Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja melihat Bank Sentral Rwanda sedang mendorong sebuah proyek yang cukup menarik. Pada akhir Februari mereka mengumumkan peluncuran uji coba mata uang digital bank sentral selama 12 bulan, yang didasarkan pada keberhasilan verifikasi konsep di akhir tahun lalu.
Inti dari proyek ini adalah benar-benar mempertimbangkan inklusi keuangan. Mereka memilih menggunakan saluran USSD yang berbiaya rendah dan perangkat dasar untuk pengujian, sehingga bahkan di daerah dengan infrastruktur yang lemah pun dapat berpartisipasi, termasuk kota sekunder di Kigali dan beberapa daerah pedesaan. Rinciannya ini menurut saya patut diperhatikan, karena banyak proyek mata uang digital cenderung mengabaikan aksesibilitas pengguna nyata.
Tahap uji coba akan melibatkan pedagang dan pemangku kepentingan nyata, untuk menguji skenario aplikasi secara terkendali. Bank Sentral Rwanda juga bekerja sama dengan mitra domestik dan internasional untuk mengeksplorasi kemungkinan interoperabilitas lintas batas. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya melakukan percobaan lokal, tetapi juga mempersiapkan untuk aplikasi yang lebih besar.
Yang menarik, dokumen penelitian yang dirilis oleh bank sentral menyarankan desain mata uang digital dengan arsitektur dua lapis, tanpa bunga, dan mempertahankan sebagian fitur pseudo-anonimitas. Titik keseimbangan ini sangat penting—mampu melindungi privasi pengguna sekaligus tidak membuat regulator kehilangan kendali sepenuhnya.
Dari sudut pandang yang lebih luas, uji coba ini mewakili langkah Rwanda menuju sistem keuangan yang lebih digital dan tangguh. Jika proyek mata uang digital bank sentral ini berjalan lancar, mungkin akan menjadi referensi bagi negara-negara Afrika lainnya. Baru-baru ini saya juga mengikuti perkembangan aset terkait mata uang digital dan teknologi keuangan di Gate, karena kebijakan semacam ini biasanya akan membawa peluang pasar.