Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Skandal Brock Pierce: Bagaimana Ambisi Seorang Pelopor Crypto di Puerto Rico Berubah Menjadi Mimpi Buruk Hukum
Pengusaha kripto dan mantan tokoh industri hiburan Brock Pierce, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Tether, terjerat dalam pertarungan hukum besar yang berpusat pada transaksi properti yang dipersengketakan di Puerto Rico. Kontroversi ini muncul setelah kehilangan resor Vieques pada bulan November, memicu apa yang Bloomberg gambarkan sebagai sengketa sengit dengan pemilik properti saat ini, yang menyatakan bahwa transfer dilakukan dengan benar dan menganggap klaim Pierce tidak berdasar.
Sebuah Strategi Properti yang Gagal
Keterlibatan Pierce dengan Puerto Rico dimulai sejak 2017, ketika ia pindah ke yurisdiksi pulau tersebut. Sejak saat itu, perusahaan yang terkait dengan Pierce telah mengumpulkan portofolio setidaknya enam properti dengan nilai sekitar $35 juta. Kepemilikannya mencakup dari sebuah lodge mason berusia 124 tahun di Old San Juan—yang berfungsi sebagai basis operasionalnya—hingga pengembangan komersial dan residensial di seluruh pulau, termasuk properti di lingkungan eksklusif Dorado.
Resor Vieques merupakan proyek unggulan Pierce, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi lokal dan membangun kehadiran komersial yang signifikan. Namun, ambisi ini bertabrakan dengan apa yang Pierce gambarkan sebagai sabotase yang disengaja yang diatur oleh Joseph Lipsey III, mantan rekan terpercaya.
Transaksi yang Dipersengketakan dan Klaim Hukum
Menurut pengaduan yang diajukan pada 19 Desember, Pierce menuduh bahwa Lipsey III awalnya menawarkan fasilitas kredit sebesar $10 juta kepadanya yang secara kasat mata untuk memperoleh sisa saham dalam usaha resor tersebut. Sebaliknya, Pierce berpendapat bahwa Lipsey III memanfaatkan pengaturan keuangan tersebut, dengan menyita seluruh properti sebagai jaminan ketika Pierce gagal memenuhi tenggat waktu transaksi. Aset tersebut kemudian dialihkan ke VRRRF, sebuah perusahaan di mana Lipsey III menjabat sebagai kepala eksekutif.
Serangkaian peristiwa ini mendorong Pierce untuk menuntut ganti rugi sebesar $80 juta dan meminta intervensi pengadilan untuk membatalkan transfer properti tersebut. Pierce menyalahkan pandemi dan gangguan pasar berikutnya atas keterlambatan dalam mendapatkan penyewa permanen untuk beberapa properti, yang semakin memperumit strategi pengembangan Puerto Rico secara keseluruhan.
Implikasi Skandal Brock Pierce yang Lebih Luas
Situasi yang sedang berkembang ini menyoroti kerentanan dalam kesepakatan properti bernilai tinggi dan pengaturan pembiayaan di sektor cryptocurrency. Aset lain Pierce di Puerto Rico—termasuk sebuah bangunan bersejarah dan galeri seni digital di Old San Juan—tetap tidak terpengaruh oleh sengketa saat ini, meskipun gangguan hukum dan keuangan dilaporkan telah menunda pengumuman publik terkait upaya reposisi properti.