Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
100,7 miliar dolar AS beralih arah: Mengapa peminjam Asia berebut obligasi euro?
【Dunia Kripto】Para peminjam Asia diam-diam sedang mengubah aturan main. Data berbicara: proporsi pembelian obligasi yang didenominasikan dalam euro melonjak hingga 23%—ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah, naik 6 poin persentase langsung dibanding tahun lalu.
Besar dana yang terlibat dalam aksi ini? US$100,7 miliar. Bukan angka kecil.
Logika di baliknya sebenarnya cukup jelas. Pertama, tak ada yang mau menaruh semua telur dalam satu keranjang, diversifikasi aset adalah keharusan. Kedua, biaya pendanaan di Eropa memang lebih menarik. Ditambah lagi, kebijakan tarif Amerika yang bolak-balik, jadi wajar jika sentimen lindung nilai meningkat. Hasilnya, pasar obligasi Eropa jadi sesak, permintaan langsung melebihi kuota.
Yang lebih mencengangkan, menurut beberapa bankir, hanya pada paruh kedua 2025 saja, porsi pembeli Asia di obligasi euro sudah melonjak 10% hingga 20%. Ini jelas bukan sekadar fluktuasi pasar, melainkan penataan ulang lanskap keuangan—era multipolar bukan lagi tren, tapi sudah menjadi kenyataan.