Ketika keluarga menjadi lebih kaya, mereka tidak hanya membeli lebih banyak barang—mereka mengalihkan pengeluaran ke layanan. Begitulah cara kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi dapat terserap. Peran-peran baru pun muncul.
Namun, ada tantangannya: apa yang dihadapi Tiongkok sekarang mencerminkan apa yang pernah dihadapi AS pada tahun 1930-an. Menaikkan upah terdengar sederhana, tetapi...
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
24 Suka
Hadiah
24
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FloorPriceNightmare
· 11-25 10:36
Haha, serius? Apakah sektor layanan bisa menyerap begitu banyak pengangguran? Saya rasa itu sulit.
Lihat AsliBalas0
SighingCashier
· 11-25 09:14
Wah, ini lagi jebakan yang sama... Sangat lucu, apakah yang terjadi di Amerika pada tahun 1930-an bisa langsung diterapkan di China? Dua era yang sama sekali berbeda.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterXM
· 11-24 11:53
Hal ini terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya... kesulitan yang dihadapi China saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan menaikkan gaji. Kenapa kita harus menginjak lubang yang sama seperti yang terjadi di Amerika pada tahun 30-an?
Lihat AsliBalas0
SerRugResistant
· 11-22 17:02
Automatisasi merusak pekerjaan, orang kaya akan membeli layanan, apakah logika ini dapat jebakan secara global? Rasanya situasi di China ini lebih sulit dibandingkan dengan Amerika pada tahun 1930-an.
Lihat AsliBalas0
MetaverseVagabond
· 11-22 11:06
Logika ini agak dipaksakan ya... Apakah sektor jasa benar-benar bisa menyerap begitu banyak pengangguran? Rasanya pada akhirnya tetap saja akan ada orang yang tersingkir.
Lihat AsliBalas0
TokenSleuth
· 11-22 11:01
Logika ini terdengar bagus, tapi kenyataannya bagaimana... Apakah orang kaya yang menghabiskan uang untuk membeli layanan benar-benar bisa menyelamatkan lapangan kerja? Lalu bagaimana dengan orang-orang di lapisan bawah?
Lihat AsliBalas0
TokenomicsShaman
· 11-22 10:55
Automasi menyebabkan pengangguran → pertumbuhan konsumsi layanan → peluang kerja baru, terdengar sangat sempurna. Tapi masalah Tiongkok sekarang adalah, logika ini bahkan di Amerika Serikat pada tahun 1930-an pun tidak sepenuhnya berhasil, kenapa sekarang bisa berhasil?
Lihat AsliBalas0
LonelyAnchorman
· 11-22 10:52
Hmm... benar sih, tapi belum lengkap ya, logika seperti ini sama sekali tidak berlaku di Tiongkok kan.
Lihat AsliBalas0
MemeKingNFT
· 11-22 10:51
Bro, apakah logika ini bisa berjalan di blockchain? Sektor jasa menyerap populasi pengangguran... Kedengarannya seperti membenarkan otomatisasi, kalau mau bicara bagusnya sih disebut peningkatan industri, kalau mau bicara jeleknya ya rakyat kecil dipaksa konsumsi layanan baru. Situasi China sekarang memang agak mirip dengan sejarah yang terulang, tapi struktur populasinya benar-benar berbeda, gimana cara keluar dari siklus ini juga masih belum kelihatan jalannya...
Lihat AsliBalas0
DaisyUnicorn
· 11-22 10:46
Aduh, itu lagi logika "catch a falling knife" dari sektor layanan... tapi akar bunga China ini jauh lebih dalam daripada Amerika pada tahun 1930-an, nutrisi yang bisa diserap benar-benar berbeda.
Ketika keluarga menjadi lebih kaya, mereka tidak hanya membeli lebih banyak barang—mereka mengalihkan pengeluaran ke layanan. Begitulah cara kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi dapat terserap. Peran-peran baru pun muncul.
Namun, ada tantangannya: apa yang dihadapi Tiongkok sekarang mencerminkan apa yang pernah dihadapi AS pada tahun 1930-an. Menaikkan upah terdengar sederhana, tetapi...