Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja meninjau sebuah studi yang cukup menarik dari XWIN Research Jepang tentang bagaimana rapat FOMC benar-benar berfungsi di pasar Bitcoin. Kesimpulannya mengejutkan: ternyata rapat-rapat ini tidak menentukan arah jangka menengah, melainkan bertindak sebagai katalisator agar trader melakukan reposisi strategi mereka.
Mereka menganalisis 24 rapat antara 2022 dan 2024, dan apa yang mereka temukan sangat mengungkapkan. Hanya 17% dari acara ini yang menghasilkan perubahan arah yang berkelanjutan pada harga Bitcoin. Artinya, sebagian besar waktu pasar bergerak karena pengumuman, tetapi kemudian kembali menemukan irama sendiri. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa rapat-rapat ini bertindak sebagai katalisator volatilitas jangka pendek dan likuidasi posisi leverage, tidak lebih.
Mereka mengidentifikasi tiga fase yang jelas: pertama ada akumulasi sebelum rapat, kemudian volatilitas tinggi saat pengumuman keluar, dan setelah itu reposisi yang sebenarnya. Yang menarik adalah bahwa pergerakan Bitcoin yang berkelanjutan jauh lebih bergantung pada indikator fundamental seperti pengurangan leverage dan pemulihan likuiditas, daripada detail teknis kebijakan moneter itu sendiri.
Ada satu data yang menarik perhatian saya: posisi terbuka antara 3 dan 5 hari setelah rapat FOMC memiliki tingkat keberhasilan 42% lebih tinggi. Memang masuk akal, karena dalam hari-hari itu kelebihan leverage sudah dibersihkan dan pasar mulai menunjukkan arah sebenarnya. Jadi, jika Anda menunggu volatilitas awal berlalu dan membiarkan katalisator melakukan pekerjaannya, Anda memiliki peluang lebih baik untuk membaca pergerakan pasar dengan benar.
Ini membuat saya berpikir bahwa banyak trader terlalu terbawa oleh kebisingan rapat FOMC padahal mereka seharusnya fokus pada faktor fundamental. Katalisator memang berguna untuk mengidentifikasi momen likuidasi, tetapi tidak untuk memprediksi tren sebenarnya. Ada baiknya diingat saat rapat FOMC mendekat.