Saham India tetap datar sepanjang sesi Selasa, dengan indeks benchmark BSE Sensex turun sedikit sebesar 20,46 poin (0,02%) untuk ditutup di 84.675,08. Nifty50 dari Bursa Efek Nasional mencerminkan kinerja yang sepi ini, turun 3,25 poin (0,01%) untuk menetap di 25.938,85. Kedua indeks berfluktuasi dalam kisaran sempit selama sebagian besar hari, dengan para trader tampak ragu-ragu untuk mengambil langkah berani menjelang libur Tahun Baru.
Saham Logam Memimpin Pergerakan
Bagian yang cerah di pasar yang sepi ini datang dari sektor logam, yang menunjukkan ketahanan yang mencolok. Tata Steel muncul sebagai pemain unggulan, naik lebih dari 2%, sementara Hindalco melonjak 2,1%. Momentum ini meluas ke seluruh kompleks logam yang lebih luas, dengan nama-nama seperti NMDC, Vedanta, Jindal Stainless, dan Jindal Steel semuanya mencatat kenaikan tajam. Hindustan Copper sangat mengesankan, melonjak 9% dengan volume perdagangan yang kuat. Rally logam ini menegaskan kepercayaan yang meningkat terhadap harga komoditas dan permintaan industri.
Sektor Otomotif Tetap Sejalan
Segmen otomotif juga mengesankan, dengan Bajaj Auto memimpin penguatan Nifty50 sebesar 2,3%. Mahindra & Mahindra naik 2%, sementara Tata Motors Passenger Vehicles berakhir jauh lebih tinggi. Kekuatan sektor ini menunjukkan optimisme terhadap pemulihan permintaan kendaraan yang memasuki tahun baru.
Sinyal Campuran di Tempat Lain
Sementara itu, kelemahan muncul di ruang defensif. Saham teknologi mengalami penurunan, dengan Infosys dan HCL Technologies mencatat kerugian moderat. Nama-nama konsumsi diskresioner seperti Asian Paints turun 1,4%, sementara Eicher Motors turun 1,4%. Saham properti tetap di bawah tekanan sepanjang sesi. Namun, bank-bank BUMN dan beberapa nama keuangan tertentu memberikan dukungan, dengan Axis Bank, State Bank of India, dan Bharti Airtel ditutup jauh lebih tinggi.
Kinerja Pasar Lebih Luas Mengecewakan
Kinerja pasar secara keseluruhan menunjukkan gambaran hati-hati. Di BSE, 2.259 saham ditutup merah, sementara hanya 1.919 yang menguat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kenaikan terkonsentrasi pada beberapa nama tertentu daripada secara luas. Gujarat Kidney and Super Specialty, yang debut di Rs 120,75 (dengan premi 6% dari harga penerbitan), tidak mampu mempertahankan momentum dan turun hampir 10% saat penutupan.
Data Ekonomi Menunjukkan Momentum ke Depan
Di bidang makro, produksi industri meningkat menjadi 6,7% secara tahunan pada November, menandai laju tercepat sejak Oktober 2023 dan lonjakan signifikan dari angka 0,5% bulan sebelumnya. Output manufaktur berkembang sebesar 8% secara tahunan, menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat. Data ini mengindikasikan bahwa ekonomi tetap kokoh meskipun pasar dalam jangka pendek ragu-ragu.
Intinya: Dengan saham logam menunjukkan keyakinan dan nama-nama otomotif menguat, perdagangan hari Selasa menunjukkan peluang spesifik sektor meskipun pasar secara umum tetap dalam pola menunggu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perdagangan Saham India Mengambang; Sektor Logam & Otomotif Jadi Sorotan
Saham India tetap datar sepanjang sesi Selasa, dengan indeks benchmark BSE Sensex turun sedikit sebesar 20,46 poin (0,02%) untuk ditutup di 84.675,08. Nifty50 dari Bursa Efek Nasional mencerminkan kinerja yang sepi ini, turun 3,25 poin (0,01%) untuk menetap di 25.938,85. Kedua indeks berfluktuasi dalam kisaran sempit selama sebagian besar hari, dengan para trader tampak ragu-ragu untuk mengambil langkah berani menjelang libur Tahun Baru.
Saham Logam Memimpin Pergerakan
Bagian yang cerah di pasar yang sepi ini datang dari sektor logam, yang menunjukkan ketahanan yang mencolok. Tata Steel muncul sebagai pemain unggulan, naik lebih dari 2%, sementara Hindalco melonjak 2,1%. Momentum ini meluas ke seluruh kompleks logam yang lebih luas, dengan nama-nama seperti NMDC, Vedanta, Jindal Stainless, dan Jindal Steel semuanya mencatat kenaikan tajam. Hindustan Copper sangat mengesankan, melonjak 9% dengan volume perdagangan yang kuat. Rally logam ini menegaskan kepercayaan yang meningkat terhadap harga komoditas dan permintaan industri.
Sektor Otomotif Tetap Sejalan
Segmen otomotif juga mengesankan, dengan Bajaj Auto memimpin penguatan Nifty50 sebesar 2,3%. Mahindra & Mahindra naik 2%, sementara Tata Motors Passenger Vehicles berakhir jauh lebih tinggi. Kekuatan sektor ini menunjukkan optimisme terhadap pemulihan permintaan kendaraan yang memasuki tahun baru.
Sinyal Campuran di Tempat Lain
Sementara itu, kelemahan muncul di ruang defensif. Saham teknologi mengalami penurunan, dengan Infosys dan HCL Technologies mencatat kerugian moderat. Nama-nama konsumsi diskresioner seperti Asian Paints turun 1,4%, sementara Eicher Motors turun 1,4%. Saham properti tetap di bawah tekanan sepanjang sesi. Namun, bank-bank BUMN dan beberapa nama keuangan tertentu memberikan dukungan, dengan Axis Bank, State Bank of India, dan Bharti Airtel ditutup jauh lebih tinggi.
Kinerja Pasar Lebih Luas Mengecewakan
Kinerja pasar secara keseluruhan menunjukkan gambaran hati-hati. Di BSE, 2.259 saham ditutup merah, sementara hanya 1.919 yang menguat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kenaikan terkonsentrasi pada beberapa nama tertentu daripada secara luas. Gujarat Kidney and Super Specialty, yang debut di Rs 120,75 (dengan premi 6% dari harga penerbitan), tidak mampu mempertahankan momentum dan turun hampir 10% saat penutupan.
Data Ekonomi Menunjukkan Momentum ke Depan
Di bidang makro, produksi industri meningkat menjadi 6,7% secara tahunan pada November, menandai laju tercepat sejak Oktober 2023 dan lonjakan signifikan dari angka 0,5% bulan sebelumnya. Output manufaktur berkembang sebesar 8% secara tahunan, menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat. Data ini mengindikasikan bahwa ekonomi tetap kokoh meskipun pasar dalam jangka pendek ragu-ragu.
Intinya: Dengan saham logam menunjukkan keyakinan dan nama-nama otomotif menguat, perdagangan hari Selasa menunjukkan peluang spesifik sektor meskipun pasar secara umum tetap dalam pola menunggu.