Ayan Capital Mengamankan Utang Sesuai Syariah sebesar £25 Juta untuk Mengembangkan Layanan Keuangan Halal


Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan newsletter FinTech Weekly

Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna dan lainnya


Ayan Capital Mengumpulkan £25 Juta dalam Kesepakatan Utang Syariah yang Signifikan

Fintech Islam Ayan Capital telah mendapatkan fasilitas utang sebesar £25 juta dari pemberi pinjaman institusional Partners for Growth (PFG), menandai langkah besar dalam misinya menyediakan produk keuangan yang etis dan sesuai syariah kepada komunitas Muslim yang kurang terlayani di Inggris.

**Pendanaan ini akan mendukung ekspansi berkelanjutan Ayan Capital di pasar pembiayaan mobil bekas Inggris sebesar £21,7 miliar dan mempercepat pertumbuhan produk pembiayaan gaya hidupnya, Ayan Pay. **Kesepakatan ini merupakan salah satu pembiayaan utang sesuai syariah terbesar yang dilakukan oleh fintech berbasis Inggris dalam beberapa tahun terakhir dan menempatkan Ayan sebagai kekuatan yang sedang naik di ruang keuangan halal yang lebih luas.

Mendorong Pertumbuhan di Pasar Niche Tapi Berkembang

Ayan Capital didirikan dengan tujuan yang jelas: menyediakan opsi pembiayaan tanpa bunga yang dapat diakses dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Produk unggulannya berfokus pada pembiayaan kendaraan yang mematuhi prinsip syariah, menargetkan permintaan yang meningkat di kalangan populasi Muslim Inggris yang mencapai 3,9 juta orang.

Modal yang baru dikumpulkan akan digunakan untuk memperbesar bisnis inti ini dan mendorong peluncuran nasional Ayan Pay, alat pembiayaan gaya hidup yang memungkinkan pelanggan membayar perbaikan mobil dan layanan perbaikan rumah secara cicilan—hingga £20.000 selama 12 bulan—tanpa bunga.

Ayan Pay dirancang untuk kebutuhan sehari-hari, menawarkan alternatif yang fleksibel terhadap produk kredit berbasis bunga yang bertentangan dengan etika keuangan Islam. Dengan fokus pada pembelian jangka pendek dan praktis, Ayan bertujuan membangun kepercayaan dan keterlibatan jangka panjang dengan basis pengguna yang mencari solusi keuangan yang sesuai dan transparan.

Posisi untuk Dampak Jangka Panjang

Fasilitas utang sebesar £25 juta dari PFG mengikuti kenaikan ekuitas Pre-Series A sebesar £3,4 juta yang baru-baru ini dilakukan Ayan. Bersama-sama, suntikan modal ini menandai momen penting dalam peta jalan strategis perusahaan.

CEO dan co-founder Abdullo Kurbanov telah menyusun visi ambisius: mengumpulkan tambahan £75–100 juta dalam utang sesuai syariah, membiayai aset sebesar £100 juta pada 2026, dan akhirnya mengajukan lisensi bank di Inggris.

Trajektori ini mencerminkan lebih dari sekadar pertumbuhan produk—ini adalah langkah kalkulatif untuk membangun lembaga keuangan modern yang memenuhi kebutuhan komunitas yang selama ini diabaikan oleh penyedia utama. Peta jalan ini juga menunjukkan niat untuk meningkatkan tidak hanya kapasitas pinjaman tetapi juga kepercayaan institusional, infrastruktur teknologi, dan posisi regulasi.

Kesempatan yang Kurang Terlayani dalam Keuangan Islam

Meskipun posisi Inggris sebagai salah satu pasar keuangan paling beragam di Eropa, keuangan Islam tetap sebagian besar kurang terlayani. Sementara Inggris menjadi rumah bagi populasi Muslim yang terus berkembang—diperkirakan mencapai 10 juta pada 2050—ketersediaan produk keuangan halal masih terbatas baik dari segi volume maupun variasi.

Kesenjangan ini mewakili peluang pasar yang besar. Fintech Islam seperti Ayan Capital berada dalam posisi unik untuk mengisi kekosongan ini, menawarkan produk yang tidak hanya mematuhi hukum syariah tetapi juga kompetitif dari segi pengalaman pengguna, akses digital, dan aplikasi dunia nyata.

Fintech di ruang ini bertujuan melayani pelanggan yang menginginkan alat keuangan modern dan keselarasan dengan nilai-nilai etis mereka. Meningkatnya platform digital-native yang sesuai syariah menandai pergeseran dari bank Islam tradisional ke alternatif yang lebih gesit dan inklusif yang cocok dengan dunia yang berorientasi mobile saat ini.


bacaan yang direkomendasikan:

*   **Memahami Perbedaan Antara Keuangan Islam dan Keuangan Sesuai Syariah**
*   **DeFi Islam: Masa Depan Fintech Sesuai Syariah di Blockchain**
*   **AlHuda CIBE dan Autosoft Dynamics menandatangani kerjasama untuk Mempromosikan Suite Perbankan Islam End-to-end**

Seorang Pendiri dengan Kredensial Fintech Terbukti

Co-founder dan CEO Ayan Capital, Abdullo Kurbanov, membawa pengalaman signifikan ke dalam usaha ini. Ia sebelumnya adalah salah satu pendiri Alif Bank, bank digital Islam terkemuka di Asia Tengah yang kini melayani lebih dari 4 juta pelanggan. Di bawah kepemimpinannya, transaksi digital Alif tumbuh 30 kali lipat dalam waktu hanya tiga setengah tahun.

