Ketika orang berusaha membenarkan kekerasan atau penghancuran “musuh,” Perjanjian Baru tidak meninggalkan ruang untuk itu. Yesus secara konsisten menghadapi dorongan manusia untuk menyakiti, mendominasi, atau menghancurkan mereka yang kita takutkan atau tidak kita sukai.


Kata-katanya langsung memotong terhadap ketidakadilan dan pengambilan nyawa.
1. Yesus memerintahkan kasih, bukan kekerasan, terhadap musuh.
Dia berkata dengan tegas: “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5).
Ini bukan sentimental. Ini adalah larangan langsung terhadap perlakuan terhadap musuh sebagai sesuatu yang bisa dibuang atau kurang manusia.
2. Yesus menolak balas dendam dan siklus menyakiti.
Ketika Petrus mencoba membela-Nya dengan pedang, Yesus menghentikannya: “Tarik pedangmu kembali… karena semua yang menarik pedang akan mati oleh pedang.”
Dia menolak membiarkan kekerasan—bahkan kekerasan yang “dibenarkan”—menjadi ciri gerakannya.
3. Yesus mengungkap ketidakadilan menyakiti orang lain demi nama Tuhan.
Dalam Lukas 9, ketika murid-murid ingin menurunkan api ke sebuah desa Samaria, Yesus menegur mereka.
Dia menutup ide bahwa Tuhan mendukung penghancuran orang yang menentang atau menyakiti kita.
4. Yesus mengidentifikasi belas kasihan—bukan balas dendam—sebagai ciri umat Allah.
Dia mengajar: “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh belas kasihan.”
Belas kasihan bukanlah kelemahan.
Ini adalah penolakan untuk berpartisipasi dalam ketidakadilan, kekejaman, atau dehumanisasi.
5. Yesus mengungkap hati Allah untuk setiap orang—bahkan mereka yang diberi label “musuh.”
Di kayu salib, menghadapi kekerasan negara dan kebencian massa, Dia berkata: “Bapa, ampunilah mereka.”
Dia menolak mencerminkan ketidakadilan yang dilakukan padanya. Dia memutus siklus itu alih-alih melanjutkannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan