Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Penerbit RWA Fokus pada Penggalangan Dana daripada Likuiditas Pasar Sekunder
Laporan yang dirilis pada 20 Februari 2026, oleh platform tokenisasi Brickken menunjukkan bahwa penerbit aset dunia nyata (RWAs) terutama menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan pembentukan modal, bukan untuk menciptakan likuiditas pasar sekunder secara langsung.
Temuan ini menunjukkan bahwa tokenisasi diperlakukan pertama sebagai alat infrastruktur penggalangan dana daripada solusi perdagangan.
Pembentukan Modal Adalah Pendorong Utama
Survei yang dilakukan pada kuartal 4 2025, melibatkan penerbit dari sektor seperti teknologi (31,6%), hiburan (15,8%), dan kredit swasta (15,8%).
Sumber:
Menurut hasilnya, 53,8% responden mengatakan alasan utama mereka melakukan tokenisasi aset adalah untuk meningkatkan pembentukan modal dan efisiensi penggalangan dana. Sebaliknya, hanya 15,4% yang menyebutkan likuiditas sebagai motivasi utama.
Meskipun likuiditas bukan prioritas utama bagi banyak proyek saat ini, harapan mulai bergeser. Sekitar 38,4% mengatakan mereka saat ini tidak memerlukan akses pasar sekunder, tetapi 46,2% memperkirakan akan membutuhkan likuiditas dalam enam hingga dua belas bulan.
Yang menarik, 69,2% dari penerbit yang disurvei telah menyelesaikan proses tokenisasi dan saat ini sudah aktif.
Regulasi Tetap Menjadi Hambatan Utama
Gesekan regulasi terus menjadi tantangan dominan. Sebanyak 84,6% responden melaporkan mengalami hambatan regulasi selama peluncuran. Sebagai perbandingan, hanya 13% yang mengidentifikasi masalah teknologi atau pengembangan sebagai hambatan terbesar mereka.
Chief Marketing Officer Brickken Jordi Esturi berkomentar bahwa tokenisasi sedang bergerak melampaui sekadar menjadi “kata kunci” dan semakin menjadi lapisan infrastruktur keuangan inti untuk mengakses modal.
Jenis Aset Semakin Beragam
Sementara upaya tokenisasi awal sangat terkonsentrasi pada properti, komposisi aset semakin meluas. Saat ini, 28,6% dari aset yang ditokenisasi atau direncanakan adalah ekuitas atau saham, diikuti oleh kekayaan intelektual dan aset hiburan sebesar 17,9%.
Diversifikasi ini menunjukkan bahwa tokenisasi menyebar dari pasar properti ke keuangan perusahaan dan industri kreatif.
Infrastruktur Mulai Mengimbangi
Perpindahan menuju infrastruktur penerbitan terjadi saat bursa tradisional seperti NYSE dan Nasdaq mengeksplorasi model perdagangan 24/7 untuk aset yang ditokenisasi. Perkembangan ini berpotensi menghubungkan pembentukan modal utama dengan likuiditas pasar sekunder yang lebih kuat.
Namun untuk saat ini, data menunjukkan bahwa sebagian besar penerbit memandang tokenisasi sebagai alat penggalangan modal terlebih dahulu, dengan likuiditas muncul sebagai tujuan tahap berikutnya daripada prioritas langsung.