Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#Gate13thAnniversaryLive
Justin Sun Bilang Stablecoin Sudah Menang — Washington Belum Sadar
Pendiri TRON, Justin Sun, menyatakan bahwa stablecoin kini menjadi jalur utama untuk pergerakan nilai secara global. Ia menegaskan bahwa kebijakan, bukan teknologi, sekarang menjadi celah utama antara infrastruktur aset kripto dengan keuangan arus utama.
Pernyataan ini keluar di saat TRON setiap tahun memproses triliunan transaksi Tether
USDTUSD
. Regulator AS masih berlomba untuk merampungkan aturan stablecoin di bawah GENIUS Act.
TRON Beroperasi di Skala yang Dijelaskan Sun
TRON menampung sekitar US$86 miliar pasokan stablecoin. Lebih dari 97 persen dari total tersebut berasal dari Tether
USDTUSD
. Data DefiLlama menunjukkan angka ini hampir mendekati rekor tertinggi bulan ini.
Jaringan TRON telah memproses volume transfer USDT sekitar US$7,9 triliun sepanjang tahun 2025. Riset dari Messari dan Stablecoin Insider mencatat ada US$2 triliun aktivitas tambahan pada kuartal pertama tahun 2026.
Aktivitas ritel sangat terpusat di TRON. Chain ini menguasai sekitar 65 persen transfer USDT secara global di bawah US$1.000 antara Juli hingga September 2025. Selain itu, arus institusi dan lintas negara juga terus bertambah menurut riset dari Messari.
Kebijakan Mulai Mengejar Penggunaan Stablecoin
Paparan Sun menyorot makin lebarnya jarak antara cara stablecoin digunakan dan cara mereka diatur. Kini, penerbit stablecoin wajib memegang cadangan penuh satu banding satu serta melakukan registrasi ke otoritas federal maupun negara bagian sesuai GENIUS Act.
Pada bulan ini, FDIC bahkan mengusulkan aturan bahwa stablecoin harus diperlakukan seperti produk perbankan dengan syarat cadangan dan penebusan ketat. Penerbit dengan nilai pasar di atas US$10 miliar wajib berada di bawah pengawasan Federal Reserve.
Sun memanfaatkan celah antara penggunaan dan aturan tersebut untuk memposisikan TRON sebagai infrastruktur siap pakai bagi pengguna stablecoin dolar di luar Amerika Serikat. Ia menyampaikan pendapat ini secara langsung di X.
Latar Belakang WLFI dalam Pendekatan Sun
Pernyataan terbaru Sun muncul di tengah ia masih menjalani gugatan federal terhadap World Liberty Financial. Ia menggugat proyek tersebut atas 52 halaman tuduhan penipuan yang mencakup wire fraud, konversi, dan pengayaan tidak sah.
Sebelumnya, World Liberty telah membekukan sekitar 2,9 miliar token WLFI milik Sun senilai kira-kira US$900 juta pada saat itu. Eric Trump dan Zach Witkoff telah secara terbuka menentang gugatan tersebut, bahkan menjalankan sengketa paralel di tengah promosi stablecoin Sun.
Pada Q1 2026, TRON sendiri memproses hampir US$2 triliun volume stablecoin. Kuartal berikutnya akan membuktikan apakah kebijakan AS sanggup sejalan dengan besarnya transaksi yang sudah terjadi di jaringan ini.