Baru saja saya membaca sebuah penelitian menarik yang membongkar mitos populer tentang bitcoin sebagai emas digital. Ternyata, tidak ada korelasi jangka panjang di antara keduanya, dan ini adalah poin yang cukup penting untuk memahami pasar.



Kami melakukan uji kointegrasi Engle-Granger, dan hasilnya sangat jelas: nilai p 0,44 menunjukkan tidak adanya hubungan stabil jangka panjang antara kedua aset ini. Artinya, bitcoin dan emas bergerak secara independen satu sama lain, dan ini bukan sekadar fenomena sementara.

Yang menarik, penelitian menunjukkan bahwa harga bitcoin jauh lebih terkait dengan dinamika pasar saham daripada dengan emas. Bitcoin berfungsi sebagai pasar yang benar-benar terpisah dengan volatilitas tinggi sendiri, sementara emas tetap menjadi aset perlindungan klasik bagi investor konservatif. Korelasi mereka sekadar tidak ada dalam periode jangka panjang.

Ini berarti, investor yang mencari perlindungan dari krisis tidak perlu menganggap bitcoin sebagai alternatif emas. Kripto bergerak sesuai aturan sendiri. Titik terendah bitcoin ditentukan oleh faktor yang sama sekali berbeda: struktur derivatif, sentimen trader, dan karakteristik pasar kripto itu sendiri. Korelasi dengan aset tradisional di sini sama sekali tidak berlaku.

Kesimpulan sederhananya: jika Anda ingin memahami ke mana arah bitcoin, lihatlah pada karakteristik kripto, bukan emas. Ini adalah kelas aset yang benar-benar berbeda dengan logikanya sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan