KOSPI Menghadapi Potensi Penarikan Setelah Pemulihan Ringan Hari Jumat

Indeks acuan Korea Selatan melakukan pemulihan hati-hati pada hari Jumat, merebut kembali posisi setelah memutus tren kemenangan tiga sesi yang memberikan sekitar 120 poin kenaikan. Perdagangan di 4.129,68, KOSPI tetap berada di posisi yang rawan di bawah ambang batas 4.130 poin, dengan para analis memperingatkan kemungkinan kelemahan menjelang minggu perdagangan baru.

Kenaikan 21,06 poin indeks—yang mewakili kenaikan 0,51 persen—menutupi narasi pasar yang rumit di mana kekuatan teknologi tidak cukup untuk mengatasi hambatan sektor keuangan. Volume perdagangan mencapai 502,7 juta saham dengan nilai 16 triliun won, dengan saham yang menurun (639) secara substansial melebihi jumlah saham yang naik (246), menunjukkan kerentanan mendasar.

Kekuatan Teknologi vs. Kelemahan Keuangan

Perbedaan kinerja antar sektor mendefinisikan sesi hari Jumat. Samsung Electronics memberikan performa terbaik, melonjak 5,31 persen, sementara pemain semikonduktor lainnya SK Hynix menambahkan 1,87 persen. Namun, kenaikan ini menghadapi resistensi dari lembaga keuangan: Shinhan Financial turun 1,29 persen, KB Financial merosot 1,19 persen, dan Hana Financial mundur 1,16 persen. Sektor properti dan kimia juga menunjukkan kelemahan, dengan POSCO Holdings kehilangan 1,91 persen dan LG Chem menurun 2,89 persen.

Di antara nama-nama aktif, eksposur otomotif menunjukkan hasil yang beragam. Hyundai Motor turun 1,04 persen dan Kia Motors tergelincir 0,99 persen, meskipun Hyundai Mobis melemah lebih tajam sebesar 1,92 persen. Nama-nama konsumsi diskresioner seperti Naver merosot 2,11 persen.

Pasar Global Berikan Sinyal Campuran

Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi perdagangan yang tipis, khas musim liburan, dengan pasar AS memberikan dorongan yang hangat-hangat kuku. Penampilan Wall Street hari Jumat terbukti tidak konklusif: S&P 500 sedikit turun 2,11 poin menjadi 6.929,94, Dow menurun 29,19 poin menjadi 48.710,97, dan NASDAQ tergelincir 20,21 poin menjadi 23.593,10. Meski kelemahan harian, kinerja mingguan tetap positif, dengan S&P 500 naik 1,4 persen dan Dow serta NASDAQ naik 1,2 persen untuk minggu tersebut.

Para trader mengaitkan posisi hati-hati ini dengan kelelahan pasca-liburan Natal dan keengganan untuk secara agresif mengejar posisi setelah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini oleh Dow dan S&P 500. Aktivitas perdagangan di bawah rata-rata mencerminkan jeda musiman di antara observasi hari libur.

Pasar Energi Sinyalkan Kekhawatiran Lebih Luas

Harga minyak mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik, dengan minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun $1,41 (2,42 persen) menjadi $56,94 per barel. Penurunan ini terkait dengan memburuknya hubungan AS-Venezuela yang mempengaruhi dinamika pasokan minyak global.

Melihat ke depan, trajektori KOSPI tampak tidak pasti. Dengan indeks yang berada di dekat level resistensi utama dan kalender perdagangan yang dipersingkat karena liburan, para pelaku pasar harus mengantisipasi kemungkinan perdagangan dalam kisaran atau penurunan moderat sebelum stabilisasi menjelang akhir tahun.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt