Di tengah malam, Menteri Keuangan AS, Besant, membuat pernyataan yang mengguncang dunia keuangan di media sosial, menyatakan bahwa "stablecoin bukanlah pesaing dolar, melainkan infrastruktur yang memperkuat dominasi dolar abad ke-21". Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam sikap Washington terhadap aset enkripsi.
Dulu, pembuat kebijakan di Amerika Serikat umumnya memandang aset enkripsi sebagai ancaman, tetapi sekarang Bessent secara terbuka mengakui satu fakta kunci: dari sekitar 80 miliar stablecoin yang beredar di seluruh dunia, 93% terikat pada dolar AS. Ini sebenarnya memperluas pengaruh dolar di bidang mata uang digital.
Data di blockchain menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2025, total penyelesaian stablecoin dolar mencapai angka yang mengesankan sebesar 11,3 triliun dolar AS, meningkat 214% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume transaksi telah melampaui total pemrosesan Visa dalam setahun. Fenomena ini mengungkapkan kehalusan strategi keuangan Amerika — tidak perlu menerbitkan digital currency bank sentral (CBDC) sendiri, cukup dengan mengendalikan hak penerbitan stablecoin yang sesuai, dolar dapat mempertahankan posisinya yang dominan di era Web3.
Strategi ini lebih efisien dibandingkan dengan keberadaan militer tradisional, dengan sekitar 2,7 juta alamat dompet enkripsi yang secara tidak sadar memperkuat posisi global dolar setiap harinya, menciptakan jaringan keuangan dengan hampir nol biaya ekspansi.
Pernyataan mengejutkan Bescent ini berada di balik kemajuan bertahap dari RUU GENIUS. RUU ini mengharuskan semua lembaga penerbit stablecoin untuk memiliki aset dolar yang setara dan obligasi negara AS, serta mengharuskan lembaga kustodian untuk mendapatkan izin federal. Ini secara substansial menetapkan kerangka regulasi yang ketat untuk raksasa stablecoin seperti Tether dan Circle, dan membawa mereka di bawah pengawasan sistem keuangan AS.
Perubahan kebijakan ini mencerminkan penyesuaian strategi Amerika Serikat dari penolakan menjadi penerimaan terhadap aset enkripsi, sekaligus menunjukkan bagaimana mengubah alat keuangan yang muncul menjadi alat untuk melindungi kepentingan nasional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di tengah malam, Menteri Keuangan AS, Besant, membuat pernyataan yang mengguncang dunia keuangan di media sosial, menyatakan bahwa "stablecoin bukanlah pesaing dolar, melainkan infrastruktur yang memperkuat dominasi dolar abad ke-21". Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam sikap Washington terhadap aset enkripsi.
Dulu, pembuat kebijakan di Amerika Serikat umumnya memandang aset enkripsi sebagai ancaman, tetapi sekarang Bessent secara terbuka mengakui satu fakta kunci: dari sekitar 80 miliar stablecoin yang beredar di seluruh dunia, 93% terikat pada dolar AS. Ini sebenarnya memperluas pengaruh dolar di bidang mata uang digital.
Data di blockchain menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2025, total penyelesaian stablecoin dolar mencapai angka yang mengesankan sebesar 11,3 triliun dolar AS, meningkat 214% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume transaksi telah melampaui total pemrosesan Visa dalam setahun. Fenomena ini mengungkapkan kehalusan strategi keuangan Amerika — tidak perlu menerbitkan digital currency bank sentral (CBDC) sendiri, cukup dengan mengendalikan hak penerbitan stablecoin yang sesuai, dolar dapat mempertahankan posisinya yang dominan di era Web3.
Strategi ini lebih efisien dibandingkan dengan keberadaan militer tradisional, dengan sekitar 2,7 juta alamat dompet enkripsi yang secara tidak sadar memperkuat posisi global dolar setiap harinya, menciptakan jaringan keuangan dengan hampir nol biaya ekspansi.
Pernyataan mengejutkan Bescent ini berada di balik kemajuan bertahap dari RUU GENIUS. RUU ini mengharuskan semua lembaga penerbit stablecoin untuk memiliki aset dolar yang setara dan obligasi negara AS, serta mengharuskan lembaga kustodian untuk mendapatkan izin federal. Ini secara substansial menetapkan kerangka regulasi yang ketat untuk raksasa stablecoin seperti Tether dan Circle, dan membawa mereka di bawah pengawasan sistem keuangan AS.
Perubahan kebijakan ini mencerminkan penyesuaian strategi Amerika Serikat dari penolakan menjadi penerimaan terhadap aset enkripsi, sekaligus menunjukkan bagaimana mengubah alat keuangan yang muncul menjadi alat untuk melindungi kepentingan nasional.