Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apa arti indikator RSI dalam praktik – Apa yang perlu diketahui para trader?
Dari mana asal RSI dan apa arti sebenarnya?
Pengertian RSI atau yang dikenal sebagai Indeks Kekuatan Relatif adalah alat analisis teknikal yang menunjukkan momentum dan arah harga suatu aset. Indikator ini diciptakan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978, yang mempopulerkan alat ini bersama dengan alat serupa lainnya dalam sebuah buku panduan teknis yang lebih lama – Konsep Baru Perdagangan Teknikal. Wilder memulai kariernya sebagai insinyur dan pengembang real estat, kemudian beralih ke perdagangan saham pada awal tahun 1970-an. Meskipun awalnya tidak sukses, penelitian matematis dan pengalamannya menghasilkan indikator yang hingga saat ini digunakan secara global.
Dasar-dasar cara kerja indikator RSI
RSI pada dasarnya adalah osilator momentum yang memeriksa seberapa cepat dan seberapa besar harga berubah. Pada grafik harian dengan periode default 14, ia mengukur rata-rata keuntungan dan kerugian selama 14 hari (, dan pada grafik per jam selama 14 jam ), lalu menggambarkan hasilnya pada skala antara 0 dan 100.
Penilaian indikator sangat sederhana: jika nilai RSI naik di atas 70, itu menunjukkan bahwa aset kemungkinan besar telah dibeli berlebihan (kondisi overbought). Sebaliknya, jika nilai turun di bawah 30, itu menyiratkan bahwa aset kemungkinan besar telah dijual berlebihan (kondisi oversold). Dengan demikian, RSI membantu para trader untuk mengenali kapan pergerakan harga mungkin berlebihan.
Bagaimana cara mengatur RSI sesuai kebutuhan Anda?
RSI bukanlah alat yang tetap – para trader dapat menyesuaikan jumlah periode sesuai kebutuhan mereka. Periode yang lebih pendek (misalnya 7 hari) membuat indikator lebih sensitif terhadap pergerakan harga, sedangkan periode yang lebih panjang (misalnya 21 hari) membuatnya lebih halus dan stabil. Untuk trading jangka pendek, banyak yang menggunakan level 20 dan 80 alih-alih 30 dan 70 untuk mengurangi sinyal palsu.
RSI dan Divergensi – Mengidentifikasi Perubahan Tren Tersembunyi
Salah satu aplikasi terpenting RSI adalah untuk menemukan bullish (divergensi bullish) dan bearish (divergensi bearish). Divergensi bullish terjadi ketika harga turun, tetapi RSI naik – ini menunjukkan bahwa tekanan beli meningkat meskipun terjadi penurunan. Divergensi bearish adalah kebalikannya: harga naik, tetapi RSI turun, yang menunjukkan bahwa momentum menyusut.
Namun, penting untuk dicatat bahwa divergensi RSI kurang dapat diandalkan di pasar dengan tren yang kuat. Mereka paling baik bekerja di pasar yang bergerak datar atau dengan tren yang sedikit.
Apa yang perlu diperhatikan saat menggunakan RSI?
RSI adalah alat yang berguna, tetapi tidak memberikan akurasi 100%. Sebagian besar trader sukses menggunakan indikator ini dikombinasikan dengan alat analisis teknis lainnya untuk mengurangi kejadian sinyal palsu. Arti RSI pada akhirnya adalah membantu trader memahami momentum harga dan peluang yang menyertainya - tetapi selalu ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan.