
Central Limit Order Book (CLOB) adalah model perdagangan di mana pesanan beli dan jual diurutkan berdasarkan harga serta waktu, lalu dicocokkan oleh sistem untuk eksekusi. CLOB umum digunakan dalam trading spot dan derivatif di bursa kripto, memungkinkan pengguna memilih eksekusi pada harga target atau eksekusi langsung.
CLOB dapat diibaratkan sebagai “bid wall” di marketplace. Setiap entri menampilkan harga dan jumlah spesifik yang siap dibeli atau dijual. Sistem secara terus-menerus mencari kecocokan di kedua sisi dinding tersebut. Tampilan transparan ini memungkinkan pengguna menilai volume pada tiap level harga, membantu dalam evaluasi risiko slippage harga.
CLOB beroperasi dengan dua prinsip utama: prioritas harga dan prioritas waktu. Pesanan dengan harga lebih baik dicocokkan lebih dulu, dan di antara pesanan pada harga yang sama, yang masuk lebih awal mendapat prioritas.
Order book adalah daftar berlapis yang diurutkan berdasarkan harga: pesanan beli dari harga tertinggi ke terendah, pesanan jual dari harga terendah ke tertinggi. Level beli dan jual terdekat dikenal sebagai “best bid” dan “best ask.” Matching engine adalah program yang terus meninjau kedua daftar; ketika harga beli sama atau lebih tinggi dari harga jual, sistem akan memasangkan dan mengeksekusi kuantitas terkait. Jika hanya sebagian pesanan terisi, sisa kuantitas tetap pada posisi antrean semula.
Pencocokan di CLOB melibatkan penggabungan harga dan kuantitas yang sesuai untuk eksekusi. Jika harga beli sama atau lebih tinggi dari harga jual, sistem langsung mengeksekusi transaksi; jika tidak, pesanan tetap antre hingga ditemukan pasangan yang cocok.
Contoh:
Transaksi dapat menghasilkan status pesanan “partial fill,” “full fill,” atau “unfilled.” Semua perubahan tercatat dalam riwayat transaksi untuk tinjauan dan manajemen risiko.
Jenis pesanan umum pada CLOB meliputi limit order, market order, stop order, serta opsi tambahan seperti post-only.
Limit Order: Menentukan harga pasti untuk transaksi. Memberikan kontrol harga namun berpotensi waktu tunggu lama jika harga tidak tercapai.
Market Order: Dieksekusi langsung pada harga counterparty terbaik yang tersedia. Prosesnya cepat namun berisiko slippage signifikan di pasar dengan likuiditas rendah.
Stop Order: Secara otomatis memasang pesanan ketika kondisi harga tertentu tercapai, membantu membatasi kerugian atau mengunci profit.
Post-Only: Memastikan pesanan hanya masuk ke order book sebagai penyedia likuiditas, tidak langsung dicocokkan dengan pesanan yang sudah ada. Biasanya memenuhi syarat untuk “maker fees” dan mencegah transaksi taker yang tidak diinginkan.
“Making” berarti memasang kutipan baru di order book; “taking” berarti mengeksekusi terhadap kutipan yang sudah ada. Kedua peran ini memiliki struktur biaya dan strategi eksekusi yang berbeda.
CLOB mendukung penemuan harga dan eksekusi presisi di trading spot, margin, dan derivatives trading. Pengguna dapat beralih dari transaksi membabi buta ke pengambilan keputusan berdasarkan kedalaman pasar yang terlihat.
Pada antarmuka trading spot Gate, sisi kanan menampilkan level order book dan depth chart berbasis CLOB. Anda bisa melihat jumlah yang tersedia di tiap level harga untuk memutuskan menunggu harga target atau eksekusi langsung pada penawaran terbaik.
Di trading derivatif, CLOB tetap krusial. Gunakan limit order untuk kontrol harga masuk atau market order untuk eksekusi cepat. Opsi stop-loss dan take-profit memberikan kontrol sistematis atas titik masuk dan keluar.
CLOB bergantung pada individu atau algoritma yang memasang kutipan pada order book, sedangkan Automated Market Makers (AMM) berfungsi seperti “bursa swalayan,” menggunakan rumus untuk menentukan harga dalam liquidity pool. Pengalaman dan aplikasi pengguna sangat berbeda.
Pembentukan harga: Harga CLOB muncul melalui persaingan kutipan, ideal untuk penemuan harga yang sering dan detail; AMM memakai harga algoritmik, cocok untuk peluncuran aset long-tail dan liquidity provision pasif.
Pengalaman eksekusi: CLOB memungkinkan trading efisien dengan spread sempit dan slippage minimal jika kedalaman baik; AMM dapat mengalami slippage tinggi pada pool tidak seimbang atau transaksi besar karena harga bergerak mengikuti kurva.
Partisipan: Pada CLOB, liquidity provider adalah pihak yang memasang kutipan; pada AMM, liquidity provider (LP) menyetor dana ke pool dan menanggung untung/rugi akibat pergerakan harga.
Menggunakan CLOB di Gate berarti memilih metode eksekusi di order book. Berikut alur umumnya:
Langkah 1: Pilih pasangan trading. Pada halaman spot atau derivatif, pilih aset dan tinjau level beli/jual serta depth chart di sisi kanan.
