Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ventura terkemuka Asia terus meningkatkan investasi di Blockchain, penempatan proyek di Amerika menjadi tren baru
Investor ventura terkemuka di Asia terus optimis terhadap Blockchain dan enkripsi
Meskipun situasi regulasi semakin ketat, lembaga modal ventura terkemuka di Asia tetap aktif berinvestasi di industri Blockchain dan enkripsi cryptocurrency. Data menunjukkan bahwa dari Januari 2021 hingga Juni 2022, 20 besar modal ventura Asia terlibat dalam 495 investasi terkait di seluruh dunia.
Institusi investasi yang aktif ini terutama berasal dari daratan Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan India. Perlu dicatat bahwa penempatan investasi mereka tidak terbatas pada Asia, sebagian besar dana mengalir ke perusahaan blockchain di Amerika Serikat.
Penataan global menjadi arus utama
Berdasarkan jumlah transaksi yang terlibat, beberapa lembaga investasi yang cukup aktif termasuk AU21 Capital(59 transaksi), Distributed Capital(45 transaksi), GBV(43 transaksi), HashKey Capital(41 transaksi), NGC Ventures(38 transaksi) dan Basics Capital(12 transaksi).
Institusi-institusi ini fokus pada perusahaan-perusahaan Blockchain Amerika Serikat, termasuk: platform analisis keamanan CertiK, platform pembayaran MobileCoin, platform perdagangan enkripsi FalconX, serta alat pengembangan Blockchain InfStones.
Proyek Lokal Asia Diminati
Dalam investasi perusahaan blockchain di Asia, lima lembaga investasi teratas adalah AU21(25 kali ), GBV Capital(24 kali ), Distributed Capital(19 kali ), HashKey Capital(19 kali ), dan NGC Ventures(19 kali ).
Investasi ini terutama terkonsentrasi pada proyek Blockchain di Singapura, termasuk perusahaan perangkat lunak perdagangan enkripsi Zignaly, penyedia layanan kustodian aset digital Hex Trust, platform gamifikasi StarryNift, serta platform tanda tangan digital terdesentralisasi EthSign.
Fokus Investasi: Infrastruktur Blockchain
Selama 18 bulan terakhir, 13 dari 20 perusahaan modal ventura teratas di Asia telah berinvestasi di platform pengembangan Blockchain atau proyek infrastruktur. Di antaranya, Fenbushi Capital dan Hashkey Capital masing-masing berinvestasi di 4 dan 3 perusahaan, termasuk Blockdaemon dan InfStones dari Amerika Serikat, serta Stake Technologies dari Singapura.
Institusi seperti NGC Ventures, Basics Capital, dan Ascensive Assets lebih fokus pada proyek lapisan aplikasi, terutama dalam jalur GameFi, dengan portofolio investasi mereka masing-masing lebih dari 10.
Selain itu, DeFi dan NFT sebagai dua bidang enkripsi yang tumbuh paling cepat, juga mendapatkan perhatian dari modal ventura ini.
Arah Masa Depan Investasi Ventur Asia
Singapura telah menjadi pusat Blockchain Asia Tenggara. Negara ini meluncurkan program inovasi Blockchain senilai 12 juta dolar AS pada tahun 2020, bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem lokal. Dalam peringkat global cryptocurrency pada kuartal keempat tahun 2021, Singapura dinilai sebagai negara yang paling cocok untuk pengembangan cryptocurrency.
India juga mungkin menjadi fokus perhatian investor di masa depan. Saat ini, negara tersebut memiliki sekitar 230 perusahaan rintisan yang melayani bidang enkripsi. Meskipun menghadapi tantangan kebijakan seperti pajak, semangat investasi untuk perusahaan Web3 tetap tinggi, dan diperkirakan tren ini akan terus berlanjut pada tahun 2022.
Ventura Asia akan terus mendukung perusahaan-perusahaan Blockchain di kawasan ini. Lingkungan Web3 di kawasan ini sangat cocok untuk layanan inovasi yang ditujukan kepada konsumen. Selain itu, negara-negara seperti Singapura memiliki sikap terbuka terhadap enkripsi, yang membuatnya lebih mudah menarik wirausahawan di tengah ketatnya regulasi di Amerika Serikat.
Perlu dicatat bahwa banyak regulator di Asia sedang merumuskan kerangka pengelolaan aset digital untuk beberapa tahun ke depan. Ini akan membangun dasar bagi perkembangan kesehatan jangka panjang industri.