Latar belakang ini memberi Ayan fondasi pengetahuan operasional dan strategi pertumbuhan yang kuat. Pengalaman Kurbanov dalam memperbesar lembaga digital yang sesuai syariah di pasar berkembang menambah kredibilitas pada tujuan Ayan untuk menjadi bank berlisensi di Inggris.

Dengan pendanaan baru yang tersedia, perusahaan dapat memanfaatkan keahlian tersebut untuk menyempurnakan penawaran produknya, memperluas jejak regionalnya, dan memperdalam hubungan dengan komunitas Muslim di Inggris.

Tonggak Sejarah untuk Keuangan Halal di Inggris

Pengumpulan dana utang sebesar £25 juta ini bukan hanya kemenangan bagi Ayan—ini adalah sinyal ke pasar yang lebih luas bahwa keuangan halal semakin mendapatkan perhatian di tingkat institusional. Keterlibatan Partners for Growth menunjukkan bahwa penyedia utang yang mapan semakin bersedia mendukung model keuangan sesuai syariah, terutama ketika didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan pasar yang semakin berkembang.

Tren ini diperkirakan akan berlanjut saat lebih banyak investor institusional menyadari potensi fintech Islam. Dengan menyelaraskan modal mereka dengan perusahaan yang mempromosikan pinjaman etis dan sesuai, para pendukung ini mendapatkan akses ke segmen yang tumbuh pesat tanpa mengorbankan standar risiko atau pengembalian.

Seiring keuangan halal bergerak dari niche ke arus utama, kemitraan seperti ini akan menjadi kunci dalam memperbesar infrastruktur, menjaga kepatuhan regulasi, dan meningkatkan diversifikasi produk.

Fintech Islam Menuju Fase Baru

Ayan Capital adalah bagian dari evolusi yang lebih luas dalam dunia fintech Islam. Dalam dekade terakhir, sektor ini telah matang dari solusi pembayaran dasar menjadi spektrum lengkap layanan keuangan—termasuk tabungan, kredit, pengelolaan kekayaan, dan asuransi—semua disampaikan dalam kerangka yang sesuai syariah.

Startup tidak lagi hanya fokus pada digitalisasi keuangan Islam—mereka sekarang membangunnya dari bawah, mengintegrasikan teknologi canggih, desain pengalaman pelanggan, dan kemampuan keuangan embedded. Hasilnya adalah gelombang baru platform yang tidak hanya melayani Muslim, tetapi juga siapa saja yang mencari keuangan berbasis nilai.

Produk Ayan mencerminkan pergeseran ini. Dengan menawarkan layanan seperti Ayan Pay yang memenuhi kebutuhan universal—perbaikan mobil, perbaikan rumah—serta tetap mematuhi, perusahaan secara efektif memperluas daya tariknya tanpa mengorbankan prinsip-prinsipnya.

Melihat ke Depan: Jalan Menuju Menjadi Bank Islam Digital

Dengan momentum yang meningkat dan modal yang sudah diamankan, Ayan Capital kini memiliki alat untuk memperbesar skala. Tujuan perusahaan hingga 2026 meliputi pembiayaan aset sebesar £100 juta dan mendekati lisensi bank penuh di Inggris. Jika tercapai, ini akan menjadikan Ayan salah satu platform bank digital sesuai syariah yang berlisensi penuh di negara tersebut.

Waktunya tepat. Konsumen semakin skeptis terhadap lembaga keuangan tradisional dan aktif mencari alternatif yang lebih etis dan transparan. Fintech Islam merespons dengan platform yang menawarkan keduanya—dan Ayan memposisikan diri untuk memimpin gerakan tersebut di Inggris.

Kesimpulan: Sinyal Kuat untuk Masa Depan Keuangan Islam

Pengumpulan dana sebesar £25 juta oleh Ayan Capital lebih dari sekadar pengumuman pendanaan—ini adalah titik balik bagi keuangan halal di Inggris. Ini menunjukkan bahwa model keuangan sesuai syariah dapat menarik dukungan institusional, bersaing di pasar utama, dan berkembang dengan kepemimpinan dan infrastruktur yang tepat.

Bagi populasi yang semakin besar yang mencari solusi keuangan yang etis, mudah diakses, dan sesuai syariah, Ayan Capital menjadi lebih dari sekadar alternatif—ia menjadi pemain penting dalam era fintech inklusif berikutnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan