Nilai intrinsik vs Harga pasar: Perbedaan yang wajib dipahami investor

Banyak orang merasa bingung saat membeli saham atau aset kripto: Apakah barang ini benar-benar layak dengan harga ini? Sebenarnya jawaban tersembunyi dalam dua konsep: “nilai intrinsik” dan “harga pasar”.

Apa itu Nilai Intrinsik?

Nilai intrinsik = “nilai sebenarnya” yang dihitung berdasarkan fundamental. Tidak melihat grafik candlestick, tidak mendengarkan berita, hanya fokus pada apakah perusahaan menghasilkan uang, potensi pertumbuhan di masa depan, dan daya saingnya.

Misalnya, menganalisis arus kas perusahaan, tingkat pertumbuhan, posisi industri, lalu menggunakan model diskonto arus kas untuk memperkirakan: berapa banyak uang yang akan diperoleh perusahaan di masa depan, dan berapa nilainya hari ini.

Keunggulan utama: Mengabaikan noise jangka pendek, fokus pada nilai jangka panjang.

Apa itu Harga Pasar?

Harga pasar = harga yang bisa dijual saat ini, ditentukan oleh penawaran dan permintaan.

Kamu melihat harga di grafik candlestick, penawaran di bursa, peringkat kapitalisasi pasar, semuanya adalah harga pasar. Harga ini berfluktuasi secara real-time berdasarkan faktor-faktor berikut:

  • Data ekonomi (PDB, tingkat pengangguran, inflasi)
  • Sentimen publik (satu tweet bisa menyebabkan penurunan harga)
  • Peristiwa mendadak (perubahan kebijakan, peristiwa black swan)
  • Berita perusahaan (laporan keuangan, perubahan manajemen)

Karakteristik: Dapat dilihat secara langsung dan real-time, tetapi mudah dipengaruhi oleh emosi.

4 Perbedaan Utama

1. Pengaruh Emosi

  • Harga pasar mudah dipicu oleh FOMO atau kepanikan, bisa melonjak atau jatuh drastis
  • Nilai intrinsik relatif stabil, tidak terpengaruh fluktuasi jangka pendek

2. Tingkat Kesulitan Perhitungan

  • Harga pasar: langsung terlihat di bursa
  • Nilai intrinsik: membutuhkan perhitungan kompleks, hasil analis bisa berbeda-beda

3. Pengambilan Keputusan Investasi

  • Nilai intrinsik digunakan untuk membeli saat harga di bawahnya (beli undervalued) dan menjual saat di atasnya (jual overvalued)
  • Harga pasar digunakan untuk menilai likuiditas dan tren pasar

4. Pengaruh Faktor Eksternal

  • Kebijakan, suku bunga, geopolitik bisa mengubah harga pasar
  • Kadang menyebabkan selisih besar antara harga pasar dan nilai intrinsik, menciptakan peluang arbitrase

Bagaimana Menggunakan Kedua Indikator Ini?

Menggabungkan keduanya akan lebih bermakna:

  • Harga pasar > Nilai intrinsik → kemungkinan overvalued (risiko)
  • Harga pasar < Nilai intrinsik → kemungkinan undervalued (peluang)
  • Keduanya mendekat → relatif wajar

Intinya: Nilai intrinsik adalah “referensi rasional” kamu, harga pasar adalah harga transaksi nyata. Melihat keduanya secara bersamaan akan membantumu lebih paham dan bijak dalam beraksi di pasar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)