tunai yang kamu kumpulkan dengan susah payah setiap bulan secara nyata mengalami penurunan nilai.
**Deflasi paling mengancam orang tanpa bantalan keamanan.** Tanpa penghasilan tetap, tanpa cadangan, begitu kehilangan pekerjaan, tidak ada lagi penyangga.
Apa kombinasi paling berbahaya? Saat inflasi, hanya memegang uang tunai tanpa bergerak, dan saat deflasi, tidak memiliki sumber penghasilan yang stabil.
Jika kamu belum memahami esensi dari inflasi dan deflasi, kamu hanya akan panik setiap kali terjadi perubahan harga. Strategi yang benar-benar efektif harus didasarkan pada pemahaman terhadap aturan-aturan ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HackerWhoCares
· 12jam yang lalu
Deflasi itu benar-benar menyentuh, terlihat seperti mendapatkan keuntungan tetapi sebenarnya sedang perlahan-lahan mati.
Lihat AsliBalas0
ApyWhisperer
· 12jam yang lalu
Pengurangan pasokan itu benar-benar menyentuh, terlihat seperti mengambil keuntungan murah sebenarnya sedang melompat ke lubang api
Lihat AsliBalas0
FreeRider
· 12jam yang lalu
Deflasi adalah pembunuh sejati, harga yang turun justru membuat semakin putus asa.
Lihat AsliBalas0
TokenomicsTinfoilHat
· 12jam yang lalu
Sial ini adalah kebenaran sebenarnya, aku dulu benar-benar salah paham. Deflasi adalah yang paling menyebalkan, kamu akan dipaksa menunggu, seluruh masyarakat hanya berbaring santai.
Lihat AsliBalas0
DegenMcsleepless
· 12jam yang lalu
Deflasi adalah mimpi buruk yang sebenarnya, jangan tertipu oleh penurunan harga.
Banyak orang panik saat melihat harga barang naik, dan senang saat harga turun. Cara penilaian seperti ini sebenarnya menyembunyikan jebakan terbesar.
Pertama, mari kita buat konsepnya sederhana:
Inflasi adalah nilai uangmu yang menurun. Harga barang terus naik, tabunganmu secara diam-diam menyusut. Semua orang melihat uang mereka tidak berharga lagi, malah akan berusaha keras untuk konsumsi, investasi, dan membeli barang—karena jika tidak dibelanjakan hari ini, nilainya akan semakin menurun di hari esok. Pada saat seperti ini, hidup memang terasa sempit, bukan karena tidak punya uang, tetapi karena uang tidak mampu mengikuti kecepatan kenaikan harga barang.
Deflasi justru sebaliknya. Harga barang turun, dari angka terlihat uangmu menjadi lebih berharga. Tapi inilah yang sebenarnya menjadi ancaman terbesar. Apa arti penurunan harga barang? Perusahaan tidak mampu menjual barangnya. Jika tidak mampu menjual, mereka harus mengurangi biaya, mulai mem-PHK karyawan, dan mengurangi gaji. Konsumen melihat harga akan turun, malah menunda pembelian, menunggu harga yang lebih murah. Akibatnya, seluruh ekonomi masuk ke dalam lingkaran setan. Kecemasan yang kamu rasakan bukan berasal dari harga barang, tetapi dari peluang yang perlahan menghilang.
Jadi, masalahnya bukanlah naik atau turunnya harga, tetapi poin utamanya di sini:
**Inflasi paling menyiksa orang yang menabung.** Uang tunai yang kamu kumpulkan dengan susah payah setiap bulan secara nyata mengalami penurunan nilai.
**Deflasi paling mengancam orang tanpa bantalan keamanan.** Tanpa penghasilan tetap, tanpa cadangan, begitu kehilangan pekerjaan, tidak ada lagi penyangga.
Apa kombinasi paling berbahaya? Saat inflasi, hanya memegang uang tunai tanpa bergerak, dan saat deflasi, tidak memiliki sumber penghasilan yang stabil.
Jika kamu belum memahami esensi dari inflasi dan deflasi, kamu hanya akan panik setiap kali terjadi perubahan harga. Strategi yang benar-benar efektif harus didasarkan pada pemahaman terhadap aturan-aturan ini.