Langkah 2: Pilih tipe pesanan. Pilih limit order untuk kontrol harga; market order untuk eksekusi instan; stop order untuk otomatisasi manajemen risiko terhadap pergerakan harga mendadak.
Langkah 3: Masukkan harga dan jumlah. Untuk limit order, tentukan keduanya; untuk market order, cukup masukkan jumlah dan pantau kedalaman order book untuk menghindari slippage berlebihan.
Langkah 4: Pemeriksaan risiko. Pastikan arah pesanan dan besaran leverage (jika menggunakan margin/derivatif), verifikasi harga yang dipilih tidak jauh dari harga transaksi terakhir, dan pertimbangkan opsi stop-loss atau post-only sesuai kebutuhan.
Langkah 5: Submit dan pantau. Setelah memasang pesanan, pantau statusnya melalui “Open Orders” atau “Trade History.” Jika tidak terisi karena pergerakan pasar, sesuaikan harga atau batalkan dan pasang ulang sesuai kebutuhan.
CLOB tidak sepenuhnya bebas risiko; risiko utama meliputi likuiditas, eksekusi, dan kesalahan operasional.
Likuiditas tipis: Jika hanya sedikit pesanan di dekat harga target, market order dapat mengalami slippage tinggi, sedangkan limit order bisa tetap tidak terisi atau hanya sebagian terisi.
Kesalahan operasional: Salah memasukkan harga atau jumlah dapat menyebabkan kerugian langsung saat eksekusi. Untuk transaksi besar, mulai dengan pesanan kecil atau gunakan post-only untuk menghindari transaksi taker yang tidak diinginkan.
Leverage & likuidasi: Pada margin atau derivatif, pergerakan harga cepat bisa memicu forced liquidation. Selalu pasang stop-loss dan kelola ukuran posisi dengan cermat.
On-chain front running: Di CLOB on-chain, pihak lain dapat memasang pesanan dengan harga lebih baik sebelum Anda. Untuk mengurangi risiko, lakukan diversifikasi penempatan pesanan dan hindari pemicu yang terlalu jelas.
Keamanan akun & dana: Aktifkan autentikasi dua faktor, waspadai tautan phishing dan antarmuka palsu, serta hindari transaksi besar di halaman yang tidak dikenal.
Per awal 2026, CLOB tetap menjadi model matching engine utama di platform trading teregulasi. Untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas, banyak solusi teknis berfokus pada pencocokan lebih cepat dan pengurangan latensi jaringan. Model hybrid—menggabungkan pencocokan off-chain yang cepat dengan penyelesaian on-chain—mulai bermunculan untuk menyeimbangkan performa dengan transparansi.
Perkembangan lain adalah integrasi dengan routing aggregator: mencari eksekusi optimal di order book sebelum membandingkan sumber likuiditas lain untuk hasil terbaik. Ini membantu pengguna mendapatkan kualitas transaksi yang lebih konsisten di pasar kompleks.
CLOB cocok untuk pemula yang ingin trading dengan informasi harga dan kedalaman yang jelas. Mulailah dengan limit order untuk menguasai kontrol harga; hindari market order besar di pasangan dengan likuiditas rendah, dan selalu pasang stop-loss untuk perlindungan dari volatilitas tak terduga.
Di Gate, mulailah dengan transaksi kecil untuk memahami dinamika order book dan riwayat trading. Setelah memahami cara kerja bid/offer dan kapan memasang atau mengambil pesanan, CLOB dapat menjadi alat trading yang andal.
Depth berarti total volume pesanan di berbagai level harga dalam order book. Depth yang besar menunjukkan likuiditas tinggi, spread bid-ask sempit, dan eksekusi transaksi besar yang lebih mudah. Di Gate, meninjau depth chart membantu menilai aktivitas pasar dan memilih pasangan trading yang likuid.
Eksekusi pesanan memerlukan kecocokan harga beli dan jual. Jika pesanan beli Anda di bawah harga jual saat ini atau pesanan jual di atas harga beli saat ini, pesanan tetap terpasang hingga ada counterparty. Untuk meningkatkan tingkat terisi, sesuaikan pesanan mendekati harga pasar yang berlaku.
Slippage adalah selisih antara harga pesanan yang diharapkan dengan harga eksekusi sebenarnya. Pada CLOB dengan depth rendah, pesanan besar dapat melewati beberapa level harga, sehingga rata-rata harga terisi berbeda dari ekspektasi. Likuiditas rendah berarti slippage tinggi; trading di jam sibuk atau pasangan likuid membantu meminimalkan risiko ini.
Biaya trading CLOB di Gate bergantung pada tier akun dan volume trading; tarif standar biasanya 0,1% untuk maker (post-only) dan 0,15% untuk taker (market order). Pengguna VIP mendapat tarif diskon. Periksa jadwal biaya terbaru Gate sebelum trading atau tingkatkan tier akun untuk menekan biaya.
Likuiditas rendah biasanya disebabkan popularitas terbatas, volume trading kecil, atau sedikit partisipan. Token baru atau berkapitalisasi kecil sering kekurangan market maker dan trader—mengakibatkan order book jarang dan spread lebar. Pemula sebaiknya mulai dengan token populer di Gate sebelum mencoba aset berkapitalisasi kecil setelah memahami cara kerja CLOB.


