Belakangan ini, akuisisi besar di bidang keamanan siber semakin sering terjadi, dan CrowdStrike kembali menunjukkan aksi baru. Perusahaan ini baru saja mengumumkan akan mengakuisisi startup manajemen identitas SGNL seharga 7,4 miliar dolar AS, dengan tujuan yang sangat jelas — memperkuat kemampuan pertahanan mereka di era serangan siber yang didorong oleh AI.



Sejujurnya, gelombang akuisisi ini mencerminkan kecemasan seluruh industri. Manajemen identitas telah menjadi salah satu celah paling mudah ditembus dalam serangan siber, terutama ketika AI mulai terlibat di dalamnya. CEO CrowdStrike, Kurtz, menyebutkan dalam wawancara bahwa transaksi ini akan membantu perusahaan memperkuat posisi mereka di pasar manajemen identitas yang bernilai puluhan miliar dolar. Dari data, pendapatan dari bisnis ini saja sudah mencapai 435 juta dolar AS di kuartal kedua, menunjukkan tren pertumbuhan yang baik.

Yang menarik, CrowdStrike tidak berjuang sendirian. Tahun lalu, Palo Alto Networks melakukan langkah yang lebih besar, dengan CEO mereka, Arora, langsung mengakuisisi CyberArk seharga 25 miliar dolar AS, yang menunjukkan betapa pentingnya keamanan identitas. Pada waktu yang sama, Google juga tidak diam saja, mengakuisisi startup keamanan cloud Wiz seharga 32 miliar dolar AS. Di balik langkah besar ini, sebenarnya semua berbicara tentang hal yang sama — kebutuhan perusahaan akan pertahanan keamanan yang semakin meningkat.

Keterlibatan AI membuat pertahanan dan serangan menjadi lebih kompleks. Microsoft SharePoint pernah diserang secara spesifik tahun lalu, dan Anthropic mencatat insiden serangan siber yang dipimpin AI pertama mereka. Semua ini mendorong perusahaan untuk mempercepat investasi dalam pertahanan keamanan identitas.

Strategi akuisisi CrowdStrike sebenarnya cukup jelas: mengakuisisi tim yang hebat dan teknologi inovatif, bukan membeli alat tradisional yang sudah usang. Kurtz menegaskan bahwa tujuannya adalah agar pelanggan dapat mengintegrasikan layanan keamanan secara terpadu dalam satu platform, mengurangi jumlah vendor mitra, serta menurunkan kompleksitas dan biaya sistem. Bahkan, sejak awal tahun ini, mereka sudah mengumumkan rencana mengakuisisi platform keamanan AI Pangea dan startup layanan data Spanyol, Onum.

SGNL sendiri juga merupakan target yang bagus. Perusahaan ini didirikan oleh Scott Kratz dan Erik Gustafson pada tahun 2021, dengan latar belakang yang sangat kuat — perusahaan yang mereka dirikan sebelumnya diakuisisi Google pada 2017, dan mereka kemudian bekerja di Google selama lebih dari empat tahun. Pada Februari lalu, SGNL menyelesaikan pendanaan sebesar 30 juta dolar AS, dengan partisipasi dari Cisco dan dana ventura Microsoft.

Gambaran tren secara keseluruhan sangat jelas: pasar keamanan siber sedang mengalami konsolidasi, perusahaan besar memperluas lini produk melalui akuisisi, sekaligus merespons ancaman baru yang dibawa AI. Gelombang akuisisi ini diperkirakan akan terus berlanjut ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan