Baru-baru ini, dilaporkan bahwa CEO Telegram telah merencanakan untuk makan malam dengan presiden Prancis pada hari penangkapannya. Berita itu berasal dari laporan oleh outlet media Prancis, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Namun, pihak Paris telah membantah klaim ini.
Terkait hal ini, seorang tokoh politik Prancis menyatakan keraguannya di platform sosial. Ia berpendapat bahwa presiden sangat mungkin menyelesaikan beberapa tugas dengan cara ini. Tokoh politik tersebut juga menyerukan presiden untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia juga memberikan tanggapan terhadap peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa permintaan CEO tersebut untuk kunjungan ke Prancis saat ini sedang dalam proses peninjauan.
Rangkaian acara tersebut telah menarik perhatian pada interaksi kompleks antara para pemimpin perusahaan teknologi tinggi, pejabat pemerintah, dan hubungan internasional. Saat ini, masih ada versi yang berbeda dari detail insiden tersebut, dan kebenarannya perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penangkapan CEO Telegram telah memicu diskusi panas di kalangan politik Prancis dan Rusia, dan kebenarannya belum diklarifikasi
Baru-baru ini, dilaporkan bahwa CEO Telegram telah merencanakan untuk makan malam dengan presiden Prancis pada hari penangkapannya. Berita itu berasal dari laporan oleh outlet media Prancis, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Namun, pihak Paris telah membantah klaim ini.
Terkait hal ini, seorang tokoh politik Prancis menyatakan keraguannya di platform sosial. Ia berpendapat bahwa presiden sangat mungkin menyelesaikan beberapa tugas dengan cara ini. Tokoh politik tersebut juga menyerukan presiden untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia juga memberikan tanggapan terhadap peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa permintaan CEO tersebut untuk kunjungan ke Prancis saat ini sedang dalam proses peninjauan.
Rangkaian acara tersebut telah menarik perhatian pada interaksi kompleks antara para pemimpin perusahaan teknologi tinggi, pejabat pemerintah, dan hubungan internasional. Saat ini, masih ada versi yang berbeda dari detail insiden tersebut, dan kebenarannya perlu diklarifikasi lebih lanjut.