Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
1,9 juta USDT tergeletak di lemari barang bukti polisi, tidak ada yang berani mengklaim?
Polisi Jiayu, Hubei baru-baru ini menyita sejumlah besar aset digital dalam sebuah kasus—hampir 1,9 juta USDT, jika dikonversi ke harga saat ini hampir 13 juta RMB. Masalahnya: uang ini ternyata tidak ada pemiliknya.
Polisi sudah mengeluarkan pengumuman, memberikan waktu 6 bulan bagi pemilik untuk mengklaim. Tapi syaratnya cukup ketat: harus datang sendiri, dan harus membuktikan asal-usul dana ini bersih. Bayangkan, orang yang berani mengklaim harus bisa menjelaskan dengan jelas dari mana uang sebanyak itu berasal, kalau tidak bisa menjelaskan, bisa langsung diselidiki.
Kasus ini memicu banyak diskusi di kalangan komunitas. Ada yang menduga USDT ini terkait dengan aktivitas ilegal, sehingga pemilik aslinya sama sekali tidak berani muncul. Ada juga yang mempertanyakan hal lain: jika benar-benar tidak ada yang mengklaim, akankah ini menjadi kasus pertama penyitaan aset kripto dalam skala besar di dalam negeri? Setelah aset on-chain diproses oleh lembaga hukum, apa yang akan terjadi? Akan langsung dimusnahkan atau dilelang untuk diuangkan?
Hitung mundur 6 bulan sudah berjalan. Apakah "harta tanpa pemilik" ini akhirnya akan kembali ke pemiliknya, atau masuk ke kas negara? Silakan diskusi di kolom komentar.