Pasar aset kripto Korea Selatan sedang mengalami pergerakan menarik. Tether dan Circle secara berurutan memperkuat keberadaan mereka di dalam negeri, tetapi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan langkah strategis yang menanggapi perubahan lingkungan regulasi.



Belakangan ini, volume perdagangan USDT dan USDC di bursa domestik meningkat secara signifikan. Terutama USDC yang telah mencapai pangsa pasar sebesar 2,87%, sementara USDT juga mempertahankan pangsa pasar sebesar 6,97%. Sebelumnya, pasar Korea Selatan dikenal dengan "Premium Kimchi", tetapi dengan masuknya stablecoin utama ini ke bursa domestik, kesenjangan dengan pasar global secara bertahap mulai tertutup.

Tether baru-baru ini mulai merekrut staf PR dan pegawai terkait pemerintah di Seoul. Ini dianggap sebagai langkah persiapan menghadapi RUU Dasar Aset Digital yang akan diberlakukan pada 2026. Dalam undang-undang baru tersebut, penerbit stablecoin asing mungkin diwajibkan memiliki kantor resmi di Korea agar dapat melanjutkan operasinya di negara ini.

Circle juga bergerak serupa. Sejak kunjungan tim kepemimpinan mereka ke Seoul tahun lalu, mereka secara konsisten meningkatkan kehadirannya. Target mereka adalah pengembangan stablecoin yang terikat dengan won dan pembangunan infrastruktur pembayaran lintas batas. Jika ini terwujud, pengiriman uang secara real-time 24/7 akan memungkinkan, dan biaya pengiriman akan berkurang secara signifikan.

Pemerintah Korea Selatan juga menunjukkan sikap terbuka terhadap aset digital melalui Strategi Pertumbuhan Ekonomi 2026. Ada prospek pelonggaran beberapa pembatasan terkait investasi aset kripto oleh perusahaan, yang akan mempercepat masuknya investor institusional. Dengan demikian, pentingnya stablecoin yang memiliki likuiditas stabil akan semakin meningkat.

Persaingan di bursa domestik juga semakin ketat. USDT telah menjadi sumber likuiditas utama untuk volume tinggi dan pengiriman uang internasional, sementara USDC mendapatkan dukungan dari pengguna yang menekankan transparansi. Bagi pengguna, peningkatan pilihan tentu baik, tetapi pilihan antara keduanya akan mempengaruhi pengalaman transaksi.

Namun, Bank Korea Selatan tetap berhati-hati. Kekhawatiran terhadap kedaulatan mata uang dan risiko keluar modal menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, 18 bulan ke depan akan sangat penting. Dialog antara perusahaan teknologi global dan regulator Korea akan menentukan arah pasar ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan