Jadi ada drama menarik yang berkembang di ekosistem DeFi akhir-akhir ini. Curve Finance secara formal menuduh PancakeSwap menggunakan kode StableSwap miliknya tanpa mengikuti persyaratan lisensi yang seharusnya. Perselisihan ini pertama kali muncul publik sekitar awal Maret lalu melalui X, dan sejak itu jadi topik diskusi yang cukup serius di komunitas.



Untuk yang belum familiar, StableSwap adalah sistem yang dikembangkan Curve untuk memungkinkan perdagangan stablecoin dengan slippage minimal. Teknologinya menggabungkan dua rumus crypto berbeda: kurva produk konstan dan kurva jumlah konstan. Kombinasi rumus crypto ini menciptakan automated market maker yang lebih efisien khusus untuk aset-aset yang memiliki peg ketat. Curve merasa bahwa PancakeSwap mengintegrasikan logika dari sistem ini dalam upgrade Infinity mereka tanpa atribusi yang tepat.

PancakeSwap Infinity sendiri adalah upgrade yang cukup significant. Mereka meluncurkan fitur ini di BNB Chain dan Arbitrum sekitar April 2025 lalu, dengan menambahkan swap lintas rantai, hook kontrak pintar yang bisa diprogram, dan sistem order limit onchain. Setiap fitur dirancang untuk mendukung strategi likuiditas yang lebih sophisticated. Mereka juga turunin biaya pembuatan pool hingga 99 persen, yang membuat lebih mudah bagi developer untuk launch liquidity pool. Kemudian pada Juli 2025, PancakeSwap membawa sistem ini ke Base layer-2, yang katanya bisa kurangi biaya trading untuk pasangan Ether sampai 50 persen.

Curve menunjukkan perbandingan kode yang mendetail, highlighting bagian-bagian yang mereka klaim merupakan implementasi dari rumus crypto dan logika StableSwap mereka. Mereka argue bahwa meski kontrak pintar Curve bersumber terbuka, lisensi tetap mengharuskan attribution yang proper dan kepatuhan terhadap ketentuan yang ada. Tim Curve juga menekankan bahwa PancakeSwap muncul sebagai penulis di beberapa file, padahal logika tersebut awalnya berasal dari desain original mereka.

PancakeSwap merespons dengan cepat dan menunjukkan kesiapan untuk diskusi langsung dengan Curve. Bursa terdesentralisasi itu menyatakan akan menghubungi Curve Finance untuk menyelesaikan masalah ini. Curve juga menunjukkan keterbukaan untuk kolaborasi daripada konflik berkelanjutan. Sampai sekarang, kedua tim belum memberikan statement tambahan yang significant.

Ada satu hal yang bikin ini layak diperhatikan: Curve mengingatkan tentang risiko keamanan yang terkait dengan integrasi kode yang tidak tepat. Mereka pointing out bahwa beberapa platform DeFi sebelumnya mengalami exploit serius karena modifikasi algoritma likuiditas yang salah. Saddle Finance kena hack tahun 2022 yang terkait dengan kelemahan logika swap, dan Balancer kehilangan ratusan juta akibat eksploitasi automated market maker mereka. Curve argue bahwa StableSwap memerlukan pemahaman teknis yang mendalam, dan implementasi yang salah bisa expose liquidity pool terhadap serangan.

Perselisihan ini sebenarnya highlight tantangan yang lebih besar dalam ekosistem DeFi. Developer sering reuse kode yang sudah ada untuk accelerate product development, tapi lisensi tetap require compliance bahkan ketika project berbagi teknologi secara publik. Ini jadi reminder bahwa dalam dunia open-source crypto, attribution dan kepatuhan hukum masih matter. Seiring DeFi terus berkembang, masalah-masalah seperti ini mungkin akan terus muncul, terutama ketika project mengadopsi rumus crypto dan teknologi dari protocol lain tanpa koordinasi yang jelas.
CRV2,48%
CAKE0,66%
BNB0,33%
ARB2,75%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan