Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Paradoks orang kaya: Mengapa dia berutang 1,2 miliar dolar tetapi malah lebih kaya?
Penulis buku laris “Rich Dad Poor Dad” Robert Kiyosaki baru-baru ini mengungkapkan kebenaran besar - dia memiliki utang sebesar 1,2 miliar dolar. Namun, pria ini justru mengatakan bahwa ini adalah alasan dia “begitu kaya”.
Logika inti sangat keras: dia membeli aset dengan utang, tidak membeli liabilitas dengan utang. Ferrari, Rolls-Royce? Dibeli dengan tunai, karena ini adalah barang konsumsi. Tapi properti, proyek komersial? Dibeli dengan pinjaman, karena ini akan meningkat nilainya.
Ada juga arbitrase pajak: utang investasi dalam beberapa kasus dapat dikurangkan pajak, jadi dia mengatakan bahwa dia hampir tidak membayar pajak - karena dia adalah “peminjam” dan bukan orang yang menghasilkan uang.
Yang paling mencolok adalah sikapnya terhadap dolar: pada tahun 1971, dolar “menjadi utang”, jadi dia tidak menyimpan uang tunai, semua ditukarkan dengan perak, emas, dan bitcoin. “Jika saya bangkrut, bank juga harus bangkrut.”
Pandangan ini kontroversial, tetapi logika yang konsisten: menggunakan leverage untuk mendorong apresiasi aset vs menyimpan uang tunai yang dimakan inflasi. Masalahnya adalah—apakah orang biasa benar-benar dapat memainkan ini?