Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bagaimana Mengatur Stop Loss yang Masuk Akal (Langsung Praktis, Berdasarkan Logika + Metode + Implementasi)
Prinsip Inti: Stop loss bukan “kerugian berapa banyak langsung cut,” melainkan “buktikan kamu salah lalu cut,” stop loss harus terkait dengan logika tradingmu, struktur masuk, dan manajemen posisi, tidak boleh ditetapkan berdasarkan feeling dengan poin tetap.
1. Pahami dulu: 3 Logika Dasar Stop Loss yang Masuk Akal
1. Stop loss adalah “Batas Pengakuan Salah”
Logika masuk rusak = harus stop loss, tidak terkait berapa kerugian.
Contoh: Kamu melakukan trading breakout, harga menembus level breakout, logika gagal, langsung keluar.
2. Stop loss harus “Sesuaikan dengan Pola Fluktuasi”
Tidak boleh terlalu dekat sehingga tersapu fluktuasi normal, juga tidak terlalu jauh sehingga kerugian besar.
3. Stop loss harus “Cocok dengan Posisi”
Tentukan dulu kerugian maksimal per posisi, lalu tentukan posisi stop loss dan ukuran posisi, bukan sebaliknya.
2. 5 Metode Pengaturan Stop Loss Paling Praktis (Umum untuk Crypto/Stock/Futures)
Metode 1: Struktur Stop Loss (Paling Direkomendasikan, Tingkat Keberhasilan Tertinggi)
Inti: Tempatkan di luar batas support/resistance/struktur penting
- Trend Long: Stop loss di bawah support efektif terdekat (low sebelumnya, garis tren, neckline)
- Trend Short: Stop loss di atas resistance efektif terdekat (high sebelumnya, garis tren menurun)
- Breakout: Stop loss di luar level breakout/area konsolidasi
✅ Keunggulan: Logika paling kuat, selama tidak tersapu stop loss, berarti struktur belum rusak, logika posisi tetap valid
❌ Kekurangan: Perlu mampu menggambar support/resistance dan mengenali struktur
Contoh: ETH 1H menembus atas kotak 2800, masuk posisi long, stop loss di bawah batas bawah kotak 2780, jika pecah berarti false breakout, keluar dari posisi.
Metode 2: ATR Volatilitas Stop Loss (Perlindungan dari Tersapu Fluktuasi)
Inti: Gunakan Average True Range (ATR) untuk menyesuaikan dengan volatilitas normal instrumen
Rumus:
Long: Stop loss = Harga masuk – N × ATR
Short: Stop loss = Harga masuk + N × ATR
Parameter umum:
- Cryptocurrency (Volatilitas tinggi): ATR periode 14, N 1.5–2
- Stock/Futures: ATR periode 14, N 1–1.5
✅ Keunggulan: Otomatis menyesuaikan volatilitas pasar, di pasar sideways stop loss dekat, tren jauh, tidak mudah tersapu “paku”
❌ Kekurangan: Perlu memperhatikan indikator ATR
Metode 3: Stop Loss Persentase (Cepat Dipahami Pemula)
Inti: Tetapkan persentase kerugian tetap dari posisi, lalu hitung level stop loss
Aturan standar (untuk kontrak/ leverage):
- Kerugian maksimal per posisi: 1%–2% dari total modal (sangat konservatif 0.5%)
- Dilarang keras: kerugian > 5% per posisi
Rumus perhitungan (langsung pakai):
\text{Jumlah Kerugian Maksimal} = \text{Persentase Kerugian} \times \text{Total Modal}
\text{Level Stop Loss} = \text{Harga masuk} \times (1 \pm \text{Persentase Kerugian})
✅ Keunggulan: Sederhana dan tegas, kontrol risiko ketat, tidak akan mengalami kerugian besar sekaligus
❌ Kekurangan: Tidak terkait struktur pasar, mudah tersapu, cocok untuk pemula sebagai transisi
Metode 4: Time Stop Loss (Mengatasi “Menunggu Lama”)
Inti: Jika waktu tertentu tidak bergerak sesuai harapan, langsung keluar
Situasi cocok: Sideways, false breakout, konsolidasi panjang
Contoh aturan:
- Masuk 1H, setelah 4–6 candle tidak profit, keluar
- Trading intraday, posisi > 2 jam tanpa pergerakan positif, keluar
✅ Keunggulan: Menghindari kerugian dalam, menganggap waktu sebagai risiko juga
❌ Kekurangan: Harus disiplin ketat dalam eksekusi
Metode 5: Moving Stop Loss (Proteksi Profit Setelah Mengambang)
Inti: Setelah profit, tingkatkan/ turunkan stop loss untuk mengunci keuntungan
- Long: Setelah profit, naikkan stop loss ke support terbaru/ garis biaya/ posisi impas
- Short: Setelah profit, turunkan stop loss ke resistance terbaru/ posisi impas
Lanjutan: Gunakan ATR untuk trailing stop otomatis mengikuti tren
✅ Keunggulan: Membiarkan profit berjalan, hindari “ambil profit sedikit langsung keluar”
❌ Kekurangan: Pasar sideways mudah tersapu bolak-balik
3. Satu Proses “Langsung Pakai” untuk Implementasi Stop Loss di Crypto Kontrak (Langsung Bisa Dipakai)
Misal kamu biasa trading ETH/ multi-timeframe/ leverage:
1. Tentukan risiko
Kerugian maksimal per posisi: 1% dari modal total (misal modal 3000U, kerugian maksimal 30U)
2. Gambar struktur dan cari level stop loss logis
Tentukan support/resistance/batas breakout, hitung jarak poin/ persen dari harga masuk ke level stop loss
3. Hitung posisi
\text{Ukuran Posisi} = \frac{\text{Kerugian Maksimal Per Posisi}}{\text{Jarak Harga Masuk ke Stop Loss}}