## Saham Tambang Lithium Memiliki Divergensi pada Paruh Pertama 2025: Ada yang Naik 123%, Ada yang Turun 50%



Harga lithium terus menurun. Pada kuartal kedua, karbonat lithium tingkat baterai turun ke titik terendah selama 4 tahun yaitu 8329 dolar AS/ton, dan pasar memperkirakan kelebihan pasokan sebesar 260.000 ton tahun ini. Namun, ini justru menciptakan peluang—beberapa saham perusahaan lithium melonjak melawan tren.

**Tiga Arah Keuntungan:**

Kelompok Penambang Kanada: NOA Lithium Brines naik 58%, menemukan sumber air tawar di Argentina, merencanakan produksi 20.000 ton karbonat lithium per tahun; Wealth Minerals naik 40%, proyek Pabellón di Chili mendapatkan hak kontrak istimewa dari pemerintah.

Investor Besar AS: Lithium Americas mendapatkan pendanaan sebesar 250 juta dolar AS untuk mendorong proyek Thacker Pass di Nevada, yang diklaim sebagai cadangan lithium terbesar yang diketahui di dunia. SQM meskipun hanya naik 10%, menjalin kerjasama dengan raksasa tembaga Chili, Codelco, untuk ekspansi produksi.

Pemain Hitam Australia: Jindalee Lithium naik 123% dalam setengah tahun, proyek Oregon masuk dalam "jalur cepat" Trump; Liontown naik 75%, tambang lithium bawah tanah pertama di Australia Barat akan mulai beroperasi tahun ini.

**Data Kunci:** Cadangan lithium global sebesar 22 miliar ton, Chili dan Australia menyumbang hampir 60%. Tapi yang penting adalah—masa harga rendah adalah waktu untuk berinvestasi, pemenang yang sabar sudah mulai masuk pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan