【比推】Analis ekonomi Ed Yardeni baru-baru ini mengeluarkan pendapat, memprediksi bahwa pemerintahan Trump sedang beralih dari strategi hambatan perdagangan ke strategi alat negosiasi. Berdasarkan penilaiannya, melalui penyesuaian tarif dan kebijakan pengembalian pajak, ekonomi AS berpotensi mencapai pertumbuhan yang kuat di atas 3%.
Perubahan ini didorong oleh meningkatnya tekanan harga. Ketika inflasi menjadi hambatan, pilihan nyata yang dihadapi Gedung Putih menjadi jelas—melanjutkan posisi proteksionis yang keras akan memperburuk lonjakan harga, dan justru tidak menguntungkan pencapaian target ekonomi. Yardeni menunjukkan bahwa pemerintah telah mengumpulkan cukup alat melalui negosiasi sebelumnya, dan sekarang memiliki kondisi serta ruang untuk meredakan tekanan inflasi dengan menurunkan tarif. Pendapat ini secara implisit dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Bessant, yang dalam pernyataannya baru-baru ini menyiratkan bahwa manfaat marginal dari kebijakan tarif sedang menurun.
Namun, Yardeni juga memberikan peringatan risiko penting: jika situasi geopolitik internasional mengalami perubahan besar, seperti memburuknya situasi geopolitik di Eropa, semua prediksi ekonomi ini bisa menjadi tidak berarti. Dengan kata lain, para pelaku pasar perlu memantau secara ketat risiko politik global, karena faktor-faktor ini dapat secara tiba-tiba mengubah prospek ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasFeeBeggar
· 5jam yang lalu
Tarif ini sudah bermain-main selama ini, baru ingat bahwa inflasi adalah masalah? Lucu banget, kenapa tidak dilakukan sejak dulu
Ada kondisi dan ruang? Singkatnya, tidak punya cara lain, meskipun chip banyak juga tidak mampu menahan kenaikan harga
Perubahan geopolitik membuat rencana ini menjadi basi, taruhan politik tidak pernah bisa mengalahkan takdir
Pertumbuhan 3% terdengar menarik, masalahnya dari mana uang ini berasal, akhirnya tetap harus ditanggung rakyat
Dikatakan dengan manis, hanya mengganti nama saja untuk terus memanen keuntungan, aku tidak percaya padamu
Lihat AsliBalas0
BrokeBeans
· 5jam yang lalu
Sekali lagi tentang alat negosiasi dan kebijakan pengembalian pajak, singkatnya adalah setelah sebelumnya keras banget sekarang harus landing dengan lembut.
Lihat AsliBalas0
NftBankruptcyClub
· 5jam yang lalu
Tarif sebagai chip? Kalau diucapkan dengan baik, belum tentu tidak dipaksa oleh inflasi.
---
Pertumbuhan lagi 3%... Bisakah angka ini dipercaya, saya sendiri tidak pernah percaya.
---
Konfirmasi fitur utama Bessen? Kalau begitu, memang harus mengubah strategi, kan.
---
Perubahan geopolitik mendadak, rencana ini langsung tidak berlaku, kok masih terlihat cukup stabil.
---
Menurunkan tarif untuk mengurangi inflasi, semua tarif yang ditambahkan sebelumnya sia-sia? Saya tertawa.
---
Kalau sudah berubah, ya sudah, apa yang dulu itu, langsung selesai begitu saja?
---
Chips sudah habis, baru mulai bicara sekarang, agak terlambat ya teman-teman.
Lihat AsliBalas0
TokenomicsTinfoilHat
· 5jam yang lalu
Lagi-lagi dengan pola ini? Tarif sebagai taruhan, inflasi sebagai alasan, pada akhirnya tetap saja ingin berkompromi
Menurunkan tarif untuk mengurangi inflasi? Tidak heran jika dunia kripto dua tahun terakhir ini begitu gelisah
Kalimat Yardeni bisa dipercaya? Sampai sekarang sudah banyak yang melihat kebalikan dari apa yang dia katakan
Pertumbuhan 3%? Apakah itu omong kosong atau memang nyata, kita tunggu saja sampai semester kedua
Perubahan wajah geopolitik, kebijakan tarif pun ikut berayun, hal ini sama sekali tidak bisa diandalkan
Apa kabar perlindungan industri yang dijanjikan? Tiba-tiba beralih ke negosiasi, orang Amerika benar-benar pandai mengubah kata-kata
Kebuntuan Pertumbuhan Ekonomi AS: Bagaimana Taktik Tarif Mengatasi Tekanan Inflasi
【比推】Analis ekonomi Ed Yardeni baru-baru ini mengeluarkan pendapat, memprediksi bahwa pemerintahan Trump sedang beralih dari strategi hambatan perdagangan ke strategi alat negosiasi. Berdasarkan penilaiannya, melalui penyesuaian tarif dan kebijakan pengembalian pajak, ekonomi AS berpotensi mencapai pertumbuhan yang kuat di atas 3%.
Perubahan ini didorong oleh meningkatnya tekanan harga. Ketika inflasi menjadi hambatan, pilihan nyata yang dihadapi Gedung Putih menjadi jelas—melanjutkan posisi proteksionis yang keras akan memperburuk lonjakan harga, dan justru tidak menguntungkan pencapaian target ekonomi. Yardeni menunjukkan bahwa pemerintah telah mengumpulkan cukup alat melalui negosiasi sebelumnya, dan sekarang memiliki kondisi serta ruang untuk meredakan tekanan inflasi dengan menurunkan tarif. Pendapat ini secara implisit dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Bessant, yang dalam pernyataannya baru-baru ini menyiratkan bahwa manfaat marginal dari kebijakan tarif sedang menurun.
Namun, Yardeni juga memberikan peringatan risiko penting: jika situasi geopolitik internasional mengalami perubahan besar, seperti memburuknya situasi geopolitik di Eropa, semua prediksi ekonomi ini bisa menjadi tidak berarti. Dengan kata lain, para pelaku pasar perlu memantau secara ketat risiko politik global, karena faktor-faktor ini dapat secara tiba-tiba mengubah prospek ekonomi.