Kurang makan saat diet, orang gemuk tetap berkeliaran di jalanan. Banyak kursus bahasa Inggris online, tapi yang benar-benar menguasai sedikit sekali. Sudah menghafal puluhan motivasi, tapi hidup tetap saja sulit.
Alasan mendasar sangat menyakitkan—antara tahu dan melakukan, terpaut jurang yang sangat dalam.
Saya telah melihat terlalu banyak orang yang berpindah dari satu kota ke kota lain, pergi tanpa rasa ragu dan tanpa meninggalkan rasa sayang. Yang benar-benar mampu menggabungkan pengetahuan dan tindakan? Tidak banyak. Jurang ini, jika digambarkan, jaraknya bisa sejauh sepuluh ribu mil.
Setelah menganalisis seribu kondisi pasar, akhirnya tetap saja rugi besar. Tidak berani stop loss, saat naik malah serakah. Pasar ini hanya soal sederhana:
**Pertama, berani stop loss saat salah**—berani mengakui kekalahan saat rugi, jangan berdebat dengan pasar.
**Kedua, tahan saat benar**—jika prediksi benar, bersabar, jangan takut terhadap fluktuasi.
**Ketiga, manajemen posisi**—jangan taruh semua modal dalam satu tempat, diversifikasi risiko adalah pengetahuan dasar.
**Keempat, eksekusi tepat**—rencana sekeren apapun, jika tidak dilaksanakan, sama saja sampah.
Orang yang pandai menganalisis banyak, tapi yang benar-benar menghasilkan uang? Masih mereka yang mampu menjalankan rencana dengan baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DecentralizeMe
· 11jam yang lalu
Benar sekali, eksekusi adalah segalanya, saya terjebak di sini
Lihat AsliBalas0
ReverseFOMOguy
· 11jam yang lalu
Bilang terlalu menyakitkan hati, tahu dan melakukan benar-benar berjauhan ribuan mil
Kekuatan eksekusi adalah kunci utama, analisis yang bagus pun tidak berguna
Itulah mengapa 90% orang merugi, serakah bisa mematikan
Saya sering melihat orang enggan menutup kerugian, akhirnya langsung mengalami margin call
Daripada setiap hari menganalisis garis K, lebih baik mengendalikan tangan sendiri terlebih dahulu
Lihat AsliBalas0
MerkleTreeHugger
· 11jam yang lalu
Sejujurnya, apa sih yang aku tahu, toh setiap hari cuma ngomong mau eksekusi, tapi tetap saja seperti dulu.
Benar-benar, kata "stop loss" gampang ditulis, tapi saat ditekan kaki jadi lemas.
Kemampuan eksekusi ini, lebih berharga dari apa pun.
Sudah analisis, sudah rencana, ujung-ujungnya cuma omong kosong, lebih baik jujur saja melakukan satu hal.
Itulah mengapa kebanyakan orang tidak akan pernah bisa menghasilkan uang, otaknya berpikir berbeda dari apa yang dilakukan di tangan.
Lihat AsliBalas0
NewDAOdreamer
· 11jam yang lalu
Ini adalah hakikat dari crypto, banyak yang bisa membaca grafik, beberapa yang bisa menjalankan eksekusi.
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrybaby
· 11jam yang lalu
Terlalu keras bicara, tahu ya tahu, tangan gemetar lagi langsung hilang semua
Kurang makan saat diet, orang gemuk tetap berkeliaran di jalanan. Banyak kursus bahasa Inggris online, tapi yang benar-benar menguasai sedikit sekali. Sudah menghafal puluhan motivasi, tapi hidup tetap saja sulit.
Alasan mendasar sangat menyakitkan—antara tahu dan melakukan, terpaut jurang yang sangat dalam.
Saya telah melihat terlalu banyak orang yang berpindah dari satu kota ke kota lain, pergi tanpa rasa ragu dan tanpa meninggalkan rasa sayang. Yang benar-benar mampu menggabungkan pengetahuan dan tindakan? Tidak banyak. Jurang ini, jika digambarkan, jaraknya bisa sejauh sepuluh ribu mil.
Setelah menganalisis seribu kondisi pasar, akhirnya tetap saja rugi besar. Tidak berani stop loss, saat naik malah serakah. Pasar ini hanya soal sederhana:
**Pertama, berani stop loss saat salah**—berani mengakui kekalahan saat rugi, jangan berdebat dengan pasar.
**Kedua, tahan saat benar**—jika prediksi benar, bersabar, jangan takut terhadap fluktuasi.
**Ketiga, manajemen posisi**—jangan taruh semua modal dalam satu tempat, diversifikasi risiko adalah pengetahuan dasar.
**Keempat, eksekusi tepat**—rencana sekeren apapun, jika tidak dilaksanakan, sama saja sampah.
Orang yang pandai menganalisis banyak, tapi yang benar-benar menghasilkan uang? Masih mereka yang mampu menjalankan rencana dengan baik.