Dengan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve(Fed·The Fed) dan pasokan likuiditas yang masuk ke pasar global, diperkirakan tahun ini Bitcoin akan mendapatkan manfaat. Analisis menyebutkan bahwa sentimen investasi aset berisiko yang sebelumnya melemah karena kebijakan ketat akan kembali pulih.
CEO Abra(CEO) Bill Barhydt mengatakan dalam wawancara dengan jaringan Swap, “The Fed sedang membangun dasar untuk kebijakan pelonggaran,” dan menyatakan hal tersebut.
CEO Barhydt baru-baru ini menggambarkan langkah The Fed sebagai ‘pelonggaran kuantitatif(QE) versi ringan’. Ia menjelaskan, “The Fed mulai membeli obligasi sendiri untuk mendukung permintaan obligasi pemerintah,” dan menambahkan, “Pada tahun depan, kemungkinan besar permintaan obligasi pemerintah akan menurun seiring penurunan suku bunga, dan kombinasi ini adalah sinyal positif untuk semua aset termasuk Bitcoin.”
Selain pasokan likuiditas, Barhydt juga menyebutkan kejelasan regulasi di AS dan peningkatan partisipasi investor institusional sebagai kekuatan pendorong kenaikan. Ia mengatakan, “Dengan suku bunga rendah dan regulasi yang semakin jelas, pasar aset digital akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun ke depan,” dan memperkirakan kenaikan ini tidak akan berhenti dalam siklus sesaat.
Namun, ada juga pandangan bahwa belum waktunya untuk mengharapkan penurunan suku bunga secara drastis. Berdasarkan data dari Chicago Mercantile Exchange(CME) FedWatch, para trader memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee(FOMC) Januari sebesar 14,9%. Angka ini turun drastis dari 23% pada November lalu, menunjukkan bahwa pergeseran kebijakan moneter(pivot) mungkin akan tertunda lebih lama dari yang diperkirakan pasar.
Ada juga pandangan hati-hati bahwa Bitcoin akan lebih cenderung mengalami kenaikan stabil daripada lonjakan besar secara tiba-tiba. CIO(CIO) Matt Hogen dari Bitwise dalam wawancara minggu lalu mengatakan, “Dalam 10 tahun ke depan, Bitcoin akan menunjukkan tren kenaikan yang kuat namun perlahan.” Ia menambahkan, “Kita harus mengharapkan hasil yang lebih stabil dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan eksponensial yang pernah kita lihat dalam siklus sebelumnya.”
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
NFTFreezer
· 8jam yang lalu
The Fed melonggarkan kebijakan, sudah menjadi hal yang biasa... tapi apakah kali ini benar-benar?
Lihat AsliBalas0
MEVSandwich
· 8jam yang lalu
Ini lagi-lagi cerita tentang Fed yang melonggarkan kebijakan, apakah kali ini benar-benar berbeda?
Lihat AsliBalas0
StealthDeployer
· 8jam yang lalu
Fed mengungkapkan, gelombang ini memang harus bangkit
Lihat AsliBalas0
GasFeeWhisperer
· 8jam yang lalu
Kembali lagi dengan skenario ini? Fed melonggarkan kebijakan dan Bitcoin langsung melambung, skenario ini sudah kita lihat tahun lalu...
Lihat AsliBalas0
BoredRiceBall
· 9jam yang lalu
Itu lagi lagi argumen yang sama, mengeluarkan air lalu harga Bitcoin naik? Tahun lalu juga begitu, hasilnya bagaimana...
Tahun ini Bitcoin, dengan likuiditas yang mengalir, akan memulai reli
Sumber: HanKyungBlockchain Judul Asli: “올해 비트코인, 유동성 풀리면서 랠리 시작될 것”
Tautan Asli: https://www.hankyung.com/article/202601027461B
Dengan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve(Fed·The Fed) dan pasokan likuiditas yang masuk ke pasar global, diperkirakan tahun ini Bitcoin akan mendapatkan manfaat. Analisis menyebutkan bahwa sentimen investasi aset berisiko yang sebelumnya melemah karena kebijakan ketat akan kembali pulih.
CEO Abra(CEO) Bill Barhydt mengatakan dalam wawancara dengan jaringan Swap, “The Fed sedang membangun dasar untuk kebijakan pelonggaran,” dan menyatakan hal tersebut.
CEO Barhydt baru-baru ini menggambarkan langkah The Fed sebagai ‘pelonggaran kuantitatif(QE) versi ringan’. Ia menjelaskan, “The Fed mulai membeli obligasi sendiri untuk mendukung permintaan obligasi pemerintah,” dan menambahkan, “Pada tahun depan, kemungkinan besar permintaan obligasi pemerintah akan menurun seiring penurunan suku bunga, dan kombinasi ini adalah sinyal positif untuk semua aset termasuk Bitcoin.”
Selain pasokan likuiditas, Barhydt juga menyebutkan kejelasan regulasi di AS dan peningkatan partisipasi investor institusional sebagai kekuatan pendorong kenaikan. Ia mengatakan, “Dengan suku bunga rendah dan regulasi yang semakin jelas, pasar aset digital akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun ke depan,” dan memperkirakan kenaikan ini tidak akan berhenti dalam siklus sesaat.
Namun, ada juga pandangan bahwa belum waktunya untuk mengharapkan penurunan suku bunga secara drastis. Berdasarkan data dari Chicago Mercantile Exchange(CME) FedWatch, para trader memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee(FOMC) Januari sebesar 14,9%. Angka ini turun drastis dari 23% pada November lalu, menunjukkan bahwa pergeseran kebijakan moneter(pivot) mungkin akan tertunda lebih lama dari yang diperkirakan pasar.
Ada juga pandangan hati-hati bahwa Bitcoin akan lebih cenderung mengalami kenaikan stabil daripada lonjakan besar secara tiba-tiba. CIO(CIO) Matt Hogen dari Bitwise dalam wawancara minggu lalu mengatakan, “Dalam 10 tahun ke depan, Bitcoin akan menunjukkan tren kenaikan yang kuat namun perlahan.” Ia menambahkan, “Kita harus mengharapkan hasil yang lebih stabil dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan eksponensial yang pernah kita lihat dalam siklus sebelumnya.”