Presiden AS Donald Trump memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi kenaikan harga bensin dalam jangka pendek karena ketegangan dengan Iran mengganggu aliran energi global. Konflik tersebut telah memotong pasokan minyak dan mendorong harga minyak mentah naik, memicu kekhawatiran inflasi di seluruh dunia.



Maskapai penerbangan merasakan tekanan dengan cepat—biaya bahan bakar jet melonjak tajam, memaksa maskapai untuk memotong rute, menaikkan tarif, dan berusaha tetap menguntungkan saat guncangan energi menyebar di seluruh sektor penerbangan.

Meskipun ada upaya seperti penyesuaian kebijakan untuk mengurangi kendala pasokan, para ahli memperingatkan bahwa guncangan energi ini bisa bertahan selama berbulan-bulan, menjaga harga bahan bakar tetap tinggi dan pasar tetap volatil.

Intinya: geopolitik kini menggerakkan pasar energi—dan konsumen serta bisnis sama-sama membayar harganya. ⚠️
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan