Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bagaimana cara menghitung harga likuidasi pada kontrak perpetual? Satu artikel untuk memahami perbedaan mode margin terisolasi dan cross margin
Hal yang paling ditakuti saat trading futures adalah tiba-tiba terkena likuidasi. Padahal sebenarnya harga likuidasi itu ada rumusnya, selama kamu bisa menghitung angka ini dengan jelas, kamu akan lebih paham risiko yang kamu hadapi. Hari ini saya akan mengupas logika di baliknya.
Kapan kamu akan dilikuidasi?
Singkatnya: Ketika margin kamu tidak cukup untuk mempertahankan posisi, sistem akan otomatis menutup posisi kamu. Misal kamu buy 1 BTC di harga 20000 USDT dengan leverage 50x. Jika BTC turun ke 19700 USDT, kamu akan kena likuidasi.
Mode Margin Terisolasi (Risiko Lebih Terkendali)
Dalam mode ini, margin untuk setiap posisi bersifat independen. Kerugian terbesar hanya sebatas margin yang kamu taruh di posisi itu, tidak akan menggerus saldo seluruh akun.
Rumus harga likuidasi untuk posisi long: Harga likuidasi = Harga masuk - [(Margin Awal - Margin Pemeliharaan) / Jumlah Kontrak]
Contoh nyata:
Jika kamu menambah margin 3000 USDT di tengah jalan, harga likuidasi jadi lebih aman.
Mode Cross Margin (Lebih Fleksibel Tapi Berisiko)
Pada mode ini, semua posisi menggunakan saldo akun secara bersama. Kerugian dari satu posisi bisa langsung memakan margin posisi lain, sehingga risikonya saling mempengaruhi.
Logika utama: Harga likuidasi = Harga masuk ± [(Saldo Tersedia + Margin Awal - Margin Pemeliharaan) / Posisi Bersih]
Contoh nyata: Misal kamu punya saldo tersedia 2000 USDT, buy 2 BTC di harga 10000 USDT dengan leverage 100x.
Hal Krusial: Harga Likuidasi Berubah Jika Ada Banyak Posisi
Misal kamu pegang secara bersamaan:
Harga likuidasi BTC tidak hanya tergantung pada posisi BTC, tapi juga bisa tergerus oleh kerugian ETH. Setiap kali satu posisi rugi bertambah, harga likuidasi posisi lain makin dekat. Inilah efek “reaksi berantai” mode cross margin.
Tiga Tips Agar Tidak Terjebak