Dalam pasar ini selama hampir tiga tahun, hal paling saya syukuri bukanlah berapa banyak yang saya hasilkan, melainkan bahwa saya masih hidup. Kedengarannya agak menyakitkan, tapi inilah kenyataan—sepuluh orang yang trading koin, tujuh di antaranya merugi, dua impas, hanya satu yang bisa menang. Saya kebetulan termasuk yang satu itu, tapi bukan karena saya lebih pintar, melainkan karena saya sudah sejak awal menyadari sejauh mana kemampuan saya sebenarnya.
Saya juga pernah gila mengagumi garis K, terbuai indikator teknikal, membayangkan bisa memprediksi setiap perubahan pasar. Hasilnya? Saya dipukul keras berkali-kali oleh pasar sebelum akhirnya sadar: di dunia koin, yang penting bukan siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang benar-benar memahami batas kemampuan dirinya sendiri.
**Investor ritel secara alami berada dalam posisi yang lemah**
Jelas saja, jika dibandingkan dengan institusi investasi profesional, kita jauh di bawah. Tidak punya tim riset, tidak punya koneksi top, tidak punya informasi langsung, tidak punya waktu untuk riset mendalam—itulah gambaran nyata kebanyakan orang. Investasi sendiri adalah hal yang sangat profesional, bahkan pemain profesional sering mengalami kegagalan, apalagi kita yang amatir.
Tapi ini bukan alasan untuk menyerah, malah ini adalah titik awal untuk menemukan jalan hidup kita. Daripada pura-pura serba bisa dan bersaing dengan institusi, lebih baik akui kelemahan kita, lalu cari satu set aturan bertahan hidup yang cocok untuk yang lemah. Waktu, probabilitas, dan akal sehat—tiga hal ini sebenarnya sudah cukup untuk investor ritel.
**Dari tebak-tebakan acak ke mengikuti feeling**
Kesalahan terbesar adalah setiap hari cuma menebak naik turun. Sebenarnya, jika dipikir-pikir, ini adalah bentuk penipuan diri sendiri—berpura-pura tahu segalanya. Kenyataannya, arah pasar bergantung pada tak terhitung variabel, investor ritel sama sekali tidak punya informasi dan kemampuan untuk memprediksi secara akurat. Daripada repot-repot memprediksi, lebih baik ubah pola pikir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MoodFollowsPrice
· 10jam yang lalu
Hidup adalah pemenang, kata-kata ini benar-benar tidak salah
Lihat AsliBalas0
RetiredMiner
· 10jam yang lalu
Tiga tahun bertahan sudah menang, kalimat ini menyentuh saya.
Lihat AsliBalas0
StableBoi
· 11jam yang lalu
Benar, hidup saja sudah menang. Saya sangat setuju dengan kalimat ini
Lihat AsliBalas0
FarmToRiches
· 11jam yang lalu
Membuat hati terasa terlalu perih, benar-benar sudah menang hanya dengan hidup.
Lihat AsliBalas0
CryingOldWallet
· 11jam yang lalu
Hidup saja sudah cukup, kata-kata ini terdengar menyedihkan, tetapi memang benar-benar menyadarkan.
Lihat AsliBalas0
LiquidityWitch
· 11jam yang lalu
survival of the unfittest, ngl... yang masih bernapas hanyalah mereka yang berhenti berpura-pura bisa melihat masa depan. dark pools tidak peduli dengan obsesi k-line-mu fr fr
能活着就不错了,真的。
Dalam pasar ini selama hampir tiga tahun, hal paling saya syukuri bukanlah berapa banyak yang saya hasilkan, melainkan bahwa saya masih hidup. Kedengarannya agak menyakitkan, tapi inilah kenyataan—sepuluh orang yang trading koin, tujuh di antaranya merugi, dua impas, hanya satu yang bisa menang. Saya kebetulan termasuk yang satu itu, tapi bukan karena saya lebih pintar, melainkan karena saya sudah sejak awal menyadari sejauh mana kemampuan saya sebenarnya.
Saya juga pernah gila mengagumi garis K, terbuai indikator teknikal, membayangkan bisa memprediksi setiap perubahan pasar. Hasilnya? Saya dipukul keras berkali-kali oleh pasar sebelum akhirnya sadar: di dunia koin, yang penting bukan siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang benar-benar memahami batas kemampuan dirinya sendiri.
**Investor ritel secara alami berada dalam posisi yang lemah**
Jelas saja, jika dibandingkan dengan institusi investasi profesional, kita jauh di bawah. Tidak punya tim riset, tidak punya koneksi top, tidak punya informasi langsung, tidak punya waktu untuk riset mendalam—itulah gambaran nyata kebanyakan orang. Investasi sendiri adalah hal yang sangat profesional, bahkan pemain profesional sering mengalami kegagalan, apalagi kita yang amatir.
Tapi ini bukan alasan untuk menyerah, malah ini adalah titik awal untuk menemukan jalan hidup kita. Daripada pura-pura serba bisa dan bersaing dengan institusi, lebih baik akui kelemahan kita, lalu cari satu set aturan bertahan hidup yang cocok untuk yang lemah. Waktu, probabilitas, dan akal sehat—tiga hal ini sebenarnya sudah cukup untuk investor ritel.
**Dari tebak-tebakan acak ke mengikuti feeling**
Kesalahan terbesar adalah setiap hari cuma menebak naik turun. Sebenarnya, jika dipikir-pikir, ini adalah bentuk penipuan diri sendiri—berpura-pura tahu segalanya. Kenyataannya, arah pasar bergantung pada tak terhitung variabel, investor ritel sama sekali tidak punya informasi dan kemampuan untuk memprediksi secara akurat. Daripada repot-repot memprediksi, lebih baik ubah pola pikir.