Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini, tampaknya pergerakan terkait regulasi stablecoin semakin cepat. Ada laporan bahwa Partai Republik di Senat sedang memasuki tahap akhir pembahasan mengenai ketentuan hasil imbal dari stablecoin dalam Undang-Undang CLARITY.
Dalam pertemuan tertutup bulan Maret, seorang Direktur Eksekutif dari Dewan Cryptocurrency Gedung Putih tampaknya turut serta berdiskusi dengan beberapa senator utama. Menurut kabar, masalah hasil imbal dari stablecoin hampir 99% telah diselesaikan, dan yang tersisa hanyalah penyesuaian politik, bukan masalah teknis.
Namun, yang menjadi perhatian adalah isi dari kompromi mengenai hasil imbal tersebut. Menurut pengamat pasar, usulan ini berpotensi menguntungkan sistem perbankan tradisional, dan CEO dari bursa besar mungkin harus menerima syarat yang lebih ketat. Artinya, hasil akhir akan bergantung pada bagaimana hasil penyesuaian antara keuntungan lembaga keuangan yang sudah ada dan industri aset kripto.
Di sisi lain, ada juga catatan bahwa masalah etika terkait perdagangan suara dan pencegahan perdagangan orang dalam masih belum terselesaikan.
Secara jadwal, Undang-Undang CLARITY telah melewati DPR pada Juli tahun lalu dan kemudian disahkan oleh Komite Pertanian Senat pada Januari. Rencana selanjutnya adalah melakukan revisi di Komite Perbankan Senat pada akhir bulan ini. Namun, ada kemungkinan penambahan elemen baru seperti ketentuan pelonggaran regulasi untuk bank regional, yang dapat membuat proses legislasi menjadi lebih rumit.
Bagi pasar aset kripto, arah regulasi ini tampaknya akan menjadi titik balik yang penting.