Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru-baru ini aku tengok satu perspektif menarik dari Naval Ravikant tentang keadaan sebenar AI dan pekerjaan software engineer.
Dia ni founder AngelList dan investor awal untuk Uber dan Twitter, jadi orang ni tahu betul tentang teknologi dan pasaran.
Jadi ceritanya begini—ramai orang sekarang panik dengan prediksi-prediksi gila tentang AI.
Sam Altman kata AI akan ambil alih 95% kerja, lepas tu CEO Anthropic pulak cakap software engineer bakal pupus dalam 6-12 bulan.
Semua orang dah percaya "kerjaya programmer dah mati" dan ada krisis ketahanan yang teruk.
Tapi Naval Ravikant rasa semua ini terlalu dibesar-besarkan.
Dia punya dua argument utama.
Pertama, walaupun AI dah canggih, dia tetap akan buat kesilapan.
Kalau Claude atau tool AI lain tulis code untuk kamu, output dia takkan perfect.
Ada bugs, ada masalah architecture, ada yang salah.
Orang yang benar-benar faham logik bawahan baru boleh tutup lubang-lubang tu dengan cepat.
Jadi kalau kamu nak bina app yang solid, dengan performance tinggi dan error handling yang baik, kamu tetap kena ada background engineering.
Kedua, masih banyak problem dalam software engineering yang AI tak boleh handle.
Biasanya sebab masalah tu diluar range data training.
Contohnya, sorting atau linked list reversal—AI dah tengok ribuan contoh, so dia expert.
Tapi kalau kamu pergi ke territory baru—high performance code, architecture yang belum ada, solving problem yang belum pernah ada—kamu tetap perlu manual coding.
Situation ni akan terus berlaku sampai ada enough cases untuk train model baru atau sampai AI boleh do higher-level abstraction reasoning.
Tapi aku suka satu point yang Naval Ravikant highlight ni.
Market hanya nak yang terbaik.
Kalau ada aplikasi yang lebih bagus di segment tertentu, orang takkan nak yang mediocre.
Winner-take-most market ni bermakna kamu kena jadi yang terbaik di field kamu.
Tapi good news—field mana kamu boleh jadi top adalah unlimited.
Kamu boleh terus redefine apa yang kamu buat sampai kamu jadi leading expert di subbidang tu.
Jadi takeaway dari Naval Ravikant ni: jangan takut dengan AI.
Software engineer yang benar-benar faham craft mereka, yang boleh leverage AI tools dengan smart, mereka akan tetap valuable.
Sama macam bidang lain—selagi kamu master bidang kamu dan jadi expert terkemuka, AI tak akan replace kamu.
Ini bukan tentang melawan teknologi, tapi tentang evolve dan stay ahead.