Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini saya melihat kembali sejarah harga ETH dari 2015 hingga sekarang, dan saya menemukan sesuatu yang cukup menarik. Setiap kali Ethereum mencapai puncak harga yang besar, selalu ada cerita penggunaan yang berbeda di baliknya.
Pada periode awal, sekitar harga ETH tahun 2015, pasar didominasi oleh gelombang ICO. Semua orang ingin merilis token mereka sendiri, dan ini mendorong Ethereum mencapai puncaknya pada tahun 2017. Saat itu, harga ETH melonjak karena permintaan terhadap blockchain untuk proyek ICO meningkat pesat.
Kemudian memasuki tahap kedua, sekitar 2020-2021, semuanya berubah lagi. Kali ini bukan ICO, melainkan DeFi dan NFT. Orang-orang berlomba-lomba dalam yield farming, protokol lending, dan NFT yang mahal. Puncak harga tahun 2021 secara jelas mencerminkan pergeseran ini. Ethereum saat itu adalah tulang punggung dari seluruh ledakan ini.
Sekarang, kita berada di tahap ketiga. Pembayaran stablecoin dan tokenisasi aset nyata sedang menjadi use case utama. Saya melihat tren ini lebih jelas dari sebelumnya. Jika melihat harga ETH saat ini sekitar 2,33K, dibandingkan ATH 4,95K sebelumnya, pasar sedang membentuk kembali apa yang benar-benar dibutuhkan dari Ethereum.
Yang menarik di sini adalah setiap tahap harga ETH dari 2015 hingga sekarang memiliki logika tersendiri. Bukan hanya pump dan dump yang tidak berarti, tetapi ada kebutuhan nyata di baliknya. Mereka yang mengikuti dengan cermat akan melihat pola ini dengan jelas. Masa depan Ethereum akan bergantung pada bagaimana use case ini berkembang.