Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Banyak trader sedang memikirkan satu pertanyaan—bagaimana cara masuk secara akurat selama penurunan, bukan sekadar ikut-ikutan membeli saat harga turun? Sebenarnya, empat strategi low absorption ini bisa menyelesaikan sebagian besar situasi.
**Langkah pertama: Masuk setelah breakout volume besar dan retracement**
Logikanya sederhana—ketika harga menembus level resistance, itu menunjukkan kekuatan pembeli cukup besar, dan saat harga melakukan retracement, itu menjadi peluang low absorption. Tapi ada jebakannya: saat pasar secara keseluruhan lemah, jangan main-main, karena dalam kondisi seperti itu, breakout bisa palsu, dan retracement malah bisa berbalik menjadi pembalikan tren.
Bagaimana caranya? Pertama, breakout harus disertai volume transaksi yang jelas meningkat, dan harus bertahan selama 1-2 hari perdagangan agar dianggap valid, untuk menghindari pergerakan satu hari. Kedua, saat retracement, volume harus mengecil, dan harga tidak boleh menembus support secara efektif. Ketiga, begitu muncul sinyal berhenti turun (seperti doji, candle kecil hijau, atau pola bullish engulfing), atau harga kembali di atas support, itu saatnya masuk posisi.
**Langkah kedua: Divergence MACD mencari dasar bottom**
Strategi ini khusus untuk mengatasi tren penurunan jangka panjang. Prinsipnya begini—harga terus menciptakan low baru, tetapi indikator momentum (MACD histogram hijau) justru tidak menciptakan low baru, ini menunjukkan tekanan jual mulai melemah, dan sinyal bottom semakin jelas.
Tapi perlu diingat, dalam tren turun panjang, divergence bisa muncul beberapa kali, jadi jangan langsung masuk begitu melihat satu divergence. Secara operasional, harus ada minimal 2 titik low yang jelas untuk mengonfirmasi divergence, lalu tunggu MACD golden cross atau harga menembus high kecil terakhir sebelum masuk. Jangan terburu-buru, karena itu berisiko terkena stop loss. Perhatikan juga volume—ketika divergence terbentuk, biasanya volume mengecil saat harga turun, dan saat menembus high, volume harus meningkat. Sinyal seperti ini lebih terpercaya.
**Langkah ketiga: Stabil di level support penting dan low absorption**
Level support terlihat sederhana, tapi sebenarnya perlu perhatian serius. Apa itu support yang andal? Misalnya, moving average jangka panjang (seperti MA tahunan, setengah tahunan) atau titik low sebelumnya yang sudah diuji minimal 2 kali tanpa ditembus.
Namun, kenyataannya—support bukanlah sesuatu yang pasti. Saat pasar lemah atau saham mengalami berita buruk, support bisa ditembus. Jika ditembus dengan volume besar, harus segera cut loss, jangan berharap terlalu banyak.
Cara memilih waktu masuk: harga stabil di dekat support selama 1-2 hari, atau muncul tanda rebound volume besar. Disarankan mulai dengan posisi kecil untuk uji coba, dan jika support terbukti efektif, baru tambah posisi secara bertahap. Dengan begitu, risiko bisa lebih terkendali.
**Langkah keempat: Tren naik dan moving average tidak ditembus adalah peluang**
Ini metode paling simpel dan paling efektif. Logika utamanya satu kalimat—selama harga tidak menembus moving average penting, tren naik tetap hidup, dan saat koreksi mendekati MA, saatnya masuk.
Kondisi spesifiknya apa? Susunan MA harus dalam posisi bullish (MA jangka pendek di atas MA jangka panjang), harga harus tetap di atas MA dalam jangka panjang, dan setiap koreksi tidak boleh menembus MA10 atau MA20 secara signifikan. Saat koreksi volume mengecil, harga mendekati atau menyentuh MA dan tetap bertahan, atau kembali di atas MA5, itu saatnya beli. Jika volume saat koreksi sangat kecil, bisa sedikit lebih awal masuk, karena koreksi volume kecil biasanya tidak dalam-dalam.
**Beberapa pengingat umum**
Keempat strategi ini tampak terpisah, tapi sebenarnya mengikuti satu prinsip—volume besar menembus keseimbangan (breakout atau rebound), dan volume kecil saat retracement atau konsolidasi untuk konfirmasi. Volume selalu menjadi garis pertahanan pertama—jika tidak yakin dengan volume, jangan buru-buru bertindak. Selain itu, selalu sadar risiko—support bisa ditembus, divergence bisa gagal, tren bisa berbalik, itu hal yang normal. Tetapkan stop loss, kelola posisi, dan jaga mental tetap tenang—itu jauh lebih efektif daripada mempelajari seratus strategi.